Page 11 - Warta Edisi Khusus Paskah THN XL 21 April 2019
P. 11
Seputar Paroki
istri atau anak, kakak atau adik, sahabat dekat ada lagi yang ‘muntaber’ alias mundur tanpa berita,
atau kerabat jauh, bahkan musuh sekalipun yang minggat begitu saja. Atas pengalaman inilah semua
pernah ada dalam perjumpaan di kehidupan ini pelayan Gereja di paroki St. Paulus Depok dihadirkan
yang pernah merasakan sakit dan menyakitkan. untuk sama-sama berbagi dan mendengar serta
merenungkan pengalaman Maria, juga pengalaman
Semuanya ini terjadi karena sejak pagi teman-teman agar mendapat peneguhan.
digiring dengan berbagai materi yang mengisahkan
pengalaman iman mulai dari pengalaman Bunda Semua pengalaman kebersamaan yang kita
Mari berjumpa dengan Elisahbeth saudaranya yang alami adalah ‘salib’ yang harus dipikul, tidak terkecuali
diramu melalui tema “Maria Teladan Pelayan Gereja”. suami/istri dan orang tua/anak dalam keluarga
Sebagaimana Maria dikatakan menerima kabar adalah ‘salib’ bagi kita. “Salib itu ada dalam rumah,
gembira namun kegembiraan itu untuk kita tetapi tidak perlu cari jauh-jauh di luar sana. Theologi kita
menjadi aib yang menakutkan bagi Maria. Ia hamil adalah Theologi ‘salib’ ”, kata Hubert.
tanpa suami adalah sebuah pelanggaran terhadap
tradisi Yahudi dan aib bagi keluarga. Maria tidak peduli dengan situasi ‘salib’ seperti
yang dialami dalam hidupnya karena dia yakin bahwa
Maria baru merasa sedikit terhibur karena ada ‘pihak lain’ yang mengurus semuanya. Maria
malaikat memberi kabar kepadanya bahwa Elisabeth tidak memikirkan diri sendiri yang lagi dirundung
saudaranya juga hamil di usianya yang sudah tidak masalah kehamilan tanpa perkawinan, tapi malah
mungkin lagi bagi manusia, sangat berisiko saat pergi mengunjungi saudaranya Elisabeth. Sebagai
melahirkan. Kedua bersaudara ini hidup dalam pelayan di paroki hendaknya juga selalu melayani
suasana ketakutan, sekalipun kabar itu membawa tanpa terus tenggelam dalam persoalan pribadi
kegembiraan bagi orang lain, termasuk bagi kita. karena ada ‘yang lain’ yang mengurus semuanya itu.
Dan Maria tidak pernah protes, mengadu, mengeluh
melainkan menerima dan menyimpan semuanya Sebagaimana Yohanes begitu berani dalam
dalam hati dan berserah pada penyelenggaraan Allah. mewartakan Tuhan karena ketika dalam kandungan
“Aku ini hambah Tuhan terjadilah padaku menurut ibunya Elisabeth, Maria sudah membawa Yesus
perkataanmu”, kata Maria. kepadanya. Dikatakan bahwa anak yang di dalam
kandungan Elisabeth melonjak kegirangan karena
Pesan lain dari pengalaman perjumpaan Maria bersukacita atas kunjungan Yesus yang dibawa
dan Elisabeth adalah bahwa ketika bertemu Elisabeth, Maria dalam kandungannya. Demikian juga dalam
Maria cuma memberi salam, tidak banyak bicara. pelayanan, jika Yesus yang dibawah maka semua yang
Maka bagi pelayan Gereja hendaknya tidak perlu dilayani pasti mengalami sukacita karena kehadiran
banyak bicara, apalagi berbicara sebelum bertpikir Yesus selalu menggembirakan.
sehingga menimbulkan luka batin pada orang yang
dilayani atau sesama pelayan dalam menjalankan Selain pengalaman Maria sebagai pengalaman
tugas pelayanan bagi Gereja. biblis dan pengalaman teman-teman seperti Alvarel
sebagaia pengalaman empiris, kita juga diteguhkan
Para pelayan Gereja memang tidak pernah dengan sajian Firman Tuhan yang memperlihatkan
terhindar dari berbagai tantangan, mulai dari kritik bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pelayan
membangun sampai omelan bahkan gosip yang Gereja, upah kita sama ‘satu dinar’. Baik itu Ketua
menjatuhkan. Banyak yang bertahan tapi ada pula DPP-DKP, Kordinator Seksi, Kategorial, Ketua wilayah
yang minta berhenti sebagai pelayan Gereja, bahkan atau ketua lingkungan, tidak ada yang merasa lebih
tinggi dan hebat dalam konteks ini.
Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi KHUSUS PASKAH | THN XL | 21 April 2019 11

