Perayaan Tahbisan OFM: Enam Imam dan Satu Diakon Ditahbiskan di Paroki Santo Paulus, Depok

Posted on  by Maria Dwi Anggraini

PAROKISTPAULUSDEPOK.ORG – Suasana syukur dan haru menyelimuti Gereja Paroki Santo Paulus, Depok dalam perayaan Tahbisan Presbiterat dan Diakonat Ordo Fratrum Minorum (OFM) yang berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Aloysius Murwito selaku Uskup Keuskupan Agats, yang juga berasal dari keluarga besar OFM. Dalam Perayaan Ekaristi yang khidmat dan penuh makna ini, tujuh saudara menyerahkan diri secara utuh untuk ambil bagian dalam pelayanan Gereja melalui tahbisan suci.

Dalam perayaan ini, satu saudara menerima Tahbisan Diakonat adalah Fr. Agustinus Firstson Woghe Kega, OFM.

Sementara enam saudara lainnya menerima Tahbisan Presbiterat ialah :

Diakon Stefanus Harkam Nampung, OFM
Diakon Gabriel Rianeldi Wijaya Emar, OFM
Diakon Eugenio Isaac da Silva Tilman, OFM
Diakon João Mendonça, OFM
Diakon Manuel de Araújo Nunes da Silva, OFM
Diakon Saturninho da Costa Piedade, OFM

Tahbisan ini menjadi buah dari perjalanan panjang panggilan dan pembinaan dalam semangat Fransiskan, yang menekankan hidup sederhana, persaudaraan, dan pelayanan penuh kasih kepada siapa pun, terutama mereka yang kecil dan tersingkir.

Kamu Diutus untuk Melayani, Bukan Dilayani

Dalam homilinya, Monsinyur Aloysius menegaskan tentang makna terdalam dari tahbisan yaitu bukan sebagai kehormatan duniawi, tetapi sebagai bentuk pengutusan yang menuntut kesetiaan, kerendahan hati, dan pengosongan diri.

“Imamat bukanlah soal jabatan, tetapi soal perutusan. Kamu diutus bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani.” tutur Monsinyur Aloysius.

Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan dunia saat ini menuntut kehadiran Imam dan Diakon yang sungguh berakar dalam relasi dengan Tuhan dan umat. Oleh karena itu, kedekatan dengan sabda, doa, dan kehidupan bersama menjadi dasar yang tak tergantikan.

“Pelayanan sejati hanya mungkin terjadi jika kita mau tinggal dalam kasih Kristus, setia dalam hal-hal kecil, dan tidak mencari diri sendiri,” ungkapnya.

Dalam semangat Fransiskus Assisi, para tertahbis diajak untuk menjadi hadir secara nyata di tengah umat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui empati, waktu, perhatian, dan kesediaan mendengarkan.

Sukacita Iman dan Perutusan

Perayaan ini dihadiri oleh para imam, frater, suster, keluarga para tertahbis, serta umat dari berbagai paroki. Doa dan nyanyian liturgis memperkaya suasana misa yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Bagi para tertahbis, hari ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari sebuah perutusan baru. Mereka dipanggil untuk menjadi tanda kasih Allah yang hidup dan nyata di tengah dunia yang terus berubah, namun selalu haus akan kehadiran dan harapan Injil.

Kiranya rahmat tahbisan ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi para tertahbis dalam menjawab panggilan Allah setiap hari. Dan semoga, melalui hidup dan pelayanan mereka, semakin banyak hati yang disentuh dan dibimbing kepada Kristus.

Sumber: https://keuskupanbogor.org/2025/07/11/perayaan-tahbisan-ofm-enam-imam-dan-satu-diakon-ditahbiskan-di-paroki-santo-paulus-depok/

Scroll to Top