
parokistpaulusdepok.org – Umat Katolik di Paroki Santo Paulus Depok memasuki masa peziarahan iman yang istimewa melalui perayaan Tahun Yubileum 800 Tahun Wafatnya Santo Fransiskus Asisi. Perayaan ini ditandai dengan Misa pembukaan dan pemberkatan Porta Yubileum (Pintu Suci) yang dipimpin oleh Romo Daniel Klau Nahak, OFM, pada hari Minggu, 1 Maret 2026.
Makna Tahun Yubileum 800 Tahun
Tahun Yubileum ini ditetapkan oleh Paus untuk memperingati peristiwa Transitus atau kembalinya Santo Fransiskus Asisi ke hadirat Allah pada tahun 1226. Selama satu tahun penuh, umat diajak untuk menghidupi kembali semangat spiritualitas “Si Miskin dari Asisi”, terutama dalam mengikuti Kristus yang miskin dan tersalib.
Ritual Pembukaan Porta Yubileum
Perayaan Ekaristi diawali dengan upacara khusus di depan pintu utama gereja. Romo Daniel memberkati Porta Yubileum sebagai simbol dimulainya peziarahan batin bagi umat. Pintu ini menjadi penanda bahwa setiap orang yang melangkah masuk ke dalam gereja diundang untuk berjumpa dengan Allah melalui perantaraan Santo Fransiskus. Dalam doanya, Romo memohon agar melalui Porta Yubileum ini, umat semakin mengalami kehadiran Kristus dalam peziarahan hidup mereka, khususnya di gereja-gereja yang dilayani oleh para Fransiskan.
Pesan Homili: Menemukan Kristus dalam Diri “Orang Kusta” Zaman Ini
Dalam homilinya, Romo Daniel menyoroti pengalaman transformatif Santo Fransiskus saat memeluk orang kusta. Fransiskus menyadari bahwa wajah Kristus yang tersalib terpancar dari mereka yang tersingkirkan.
Beberapa poin utama dalam pesan tersebut antara lain:
- Siapakah “Orang Kusta” Masa Kini?: Mereka adalah orang-orang yang mengalami ketidakadilan, kemiskinan, ketidakberdayaan, atau mereka yang merasa tersingkir dari lingkungannya.
- Jembatan di Tengah Tembok: Di tengah dunia yang gemar membangun tembok pemisah, umat diajak meneladani Fransiskus yang berani membangun jembatan perdamaian.
- Jalan Salib menuju Kemuliaan: Romo mengingatkan bahwa untuk mencapai kemuliaan kebangkitan, seseorang harus berani memikul salib dan melewati “Gunung Golgota” dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan bagi Umat
Pembukaan pintu suci ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan bagi keluarga-keluarga Katolik untuk menjadi berkat bagi sesama. Melalui doa-doa khusus kepada Santo Fransiskus, umat memohon rahmat agar mampu memiliki iman yang benar, pengharapan yang teguh, dan kasih yang sempurna.
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh paroki untuk memperbaharui komitmen pelayanan dan persaudaraan semesta, sebagaimana yang diajarkan oleh bapak suci dari Asisi tersebut.

