Page 18 - Warta Edisi Khusus Paskah THN XL 21 April 2019
P. 18
Seputar Paroki
Sebagai Gereja Mandiri
dan Siap Menyongsong Masa Depan,
Ini Program Paroki St. Paulus Depok
Gereja St. Paulus Depok bukan saja Gereja * Pembangunan Rohani dan SDM
yang agresif dalam bilangan Gereja-Gereja di
Keuskupan Bogor tetapi juga merupakan Gereja Harus disadari bahwa iman dan akal budi
yang progresif. Umat Allah yang terus bergerak adalah bagian kerohanian yang dimiliki masing-
memperlihatkan identitas kekatolikannya, masing kita. Keduanya ibarat dua sisi dari satu
berakibat pada perkembangan Gereja dalam keping mata uang. Iman tanpa pengetahuan
berbagai aspek. Selain peningkatan jumlah umat dapat melahirkan fanatisme yang berlebihan, tapi
yang diikuti dengan pengembagan wilayah dan pengetahuan tanpa iman pun bisa mendatangkan
lingkungan, tetapi terutama dan yang menjadi fokus petaka karena semua hal dirationalisasi tanpa
perhatian saat ini adalah berbagai kreativitas dalam melibatkan hati dan rasa. Untuk ‘mengamankan
pembinaan iman yang terus meningkat dari tahun keseimbangan antara iman dan akal’, paroki
ke tahun. Semuanya itu tertuang dan terumuskan St. Paulus Depok memiliki program seperti:
secara rapih untuk siap diejawantahkan dalam KEP, Priskat, Wise Women, Wanita Bijak, ME,
proses pelayanan. BCD, BSC, KPP, PCC, KPKS, Komper, Katekumen,
Pelajaran agama Katolik, Beladiri Merpati putih,
Berhadapan dengan lajuhnya perkembangan pengembangan Budaya Sunda (angklung), Kursus
jumlah umat berbarengan perkembangan tarian, dll.
teknologi informasi yang sulit terbendung saat ini
maka peran Dewan Pastoral Paroki (DPP) sangat Demi menghindari tumpang tindihnya
sentral dan penting dalam mendukung para pastor pelaksanaan dan dapat mencapai target maksimum
yang bertugas di paroki. Karena selain pastor paroki maka diperlukan program prioritas sesuai roadmap
memiliki masa kerja yang relatif singkat, tetapi ratio keuskupan yakni Pastoral Keluarga, Pendampingan
perbandingan antara pastor dan umat pun sangat OMK, Pendidikan, SDM dan Kemasyarakatan.
tidak memungkinkan pastor untuk menghandle Semua program atau rencana yang baik dan
semua persoalan umat. Karenanya SDM di DPP menarik itu dapat berjalan dengan lancar dan tertib,
diharapkan terdiri dari umat yang tentu memiliki tentu didukung oleh sarana dan prasarana yang
ketersediaan waktu dan komitmen kuat dalam mumpuni. Maka untuk mendukung terlaksananya
pelayanan, namun pengetahuan, pemahaman program-program tersebut dibutuhkan program
dan skil sesuai kebutuhan umat pun tidak bisa penunjang yakni Penyediaan Sarana : Bangunan
diabaikan dalam proses penentuan pengurus DPP. gedung Pastoral, Ruang Adorasi, Lapangan Parkir,
Lonceng gereja, Pakaian liturgi, Pakaian Petugas
Atas daar pertimbangan ini maka selain Gereja, Pengadaan KS dalam Gereja, Puji Syukur,
menjalankan fungsi kordinasi antara pastor dan Proyektor, Sound dll.
umat, antara satu seksi dengan seksi lainnya, juga
antara paroki dengan paroki serta antara Gereja Gereja sungguh menyadari bahwa “Iman
dan lembaga lain, program utama paroki yang tanpa perbuatan adalah mati” maka seindah
dirancang DPP adalah atau sehebat apapun program yang dilaksanakan
tapi hanya sebatas menyentuh iman dan akal
yang notabene begitu abstrak maka harus dapat
18 Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi KHUSUS PASKAH | THN XL | 21 April 2019

