Author name: Djanur Buana

Berita Paroki

Pola Komunikasi Penuh Kasih, Resep Jitu Keluarga Bahagia

KOMUNIKASI yang baik dan asertif menjadi salah satu kunci kebahagiaan sebuah keluarga. Banyak kasus, sebuah perkawinan menjadi tidak harmonis bahkan sering kali biduk rumah tangga kandas hanya gara-gara gagal dalam berkomunikasi. Itulah pentingnya memahami dan mempraktikkan pola komunikasi penuh kasih. Hal tersebut disampaikan oleh psikolog Marcella Siddidjaja dalam rekoleksi Terus Konek Jangan Korslet di lantai 3 Gedung Pastoral St Yohanes Paulus II, Paroki St Paulus Depok Lama, Sabtu (9/8/2025).Rekoleksi yang mengambil tema “Komunikasi Keluarga, Tantangan di Era Digital untuk Menjaga Api Cinta Keluarga tersebut juga menghadirkan Romo Yustinus Ardianto Pr, Direktur Pusat Pusat Pastoral Samadi Klender, Jakarta. Acara ini digagas oleh Seksi Kerasulan Keluarga Paroki St Paulus Depok Lama. Turut hadir dalam acara tersebut Romo Agustinus Anton Widarto OFM, Romo Yustinus Agung Setiadi OFM, dan jajaran DPP-DKP Paroki St Paulus Depok. “Ada beberapa faktor kunci penyebab perceraian, di antaranya perselingkuhan, masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga. Tapi data statistik menyebutkan penyebab utama perceraian adalah buruknya komunikasi pasangan. Perbedaan pandangan dalam berumah tangga, pola asuh, atau campur tangan keluarga besar bisa membuat biduk keluarga kandas jika tidak dikomunikasi dengan baik,” kata Marcella.“Komunikasi yang buruk menyumbang 53 persen penyebab perceraian. Biasanya kita cenderung menyalahkan pasangan setiap kali ada masalah keluarga. Ada juga yang secara sengaja mengalihkan perhatian seolah tidak ada masalah. Bahkan ada yang cuek dan mengabaikan masalah meski harus menekan perasaan. Jika ini dibiarkan, suatu saat bisa menjadi persoalan besar. Lantas bagaimana cara berkomunikasi yang baik? Leveler atau setara. Kita harus memposisikan diri setara dengan pasangan, jangan ada yang merasa paling dominan, saling menghormati,” tuturnya. Mengutip psikolog Amerika Serika Prof Dr John Gottman, Marcella mengatakan sebuah hubungan bakal rusak jika komunikasi dipenuhi dengan kritik, hinaan, defensif dan stonewalling. Stonewalling adalah sikap diam dan abai dari pasangan dalam sebuah konflik. Sikap diamnya pasangan ini kerap dianggap seperti dinding batu yang keras, diam, dan dingin. “Kuncinya kita harus mampu membangun komunikasi yang efektif namun penuh cinta. Bagaimana membuat pasangan bisa memahami pesan yang kita sampaikan sekaligus tetap merasa dicintai. Tidak mudah karena sering kali komunikasi dibalut emosi, tapi kita harus bisa melakukannya,” imbuh Marcella.Menurutnya ada 3 kualitas penting dalam komunikasi. Pertama adalah kehangatan. Kehangatan membuat pasangan kita merasa diterima. Kehangatan membuat pasangan tetap bisa menjadi diri sendiri dan apa adanya, lebih relaks, bebas dan damai. Yang kedua adalah genuiness atau keaslian, tampil apa adanya, dan jujur. Keaslian ini bisa dilihat dari intonasi, ekspresi verbal, gerak mata dan gestur tubuh.“Seringkali kita mencoba tampil atau bersandiwara seolah-olah kita adalah pasangan sempurna untuk istri atau suami kita. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna, jadi berkomunikasilah dengan jujur, apa adanya,” kata Mercella.“Dan yang ketiga adalah empati. Sering dalam pernikahan kita berasumsi bahwa pasangan kita tahu apa yang kita alami, yang kita rasakan, padahal tidak. Jadi kita harus mampu berempati, dengan menggunakan hati dan pikiran kita agar bisa memahami pasangan. Cobalah berkomunikasi dengan sentuhan,” ujarnya.Dalam rekoleksi tersebut Marcella juga mengajak peserta mengenal, memahami diri sendiri, dan mengelola emosi. Menurutnya, sangat penting untuk mengenal dan memahami diri sendiri untuk mengelola emosi. Spiritualitas PengampunanPada sesi kedua, Romo Yustinus Ardianto Pr menyebut tidak ada keluarga yang sempurna sejak awal, dan terbentuk begitu saja. Menurut Romu Yus, dokumen “Amoris Laetitia” (Kegembiraan Cinta) menyebut keluarga membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang dalam cinta, dan ini adalah proses yang berkelanjutan.“Artinya keluarga harus terus berjuang menuju kesempurnaan, sekaligus kita juga mengakui bahwa tidak ada keluarga yang sempurna di dunia ini,” kata Romo Yus. Sebagai catatan, dokumen Amoris Laetitia adalah sebuah nasehat apostolik pasca-sinode yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus, yang membahas tentang kasih dalam keluarga. Dokumen ini diterbitkan pada tanggal 8 April 2016, dan merupakan hasil refleksi dari dua Sinode tentang Keluarga yang diadakan pada tahun 2014 dan 2015. Dokumen ini membahas berbagai aspek kehidupan keluarga, tantangan yang dihadapi, serta memberikan panduan pastoral untuk membangun keluarga yang baik sesuai dengan ajaran Gereja. Romo Yus juga mengingatkan bahwa hakikat perkawinan adalah perjanjian perkawinan antara pria dengan seorang wanita membentuk di antara mereka kebersamaan seluruh hidup. Sifat hakiki perkawinan adalah monogami dan tidak terceraikan.“Jadi sangat penting untuk merawat cinta setiap hari, setiap saat, Cinta yang tidak dirawat biasanya berakhir dengan tragedi. Harus dipahami bahwa pasangan yang menikah dengan Anda tidak 100 persen sempurna,” kata Romo Yus.“Kesalahpaham adalah sebuah keniscayaan. Namun kita harus terus tumbuh dan semakin matang. Yesus mengatakan, ‘Ampunilah 70×7 kali. Hendaklah amarahmu pada sebelum matahari terbenam’ dan itu adalah spiritualitas pengampunan,” imbuhnya. djanur buana

Berita Paroki

Yubileum Adiyuswa: Selalu Ada Rasa Syukur di Setiap Kerapuhan

PAROKISTPAULUSDEPOK.ORG. PERINGATAN Hari kakek-nenek dan lansia se-dunia dirayakan secara istimewa oleh Paroki St Paulus Depok Lama, Sabtu (26/7/2025). Lebih dari 110 lansia umat Paroki St Paulus Depok Lama larut dalam kegembiraan beratmosfer nostalgia dalam acara Yubileum Adiyuswa di lantai 3 Gedung Pastoral Yohanes Paulus II. Mereka beryanyi, menari, bahkan ikut perform dengan memainkan alat musik angklung.“Senang, sangat senang ada acara semacam ini. Terlebih di hari lansia sedunia. Kami merasa disayangi, merasa dibutuhkan. Kami sangat bersyukur” kata eyang Hendrikus dari Wilayah Gregorius. Suasana terasa lebih meriah karena kehadiran bintang tamu Lisa A Riyanto. Puteri penyanyi lawas A Riyanto ini mendendangkan 5 laga. Salah satunya berduet dengan Romo Yustinus Agung Setiadi OFM. Keduanya melantunkan lagu “Di Bawah Bulan Purnama” yang dipopulerkan oleh penyanyi keroncong top Sundari Soekotjo pada era 1970-an. Duet ini mendapat respon meriah dari hadirin. Lisa A Riyanto dengan senang hati kemudian melayani permintaan sejumlah lansia yang ingin foto bersama.Dalam sambutannya Romo Agung mengatakan, lansia seringkali dianggap sebagai sosok yang lemah dan rapuh. Namun dalam kelemahan dan kerapuhan itu justru Tuhan Allah berkarya. “Usia lansia itu adalah berkat dari Tuhan Allah kita dan sepatutnya disyukuri. Tuhan justru lebih sering berkarya pada lansia. Saya melihat di tengah keterbatasan dan kerapuhan lansia,, mereka tidak pernah kehilangan harapan, bahkan selalu bersyukur dan bisa merasakan kehadiran Allah. ” kata Romo Agung.“Uskup kita Mgr Paskalis pernah berpesan agar kita selalu menghormati, melayani lansia. Di paroki kita, dengan segala keterbatasan, komunitas lansia Adiyuswa Simeon-Hanna selalu ingin memberi kontribusi kepada gereja, menjaga eksistensi mereka di paroki. Ini patut dihargai, dihormati bahkan diteladani,” tutur Romo Agung.Sementara ito Romo Agustinus Anton Widarto OFM berkolaborasi langsung dengan komunitas angklung Adiyuswa Simeon Hanna. Romo Anton menyanyikan dua lagu El Shaddai dan Damai Mu diiringi goyangan angklung di tangan lansia. Sepanjang acara, lansia dilayani oleh sekira 20-an OMK gabungan dari Wilayah Greogorius, Wilayah Ignatius Loyola, dan Wilayah Agustinus. Dengan tulus mereka menyediakan minum, snack, termasuk menawarkan menu makan siang. Untuk konsumsi, panitia didukung penuh oleh ibu-ibu dari Wilayah Elisabeth.Acara ini digagas oleh Panitia Renovasi Bertahap Gereja Santo Paulus Depok Lama yang mendapat dukungan dari Primaya Hospital, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, dan sejumlah donatur. Panitia mengundang kelompok Keroncong Suka-Suka pimpinan Bagyo Gendon untuk menghibur lansia. Grup band EXSPT yang digawangi sejumlah OMK St Paulus juga tampil menghibur dengan menampilan beberapa lagu lawas. Di penghujung acara, lansia mendapatkan fasilitas pemeriksaan tes kesehatan oleh Primaya Hospital. “Ini salah satu ucapan syukur kami karena tahap pertama renovasi yaitu ruang sakristi dan ruang adorasi telah rampung. Ini tidak lepas dari doa dan doa restu dari lansia kita,” kata Ketua Panitia Renovasi Bertahap Ardian Indradana.“OMK sengaja kita libatkan agar mereka bisa belajar melayani, menghormasi lansia, sekaligus belajar berorganisasi. Terima kasih pada sponsor dan para donatur dan para relawan yang telah memberikan dukungan pada kegiatan ini,” imbuhnya. Sekilas Hari Kakek-Nenek Se-DuniaHari Kakek-Nenek dan Lansia Se-Dunia dideklarasikan oleh Paus Fransiskus. Peringatan dilakukan pada pekan ke-4 bulan Juli setiap tahunnya. Tahun ini peringatan Hari Kakek-Nenek jatuh pada tanggal 27 Juli, berdekatan dengan peringatan St. Joachim dan St. Anna, orangtua dari Bunda Maria dan kakek nenek Yesus, dalam kalender liturgi Katolik.Sebelum wafat, Paus Fransiskus telah menetapkan tema Hari Nenek-kakek tahun ini yaitu “Berbahagialah yang tidak kehilangan harapannya” (lih. Sir 14,2) yang masuk dalam konteks Tahun Yubileum Pengharapan. Djanur Buana

Berita Paroki

Semarak, One Day Event Pesta Nama St Paulus

Pesta Nama ke-65 Paroki St Paulus Depok Lama USAI sudah rangkaian perayaan Pesta Nama ke-65 Paroki Santo Paulus Depok Lama. Yubileum Rekoleksi Pelayan Umat yang digelar pada Minggu (29/6/2025) di Gedung Yohanes Paulus II yang menghadirkan Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM menjadi puncak acara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pesta Nama kali ini tidak menggelar pertandingan olahraga. Panitia memilih beberapa lomba yang bersifat massal, di antaranya jalan sehat keluarga, senam zumba, lomba aerobik, lomba mewarnai Sekami dan Adiyuswa, cerdas cermat kitab suci, serta lomba video klip lagu Peziarah Pengharapan. Terpasangnya dua banner ukuran raksasa membuat wajah gedung GYP tampil beda. “Kami ingin menghadirkan suasana pesta pada perayaan kali ini. Itu sebabnya kegiatan ini melibatkan Sekami, OMK dan Adiyuswa dari semua wilayah. Misa inkultutasi yang dipimpin Mgr Paskalis melibatkan komunitas Horas Kasih, Flobamora, dan karawitan Sekar Kedaton. Terima kasih kepada Romo Paroki,  donatur, sponsor dan semua pihak yang telah memberikan dukungan,” kata Ketua Panitia Pesta Nama Subi Melese. Acara Pesta Nama dimulai dengan pelepasan dua burung merpati putih oleh Romo Paroki Agustinus Anton Widarto OFM dan Ketua II Panitia Pesta Nama Aroli Ignatius Zai pada Pada Sabtu (14/6/2025). Romo Anton menyebut merpati merupakan simbol kasih dan persaudaraan yang harus dihidupi oleh umat Santo Paulus. Acara diteruskan diteruskan dengan  senam zumba bersama dan cerdas cermat Kitab Suci. Agenda berlanjut pada Sabtu (21/6/2025) , dengan  lomba mewarnai, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata,  donor darah serta seminar tentang kesehatan jantung. Malam “resepsi” pesta nama yang dibungkus dalam kegiatan one day event oleh Paulus Festival (Palfest) digelar pada Sabtu (28/6/2025). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 22.00 WIB merupakan hasil kolaborasi Panitia Pesta Nama,  WKRI Cabang Depok serta Panitia Renovasi Bertahap Gereja Santo Paulus Depok Lama. Jalan sehat keluarga antar-wilayah yang digagas oleh Panitia Renovasi Bertahap sukses menghadirkan hampir 1.000 peserta yang menyusuri rute sejauh sekira 3 km. Lomba ini dimenangi oleh Wilayah St Ignatius Loyola dan berhak atas Piala Bergilir Pesta Nama. Acara semakin meriah dengan gerak dan lagu El Shaddai, hasil kolaborasi dengan frater novisiat Transitus yang dimotori oleh Romo Anton, dan komunitas Adiyuswa Simeon Hanna yang memainkan alat musik tradisional angklung. Acara kemudian dilanjutkan oleh lomba aerobik serta flashmob WKRI Cabang Depok, dan pemotongan tumpeng peringatan 101 tahun WKRI. Sayang, hujan turun dengan deras pada siang hari. Namun suara rintik hujan seolah menjadi kolaborator bagi komunitas karawitan Sekar Kedaton yang menampilkan sejumlah lagu dan gending. Suasana pedesaan pun terasa. Setelah jeda misa sore, Palfest semakin meriah dengan tampilnya beberapa kalompok band, di antaranya Saint Paul Teen Band (Sekami), The Con Band (OMK), Tambal Band, Timot Band ( OMK Wilayah Santo Yosef), De’ Dolphins (OMK Wilayah Agustinus), Gelas Band (alumni KEP), SD Penabur Band serta aksi tunggal dan duo dari OMK Wilayah St Yosep dan St Gregorius. Dance modern Sekami Wilayah Laurensius dan SD Mardi Yuana juga turut mewarnai malam resepsi, sebelum ditutup oleh penampilan Romo Anton yang diiringi oleh Tambal Band. Pesta memang harus selalu berakhir, namun kenangan tidak akan pernah terlupakan sampai kapan pun. Sampai bertemu pada Pesta Nama ke-66 tahun depan. Saksikan keseruan Pesta Nama ke-65 melalui media sosial paroki. https://www.instagram.com/reel/DLfdKWdh_4z/?igsh=dWZlM2hpNGFwbXJ6 https://www.facebook.com/share/v/16tM4dD85Y https://www.facebook.com/share/p/19Shxr5KNB DAFTAR PEMENANG LOMBA: LOMBA VIDEO KLIP PEZIARAH YUBELIUM1. Wilayah St Agustinus2. Wilayah St Brigitta3. Wilayah St Ignatius Loyola LOMBA CERDAS CERMAT1. Wilayah St Bonaventura2. Wilayah St Agustinus3. Wilayah St Brigitta LOMBA JALAN SEHAT KELUARGA (PIALA BERGILIR)Wilayah Ignatius Loyola LOMBA AEROBIK1. Saltatio Orientis St Mikael2. Groip Lolipop St Agustinus3. Bona Manise St Bonaventura LOMBA MEWARNAIKategori 4-6 tahunJuara 1: Gemma Ronauli Sidebang ( St Agatha)Juara 2: Lolim Siema Oji ( St Laurensius)Juara 3: Biel ( St Fransiskus Asisi)Harapan 1: Virginia Hazelnatte (St Alfonsus)Harapan 2: Serafina Pisumeko Prakoso (St Bonaventura)Harapan 3: Teresa ( St Bonaventura) Kategori 7 – 10 tahun Juara 1: Gabriel Yirdan H.R (Fransiskus Asisi)Juara 2: Monica Putri ts (Yosef)Juara 3: Maria Angelita Putri D (Laurensius)Harapan 1:  Tiffany Selera Putri S (St Mikael)Harapan 2:  Laura Bianca H. P. ( St Yosef)Harapan 3 Aerilyn Bellvania M ( St Bonaventura) Kategori AdiyuswaJuara 1: Paulus Djubaidi (St Maria Magdalena)Juara 2: Budi Marcel Sitompul (St Nobertus)Juara 3: Veronica Sri M ( St Ignatius Loyola) Foto-foto: dok Pesta Nama/Oktavianus Leo, Wisanggeni/Gatot Foto master

Berita Paroki

Mgr Paskalis: Teladani Prinsip Santo Paulus dalam Pewartaan Injil

Pesta Nama ke-65 Paroki St Paulus Depok USKUP Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM berpesan agar umat Paroki St Paulus Depok Lama tidak pernah lelah mewartakan kabar suka cita injil. Mgr Paskalis mengaku gembira dan bangga karena umat Paulus terus bertumbuh. Hal tersebut disampaikan  Mgr Paskalis dalam homili Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus yang bertepatan dengan Pesta Nama ke-65 Paroki Santo Paulus Depok Lama, Minggu (29/6/2025). “Paroki Paulus telah  mewartakan dan menjalankan misi penginjilan selama 65 tahun. Berbahagialah kalian semua umat Allah Paroki Santo Paulus Depok karena Anda bisa berada dan bertumbuh di Paroki ini selama 65 tahun sebagai pengikut Kristus karena iman akan Allah yang hidup, dan karena Allah yang  hidup,” kata Mgr Paskalis. Selanjutnya Mgr Paskalis mengingatkan umat untuk meneladani prinsip hidup Santo Paulus yang menjadi santo pelindung paroki. Seperti tertuang dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus mengatakan “Celakalah aku jika tidak mewartakan injil.” Menurut Mgr Paskalis, Santo Paulus dan Santo Petrus bahkan bersedia menjadi martir, menggunakan darah mereka untuk menyuburkan pewartaan kabar suka cita injil. “Nah, apakah kita punya prinsip yang sama dengan Santo Paulus? Banyak cara untuk mewartakan kebenaran injil, bisa dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat kita,” ujarnya. Pada kesempatan misa tersebut, Mgr Paskalis memberkati ruang sakristi dan ruang adorasi Santo Petrus Penjaga Pintu Surga yang letaknya tak jauh dari pastoran. Dua bangunan anyar tersebut merupakan bagian dari rencana renovasi bertahap Gereja St Paulus. Tahap berikutnya adalah merenovasi bangunan utama gereja yang semakin menua dan lapuk. Rencana tersebut telah mendapat restu dari monsinyur. “Semoga ruang adorasi ini menjadi tempat yang kudus dan damai, sehingga umat dapat merasakan kehadiran Tuhan dengan lebih intim serta dikuatkan dalam iman dan kasih Tuhan,” kata Mgr Paskalis. Usai misa, Mgr Paskalis menghadiri Yubileum Rekoleksi Pelayanan Umat di Gedung Paus Yohanes Paulus II. Rekoleksi diikuti oleh lebih dari 300 animator paroki. Mgr didampingi oleh Romo Agustinus Anton Widarto OFM dan Romo Yustinus Agung Setiadi OFM. Secara terpisah Ketua Panitia Pesta Nama 2025 Subi Melese menjelaskan, kegiatan Pesta Nama sudah dimulai sejak tanggal 14 Juni 2025 dan mencapai puncaknya pada pesta syukur pada hari sabtu dan minggu (28-29 Juni 2025). Berbagai lomba yang digelar melibatkan anak-anak Sekami, OMK, dan adiyuswa. Wilayah St Gregorius dan Wilayah St Yosef dipercaya oleh romo paroki sebagai pelaksana kegiatan yang melibatkan 18 wilayah tersebut. “Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda. Misa dilakukan secara inkulturasi yang melibatkan komunitas Flobamora, Horas Kasih, dan karawitan Sekar Kedaton.  Pada pelaksanannya kami juga berkolaborasi dengan Paulus Festival (Palfest) dan Panitia Renovasi Bertahap,” tutur Subi. “Terima kasih Romo Paroki, DPP dan DKP Santo Paulus Depok. Juga kepada sponsor, donatur, WKRI Cabang Paulus, dan 60 tenant yang terlibat dalam kegiatan Pesta Nama dan Palfest. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan Pesta Nama tahun ini,” imbuhnya. Foto-foto: dok panitia pesta nama. Kepsen: Panitia berfoto bersama dengan Mgr Paskalis Bruno Syukur Uskup Keuskupan Bogor Mgr Pascalis Bruno Syukur menjadi keynote speech pada Yubileum Rekoleksi Pelayan Umat di Gedung Yohanes Paulus II. Romo Paroki Agustinus Anton Widarto OFM menyerahkan piala kepada para pemenang lomba. OMK Wilayah St Agustinus Keluar sebagai pemenang pertama lomba Video Klip Lagu Peziarah Pengharapan.

Berita Paroki

HABEMUS PAPAM

Annuntio vobis gaudium: HABEMUS PAPAM Eminentissimum ac reverendissimum Dominum Robertum FranciscumSanctae Romane Ecclesiae Cardinalem Prevost qui sibi nomen imposuit Leo XIV “Saya umumkan kepada Anda sebuah sukacita besar: KITA PUNYA SEORANG PAUS Yang Mulia dan Terhormat Robert Francis Kardinal Gereja Roma Suci Prevost yang telah mengambil nama Leo XIV” Demikian disampaikan Kardinal Protodeacon Dominique Mamberti sesaat setelah cerobong Kapel Sistina Vatikan mengepulkan asap putih, tanda umat katolik telah memiliki Paus baru. Pengumuman itu disampaikan oleh Kardinal Dominique Mamberti dari balkon tengah Basilika Santo Petrus.Ya, umat katolik dunia kini sudah memiliki pemimpin anyar yakni Paus Leo XIV yang menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 lalu. Paus Leo XIV yang saat ini berusia 69 tahun adalah Paus pertama dari Ordo Agustinus, dan merupakan Paus kedua dari benua Amerika setelah Paus Fransiskus. Paus Leo XIV berasal Amerika Serikat, sementara Paus Fransiskus lahir di Argentina. Berikut biografi singkat Paus Leo XIV seperti dilansir dari Vatican News. Paus Agustinian Pertama Paus Leo XIV lahir pada tanggal 14 September 1955 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat dari pasangan Louis Marius Prevost dan Mildred Martínez. Sang ayah keturunan Prancis-Italia sementara ibunya keturunan Spanyol. Paus Leo XIV memiliki dua saudara laki-laki yaitu Louis Martín dan John Joseph.Masa kecil dan remajanya dihabiskan bersama keluarganya, dan belajar pertama kali di Seminari Menengah Para Imam Agustinian dan melanajutkan studi ke di Universitas Villanova di Pennsylvania. Di universitas itulah dia memperoleh gelar sarjana matematika pada tahun 1977 dan juga belajar Filsafat.Pada tanggal 1 September di tahun yang sama, Prevost masuk novisiat Ordo Santo Agustinus (OSA) di Saint Louis, di Provinsi Our Lady of Good Counsel Chicago. Dia mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 2 September 1978 dan mengucapkan kaul kekal pada tanggal 29 Agustus 1981.Dia kemudian melanjutkan studi teologinya di Catholic Theological Union di Chicago. Pada usia 27 tahun, Prevost dikirim oleh atasannya ke Roma untuk belajar Hukum Kanon di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Angelicum). Pada 19 Juni 1982 Prevost menerima sakramen imamat dan ditahbiskan menjadi imam religiusAgustinian di Kolose Agustinus Santa Monika di Roma. Sakramen imamat diterimakan olehMonsinyur Jean Jadot yang saat itu menjabat sebagai Pro-Presiden Kepausan untuk Orang-orangNon Kristen, atau saat ini dikenal sebagai Dikasetri untuk Dialog Antar-Agama.Kardinal Robert Francis Prevost memperoleh lisensi Bidang Hukum pada tahun 1984. Setahunkemudian, saat mempersiapkan tesis doktoralnya, Prevost dikirim ke misi Agustinian di Chulucanas,Piura, Peru (1985–1986). Pada tahun 1987, ia mempertahankan tesis doktoralnya tentang “PeranPrior Lokal dalam Ordo Santo Agustinus” dan diangkat sebagai direktur panggilan dan direktur misiProvinsi Agustinian “Mother of Good Counsel” di Olympia Fields, Illinois (AS). Misi di PeruTahun berikutnya, ia bergabung dengan misi di Trujillo, juga di Peru, sebagai direktur proyekpembinaan bersama untuk para calon Agustinian dari vikariat Chulucanas, Iquitos, dan Apurímac.Selama 11 tahun, ia menjabat sebagai prior komunitas (1988–1992), direktur pembinaan (1988–1998), instruktur untuk para anggota yang telah berprofesi (1992–1998), Vikaris yudisial diKeuskupan Agung Trujillo (1989–1998), dan profesor Hukum Kanon, Patristik, dan Teologi Moral diSeminari Tinggi San Carlos y San Marcelo.Pada saat yang sama, ia juga dipercayakan dengan pelayanan pastoral Bunda Maria Bunda Gereja,yang kemudian menjadi paroki Santa Rita (1988–1999), di pinggiran kota yang miskin, dan menjadiadministrator paroki Bunda Maria dari Monserrat dari tahun 1992 hingga 1999.Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai Prior Provinsi Provinsi Agustinian “Bunda Penasihat yang Baik”di Chicago. Dua setengah tahun kemudian, Kapitel Umum biasa Ordo Santo Agustinus, memilihnyasebagai Prior Jenderal. Dia Kembali dikukukan untuk masa jabatan kedua pada tahun 2007 diSeminari Menengah Para Imam Agustinian.Pada Oktober 2013, ia kembali ke Provinsi Agustinian di Chicago, bertugas sebagai direkturpembinaan di Biara Santo Agustinus, anggota dewan pertama, dan vikaris provinsi—peran yangdipegangnya hingga Paus Fransiskus mengangkatnya pada tanggal 3 November 2014, sebagaiAdministrator Apostolik Keuskupan Peru di Chiclayo. Paus Fransiskus kemudian memberinyamartabat Uskup Tituler Sufar.Kardinal Prevost ditahbiskan menjadi uskup oleh olen Nunsius Apostolik James Patrick pada tanggal12 Desember 2014, bertepatan dengana Hari Raya Bunda Maria dari Guadalupe, di Katedral SantaMaria.Moto episkopalnya adalah “In Illo uno unum”—kata-kata yang diucapkan oleh Santo Agustinusdalam khotbah tentang Mazmur 127 untuk menjelaskan bahwa “meskipun kita banyak, tapi satudalam Kristus.”Uskup Chiclayo, Peru (2015-2023)Pada tanggal 26 September 2015, Prevost diangkat menjadi Uskup Chiclayo oleh Paus Fransiskus.Pada Maret 2018, ia terpilih sebagai wakil presiden kedua Konferensi Episkopal Peru, di mana ia jugamenjabat sebagai anggota Dewan Ekonomi dan presiden Komisi Kebudayaan dan Pendidikan.Pada 13 Juli 2019, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai anggota Kongregasi untuk Klerus.Setahun kemudian, tepatnya 21 November 2020, diangkat sebagai anggota Kongregasi untuk Para Uskup. Sementara itu, pada tanggal 15 April 2020, ia juga diangkat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Peru di Callao. Prefek Dikasteri untuk Para Uskup Pada tanggal 30 Januari 2023, Paus memanggilnya ke Roma sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, sekalaigus mempromosikannya sebagai Uskup Agung. Diangkat menjadi Kardinal pada tahun 2024 Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Kardinal dalam Konsistori pada tanggal 30 September 2024 dan menugaskannya sebagai Diakonat Santa Monika. Ia secara resmi mengambil alih gereja titular pada tanggal 28 Januari 2024.Sebagai kepala Dikasteri, ia berpartisipasi dalam Perjalanan Apostolik Paus terkini dan dalam sesi pertama dan kedua Sidang Umum Biasa ke-16 Sinode Para Uskup tentang sinodalitas, yang diselenggarakan di Roma dari tanggal 4-29 Oktober 2023, dan dari tanggal 2-27 Oktober 2024.Sementara itu, pada tanggal 4 Oktober 2023, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai anggota Dikasteri Evangelisasi (Bagian Evangelisasi Pertama dan Gereja-Gereja Partikular Baru), untuk Ajaran Iman, untuk Gereja-Gereja Timur, Klerus, Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Apostolik, Kebudayaan dan Pendidikan, Teks Legislatif, dan Komisi Kepausan untuk Negara Kota Vatikan.Akhirnya, pada tanggal 6 Februari tahun ini, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai Prefek Dikastri Penunjukan Para Uskup dan memberi gelar Gereja Suburbikaris Albano.Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Februari, ia merayakan Misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus untuk Yubelium Angkatan Bersenjata, acara besar kedua Tahun Suci Harapan.Selama Paus Fransikus menjalani perawatan di rumah sakit “Gemelli”, Prevost memimpin doa Rosario untuk kesehatan Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus pada tanggal 3 Maret 2025. –djanur buana Sumber: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-05/biography-of-robert-francis-prevost￾pope-leo-xiv.html

Berita Paroki

Semua Karena Cinta

Dan bila aku berdiri tegar sampai hari iniBukan karna kuat dan hebatkuSemua karena cinta, semua karena cinta…Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta Penggalan lagu berjudul Karena Cinta itu menjadi kalimat pembuka saat RP Agustinus Anton Widarto OFM memberikan homili pada Misa Kamis Putih di Gedung Pastoral Yohanes Paulus II, Gereja Santo Paulus Depok, Kamis (17/4/2025). Mengutip Injil Yohanes, Romo Anton mengisahkan Yesus Kristus yang rela menanggalkan jubahnya dan membasuh kaki para muridnya. Yesus sebagai Putra Allah merendahkan diri serendah-rendahnya dan menempatkan diri sebagai pelayan murid-muridnya. “Semua itu dilakukan Yesus bukan untuk pencitraan atau yang lain. Yesus melakukannya karena cintaNya kepada para murid dan ini bisa menjadi teladan bagi kita semua,” kata Romo Anton. Menurutnya keteladanan Yesus  setidaknya sudah terlihat dari kerelaan panitia Paskah dan umat Santo Paulus menyediakan waktu untuk mempersiapkan Perayaan Paskah tahun 2025. Panitia Paskah Natal 2025 adalah Wilayah St Agustinus dan Wilayah St Fransiskus Asisi. “Saya tahu ada beberapa umat yang memiliki jabatan penting di tempat kerjanya, tapi mereka bersedia menanggalkan jabatan itu dan bergabung dengan umat lain untuk mempersiapkan perayaan Paskah, menjadi panitia, dan ikut kerja bakti. Tentu saja itu semua dilakukan karena cinta, cinta kepada Yesus, cinta kepada gereja, dan cinta kepada sesama umat Santo Paulus,” tuturnya. Sementara itu pada Misa Jumat Agung, Romo Yustinus Agung Setiadi menegaskan komitmen Yesus wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Yesus berkomitmen untuk tetap meminum cawanNya, menjalani sengsara dan disalibkan, agar nubuat dalam kitab Musa dan kitab para nabi tergenapi. “Sebenarnya bisa saja Yesus memberikan perlawanan kepada para prajurit yang akan menangkapnya. Bahkan ketika Petrus memotong telinga seorang hamba Imam Besar, Yesus justru menyembuhkannya. Kalau mau, Yesus bisa saja turun dari kayu salib. Tapi memilih berkomitmen untuk meminum cawanNya untuk memenuhi nubuat para nabi dan menebus dosa manusia,” tutur Romo Agung. Roma kelahiran Delanggu, Klaten, ini kemudian mengajak umat Paroki St Paulus Depok untuk memiliki semangat yang sama dalam memegang komitmen. Komitmen dalam berkeluarga, komitmen sebagai seorang ayah, sebagai seorang ibu, sebagai seorang anak, maupun komitmen aktif sebagai anggota komunitas masyarakat dan gereja . “Di tengah perkembangan dunia yang semakin modern, semakin tidak pasti, dibutuhkan keteguhan untuk memegang komitmen seperti yang diajarkan oleh Yesus. Dengan demikian kehadiran Yesus bisa dirasakan oleh masyarakat melalui komitmen yang kita miliki,” ujarnya. Kabar suka cita Pada Misa Vigili Paskah, Romo Anton mengajak umat Santo Paulus terus mengabarkan kabar kebangkitan Yesus. Tidak ada nabi atau dewa yang mampu mengalahkan maut. Tapi Yesus sebagai Putra Allah telah mengalahkan maut. Kebangitan Yesus adalah kebenaran dan kabar suka cita bagi yang percaya padaNya. “Yesus berfirman ‘Akulah kebangkitan dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’. Kabar suka cita inilah yang harus terus kita wartakan,” kata Romo Anton. Para murid, lanjut Romo Anton, awal mulanya tidak percaya tentang kabar kebangkitan Yesus. Ketika para perempuan-perempuan menemukan kubur Yesus telah kosong, 11 murid yang selama tiga tahun mengikuti Yesus tidak percaya dan menyebutnya sabagai omong kosong. Petrus bahkan datang ke kuburan Yesus untuk membuktikan omongan itu, dan hanya menemukan kain kafan. “Para murid yang selama tiga tahun terakhir bersama Yesus tidak percaya. Namun catatan sejarah, alkitabiah, dan tradisi, menunjukkan hampir semua para rasul mati sebagai martir. Mereka yang awalnya tidak percaya, berjuang sampai darah penghabisan dalam mewartakan kabar suka cita. Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua, selamat Paskah,” tutur Romo Anton. Ada hal baru pada perayaan Paskah 2025. Tidak terlalu banyak, umat yang berjubel atau berdiri di penggir jalan depan gereja. Ini tidak lepas dari digunakannya ruang sakristi dan adorasi yang baru selesai direnovasi. Ruang tersebut mampu menampung sekira 300 umat setiap misa. Meski masih dalam tahap sentuhan akhir, ruang tersebut nyaman untuk digunakan dan telah dilengkapi dengan pendingan ruangan. djanur buana-Komsos paroki St Paulus Depok.

Berita Paroki

Renovasi Bertahap St Paulus Depok, Meretas Jalan ke Betlehem.

BELASAN misdinar terlihat berdesakan di ruang sakristi menjelang misa mingguan di Paroki St Paulus Depok Lama beberapa waktu lalu.  Wisanggeni, salah satu misdinar, mencoba fokus melakukan tugasnya melayani misa. Namun demikian gerak tubuhnya menyiratkan dia tidak begitu nyaman. Bagaimana tidak, di ruang sakristi yang tidak seberapa luas itu, dia harus berdesakan dengan 11 misdinar lainnya, 9 Petugas Luar Biasa (PLB), plus beberapa petugas liturgi. “Ya begitulah kondisi setiap menjelang misa,” kata Kak Rere, yang sudah belasan tahun mendampingi para misdinar. Menurut Koordinator Subseksi Tata Perayaan, Ibadat & Slide Misa ini, idealnya sebelum bertugas mestinya ada saat hening untuk misdinar, PLB dan petugas liturgi. Pada saat itu Romo juga bisa memberikan briefing. Namun itu menjadi hal yang sangat sulit dilakukan mengingat kapasitas ruang sakristi yang sudah pada tahap sumpek alias jenuh. “Tidak jarang saya menahan anak-anak di ruang misdinar ketimbang berjubel di ruang sakristi,” ujar Rere. Hal yang sama diungkapkan oleh Koordinator Seksi Liturgi Yoseph Juliantono. Pria yang akrab disapa Pak Toni ini juga mengaku sering pekewuh atau sungkan. Pasalnya tidak semua petugas liturgi adalah pria. “Mereka kan juga ganti jubah di ruang sakristi. Sementara ruangan sempit, jadi rasanya gimana gitu lho,” kata Toni. “Selain itu ada beberapa bagian plafon yang bolong karena atapnya bocor,” imbuhnya. Fakta-fakta itulah yang memercik pikiran Pastor Paroki Agustinus Anton Widarto OFM untuk melakukan sesuatu. Setelah berdinamika dengan Pastor Vikaris Yustinus Agung Setiadi OFM dan DPP-DKP maka diputuskan dilakukan renovasi. Menurut Romo Anton, jika melihat kondisi saat ini mestinya dilakukan renovasi secara menyeluruh, bukan hanya ruang sakristi. Saat ini masih banyak umat yang terpaksa mengikuti misa di luar bangunan gereja alias di bawah kanopi. Namun mengingat keterbatasan anggaran, maka renovasi sakristi menjadi prioritas. “Desain yang kita buat tetap renovasi bangunan gereja menyeluruh, termasuk rencana membuat balkon. Namun untuk sementara ruang sakristi yang menjadi prioritas. Itu sebabnya kita sebut renovasi bertahap,” tutur Romo Anton. “Apakah nanti akan berlanjut ke bangunan gereja? Itu mimpi kita semua. Kita lihat nanti kemampuan keuangan paroki dan sejauh mana antusiasme dan keinginan umat untuk memiliki gereja yang lebih nyaman,” ujarnya. “Saya tidak selamanya berada di paroki ini, tapi umatlah yang akan tetap berada di paroki St Paulus ini,” kata Romo Anton saat melakukan kunjungan pastoral ke Wilayah Gregorius. Membentuk panitia renovasi bukan hal yang mudah. Sejumlah kandidat memilih “balik kanan”. Hal yang sangat bisa dimaklumi mengingat tugas yang diemban cukup berat: mulai sosialisai, merancang desain, hingga menggalang dana, dan bertugas hingga Desember 2025. Total dana yang dibutuhkan hampir mencapai Rp9 miliar. Untuk tahap pertama yaitu pembangunan sakristi dibutuhkan dana sekira Rp1,5 miliar. “Saya yakin Tuhan dengan caranya sendiri akan membiayai renovasi bertahap ini,” kata Indradana Ardian, saat bersedia menjadi ketua panitia pelaksana renovasi bertahap. Ketua Wilayah Fransiskus Asisi ini didukung oleh empat tim yaitu Tim Teknik, Tim Dana, Tim Logistik, dan Tim Sekretariat.  Penunjukkan vendor/kontraktor dilakukan melalui lelang terbuka dan seleksi cukup ketat. Dari 16 vendor yang mengikuti lelang tahap pertama, setelah dilakukan seleksi dan verifikasi, terpilihlah PT Bangun Wahana Mandiri sebagai pemenang. Kick off renovasi dilakukan pada 12 Oktober 2024 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Romo Anton. Ini dilakukan setelah rencana renovasi mendapat lampu hijau dari Keuskupan Bogor. “Untuk tahap pertama, kita fokus pada perbaikan struktur bangunan dan perluasan ruang sakristi. Ruang sakristi di perluas dari 40 meter persegi menjadi 105 meter persegi. Targetnya bulan Februari 2025 ruang sakristi sudah bisa digunakan,” kata Bobby Indarto dari Tim Teknis. Kisah  inspiratif Kisah Fransiskus Assisi yang mendapat perintah langsung dari Yesus untuk memperbaiki gereja menjadi sumber inspirasi dan spirit Panitia Renovasi. Fransiskus adalah manusia hedon yang gemar berfoya-foya yang mengalami pertobatan pada tahun 1206. Saat berlutut dan berdoa di depan Salib Bizantium, Fransiskus mendengar suara dari Patung Yesus yang tersalib: “Fransiskus, pergi dan perbaikilah gereja-Ku yang kau lihat hampir roboh itu.” Tema Natal 2024 “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” juga menjadi sumber inspirasi. Betlehem adalah simbol perjalanan iman.  Dalam perspektif yang jauh lebih kecil, Gereja St Paulus Depok juga bisa dikatakan simbol perjalanan iman umat katolik Keuskupan Bogor, khususnya umat katolik kota Depok. Dalam buku “50 Tahun Paroki St Paulus Depok” disebutkan tahun 1889 sudah ada keluarga katolik di Depok meski harus ke Jakarta dan Bogor untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Pastor dari Bogor baru melayani umat katolik Depok pada tahun 1940-an. Misa pun dilakukan dari rumah ke rumah sebelum akhirnya dibentuk Stasi St Paulus Depok, bagian dari wilayah vikariat apostolik Sukabumi. Tanggal 7 Februari 1960, Stasi St Paulus Depok resmi menjadi Paroki St Paulus Depok dan berada di Jalan Melati No 4, gereja yang menjadi tempat perziarahan iman kita sampai saat ini. Perjalanan panjang tersebut mestinya menjadi inspirasi untuk menjadikan paroki kita menjadi “Betlehem” mungil. Kita semua berharap  bersamaan dengan selesainya renovasi seluruh tahap, umat semakin nyaman dan penuh suka cita saat pergi ke “Betlehem” setiap akhir pekan. Seperti ketika para gembala dan orang Majus mencari dan menyembah Yesus. Selamat Natal dan Tahun Baru Rusna Djanur Buana Sekretariat Panitia Renovasi Bertahap Gereja St Paulus Depok

Berita Paroki

Paroki St Pulus Juara II Kontes E-Katalog UMKM Se-Keuskupan Bogor

KONTES E-Katalog UMKM menjadi salah satu kegiatan lomba dalam rangka HUT ke-75 tahun Keuskupan Bogor yang digelar mulai tanggal 9 Desember 2023 s/d 8 Desember 2024. Kontes ini dimulai sejak bulan Juli 2024 di mana peserta mengumpulkan materi lomba kemudian dinilai oleh Dewan Juri. Final Kontes E-Katalog ini diadakan pada Sabtu, 10 Agustus 2024 di Pusat Pastoral BMV Katedral. Tujuan dari kontes ini adalah untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM setiap paroki untuk naik kelas. Harapannya E-Katalog yang disusun oleh setiap paroki dapat diumanfaatkan oleh seluruh umat di Keuskupan Bogor, dan tentu saja oleh umat Paroki St. Paulus. Pukat Bogor ingin agar UMKM kita naik kelas dengan cara meningkatkan kualitas produk. Salah satunya dengan menyajikan e-katalog yang menarik. Dengan demikian produk UMKM lebih banyak terserap pasar dan ujungnya pada peningkatan taraf hidup umat. Sebanyak 19 paroki mengikuti lomba ini. Tim PSE dan UMKM Paroki St Paulus Depok bekerja keras untuk mempersiapkan lomba ini. Setelah melalui tahap seleksi, Paroki St Paulus terpilih menjadi salah satu dari 10 finalis. 10 finalis ini kemudian mempresentasikan karya e- katalog pada babak final yang juga dihadiri oleh Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM. Kriteria penilaian panitia adalah tata letak halaman yang menarik, visualisasi yang menarik, konten yang kreatif, jumlah UMKM/pelaku bisnis yang terdaftar, validitas informasi UMKM/pelaku bisnis yang terdaftar. Puji Tuhan, Paroki St Paulus berhasil meraih prestasi menjadi Juara II. Penyerahan hadiah dan penghargaan diberikan saat puncak perayaan 75 tahun Keuskupan Bogor di Sukabumi pada Sabtu, 7 Desember 2024.Semoga pelaku UMKM Paroki St Paulus semakin semangat dan berkembang!

Festival UMKM di Palfest Paroki St Paulus Depok
Berita Paroki

Palfest St Paulus Depok: Ajang Pembinaan Bakat BIR dan Promosi UMKM

ADA yang berbeda di halaman parkir Gereja St Paulus Depok, saat perayaan Imlek, Sabtu (10/2/2024). Usai misa, umat disuguhi tarian barongsai. Dua barongsai warna merah dan kuning bergerak lincah mengikuti iringan musik. Tarian Barongsai ditampilkan oleh dua orang yang menggunakan kostum menyerupai singa. Beragam atraksi dilakukan dalam kesenian Barongsai, mulai dari menari, berguling, melompat, hingga berdiri di atas pundak. Musik khas China juga dimainkan untuk mengiringinya. Bukan hanya barongsai, malam istimewa itu juga dilengkapi dengan panggung musik serta puluhan UMKM yang berada di bawah naungan Seksi Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE). Seksi PSE berkolaborasi dengan Seksi Rumah Tangga dan Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) menghadirkan acara seru yang dikemas dalam Paulus Festival (Palfest 2024) ini. Ketua Panitia Palfest, Theo, menjelaskan gagasan kegiatan tersebut sebenarnya muncul sudah sejak lama. Namun baru bisa terealisasi saat ini, terutama setelah mendapat dukungan dari Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, untuk memberdayakan UMKM serta menyalurkan bakat musik, terutama di lingkungan Bina Iman Remaja (BIR). “Bazar ini bertujuan sebagai wadah promosi sekaligus memasarkan produk-produk UMKM yang di kelola umat Paroki St Paulus agar lebih berkembang lagi. Sebanyak 28 UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut.” kata Theo. “Ini juga menjadi ajang menyalurkan bakat adik-adik remaja dari BIR. Ada juga band remaja G Band dari Wilayah Gregorius,” imbuhnya. Tidak ketinggalan juga kelompok kategorial Simeon Hana mengajak umat menikmati tarian batak (sinanggar tulo) & tarian jawa (Prau Layar), Bazar ini disamping dihadiri oleh Romo Agustinus Anton Widarto OFM dan Romo Yustinus Agung Setiadi OFM serta DPP-DKP. Kegiatan ini menarik sekitar kurang lebih 500 pengunjung yang sangat antusias belanja dan menikmati acara. Theo menjelaskan, kegiatan Palfest ini menjadi agenda bulanan Paroki St Paulus Depok. Acara digelar tiap hari Sabtu pekan pertama usai misa sore. “Edisi kedua akan digelar pada 9 Maret 2024, semoga lebih banyak umat yang terlibat,” imbuh Theo. erjebe

Scroll to Top