Yubileum Adiyuswa: Selalu Ada Rasa Syukur di Setiap Kerapuhan

PAROKISTPAULUSDEPOK.ORG. PERINGATAN Hari kakek-nenek dan lansia se-dunia dirayakan secara istimewa oleh Paroki St Paulus Depok Lama, Sabtu (26/7/2025). Lebih dari 110 lansia umat Paroki St Paulus Depok Lama larut dalam kegembiraan beratmosfer nostalgia dalam acara Yubileum Adiyuswa di lantai 3 Gedung Pastoral Yohanes Paulus II. Mereka beryanyi, menari, bahkan ikut perform dengan memainkan alat musik angklung.
“Senang, sangat senang ada acara semacam ini. Terlebih di hari lansia sedunia. Kami merasa disayangi, merasa dibutuhkan. Kami sangat bersyukur” kata eyang Hendrikus dari Wilayah Gregorius.

Suasana terasa lebih meriah karena kehadiran bintang tamu Lisa A Riyanto. Puteri penyanyi lawas A Riyanto ini mendendangkan 5 laga. Salah satunya berduet dengan Romo Yustinus Agung Setiadi OFM. Keduanya melantunkan lagu “Di Bawah Bulan Purnama” yang dipopulerkan oleh penyanyi keroncong top Sundari Soekotjo pada era 1970-an. Duet ini mendapat respon meriah dari hadirin.

Lisa A Riyanto dengan senang hati kemudian melayani permintaan sejumlah lansia yang ingin foto bersama.
Dalam sambutannya Romo Agung mengatakan, lansia seringkali dianggap sebagai sosok yang lemah dan rapuh. Namun dalam kelemahan dan kerapuhan itu justru Tuhan Allah berkarya.

“Usia lansia itu adalah berkat dari Tuhan Allah kita dan sepatutnya disyukuri. Tuhan justru lebih sering berkarya pada lansia. Saya melihat di tengah keterbatasan dan kerapuhan lansia,, mereka tidak pernah kehilangan harapan, bahkan selalu bersyukur dan bisa merasakan kehadiran Allah. ” kata Romo Agung.
“Uskup kita Mgr Paskalis pernah berpesan agar kita selalu menghormati, melayani lansia. Di paroki kita, dengan segala keterbatasan, komunitas lansia Adiyuswa Simeon-Hanna selalu ingin memberi kontribusi kepada gereja, menjaga eksistensi mereka di paroki. Ini patut dihargai, dihormati bahkan diteladani,” tutur Romo Agung.
Sementara ito Romo Agustinus Anton Widarto OFM berkolaborasi langsung dengan komunitas angklung Adiyuswa Simeon Hanna. Romo Anton menyanyikan dua lagu El Shaddai dan Damai Mu diiringi goyangan angklung di tangan lansia.

Sepanjang acara, lansia dilayani oleh sekira 20-an OMK gabungan dari Wilayah Greogorius, Wilayah Ignatius Loyola, dan Wilayah Agustinus. Dengan tulus mereka menyediakan minum, snack, termasuk menawarkan menu makan siang. Untuk konsumsi, panitia didukung penuh oleh ibu-ibu dari Wilayah Elisabeth.
Acara ini digagas oleh Panitia Renovasi Bertahap Gereja Santo Paulus Depok Lama yang mendapat dukungan dari Primaya Hospital, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, dan sejumlah donatur. Panitia mengundang kelompok Keroncong Suka-Suka pimpinan Bagyo Gendon untuk menghibur lansia. Grup band EXSPT yang digawangi sejumlah OMK St Paulus juga tampil menghibur dengan menampilan beberapa lagu lawas. Di penghujung acara, lansia mendapatkan fasilitas pemeriksaan tes kesehatan oleh Primaya Hospital.

“Ini salah satu ucapan syukur kami karena tahap pertama renovasi yaitu ruang sakristi dan ruang adorasi telah rampung. Ini tidak lepas dari doa dan doa restu dari lansia kita,” kata Ketua Panitia Renovasi Bertahap Ardian Indradana.
“OMK sengaja kita libatkan agar mereka bisa belajar melayani, menghormasi lansia, sekaligus belajar berorganisasi. Terima kasih pada sponsor dan para donatur dan para relawan yang telah memberikan dukungan pada kegiatan ini,” imbuhnya.

Sekilas Hari Kakek-Nenek Se-Dunia
Hari Kakek-Nenek dan Lansia Se-Dunia dideklarasikan oleh Paus Fransiskus. Peringatan dilakukan pada pekan ke-4 bulan Juli setiap tahunnya. Tahun ini peringatan Hari Kakek-Nenek jatuh pada tanggal 27 Juli, berdekatan dengan peringatan St. Joachim dan St. Anna, orangtua dari Bunda Maria dan kakek nenek Yesus, dalam kalender liturgi Katolik.
Sebelum wafat, Paus Fransiskus telah menetapkan tema Hari Nenek-kakek tahun ini yaitu “Berbahagialah yang tidak kehilangan harapannya” (lih. Sir 14,2) yang masuk dalam konteks Tahun Yubileum Pengharapan. Djanur Buana

Scroll to Top