Page 22 - Warta Edisi Khusus Paskah THN XL 21 April 2019
P. 22
Serba - Serbi
BOGOR CATHOLIC DISCOVERY
SEBUAH REKSA PASTORAL
KELUARGA KEUSKUPAN BOGOR
Persiapan perkawinan harus dilihat dan
dilaksanakan sebagai proses yang berjalan bertahan
dan terus-menerus. Persiapan itu meliputi tiga
tahap utama, yakni persiapan jauh, persiapan
dekat, dan persiapan terakhir (bdk FC 66).
RD. Alfonsus Persiapan jauh, dimulai pada masa kecil.
Sutarno Anak-anak dituntun untuk menemukan diri mereka
sendiri sebagai orang-orang yang dikaruniai
kejiwaan yang kaya dan kompleks serta kepribadian
Familiaris Consortio (FC) mengatakan khusus dengan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-
bahwa upaya pastoral Gereja untuk mendukung kelemahan sendiri. Masa di mana nilai-nilai
keluarga sungguh mendesak. Harus diusahakan manusiawi ditanamkan, baik dalam hubungan
dengan segenap kemampuan untuk memperkuat antarpribadi maupun sosial, dengan segala sesuatu
dan mengembangkan reksa pastoral keluarga. yang mempunyai arti untuk pembentukan watak,
Gereja memberikan firman kebenaran, kebaikan, pengendalian dan penggunaan yang benar dari
pengertian, pengharapan, dan simpati mendalam kecenderungan-kecenderungan, untuk perilaku
bagi semua orang. Kegiatan pastoral Gereja dalam memandang dan menjumpai orang-orang
yang bersifat progresif harus mengikuti keluarga lain jenis. Tak dikecualikan juga pembinaan rohani
dengan menyertainya langkah demi langkah dalam dan katekese bahwa perkawinan merupakan
berbagai tahap pembinaan dan perkembangannya panggilan dan perutusan sejati, tanpa menutup
(bdk. FC 65: terbit Februari 1981). kemungkinan untuk memberikan diri sepenuhnya
kepada Allah dalam panggilan menjadi imam atau
Persiapan Perkawinan biarawan.
Pada zaman ini kaum muda perlu disiapkan
untuk perkawinan dan keluarga. Masyarakat Persiapan dekat, meliputi persiapan yang lebih
dan Gereja harus mengusahakan agar nilai-nilai khusus untuk menyambut sakramen-sakramen.
tentang hidup perkawinan dan keluarga diteruskan Katekese untuk kaum muda, yang mempersiapkan
kepada kaum muda. Semua perlu terlibat untuk mereka menuju perkawinan kristiani agar
mempersiapkan sebaik-baiknya kaum muda untuk perkawinan dapat dirayakan dan dihayati dengan
menyambut tanggung jawab mereka pada masa sikap-sikap moral dan spiritual yang benar.
yang akan datang.
Pembinaan hidup beragama harus
Gereja harus meningkatkan program-program diintegrasikan dengan berbagai tuntutan konkret,
persiapan perkawinan yang lebih baik dan lebih dengan persiapan untuk hidup sebagai suami-istri.
intensif, untuk menghilangkan sedapat mungkin Persiapan ini menampilkan perkawinan sebagai
kesulitan-kesulitan yang dialami oleh banyak hubungan antarpribadi seorang pria dan seorang
pasangan suami-istri dan untuk memberi dukungan wanita yang harus terus-menerus dikembangkan,
yang positif ke arah tegaknya dan matangnya dan mendorong mereka yang berkepentingan
perkawinan-perkawinan yang berhasil (bdk FC 66). untuk mempelajari hakikat hubungan suami-istri
dan panggilan menjadi bapak-ibu yang bertanggung
22 Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi KHUSUS PASKAH | THN XL | 21 April 2019

