Page 41 - WP-Edisi-Khusus-Natal-XXXVIII-25-Des-2017
P. 41
Serba - Serbi
orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan- Orang Sakit. Namun di luar liturgi, belum ada
setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma- larangan resmi/ tertulis yang menyatakan bahwa
cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma- orang awam dilarang menumpangkan tangan atas
cuma.” (Mat 10:7-8). Dalam PKK, pengalaman luar orang yang didoakan. Paus Fransiskus dengan
biasa dari umat untuk bertemu dan mengalami rendah hati berkenan didoakan dengan cara
mukjizat Tuhan dapat diperoleh pula dengan doa penumpangan tangan oleh para Uskup, Pastor, dan
penyembuhan dan kesembuhan fisik dan rohani Umat dalam sebuah KRK Karismatik Katolik. (Video
dalam PDPKK atau KRK (Kebangunan Rohani Katolik) dapat dilihat pada link berikut ini https://youtu.be/
atau Adorasi Sakramen Maha Kudus. Dan PKK juga xWcujx1II2w). Lalu juga, harus dibedakan di sini,
menegaskan bahwa, kesembuhan itu bukan berasal tentang praktek eksorsisme dan pelepasan. Yang
dari Imam, Biarawan, Biarawati atau seorang umumnya dilakukan oleh awam adalah pelepasan,
Pewarta Mimbar (Pelayan Firman/Renungan) namun eksorsisme yang resmi adalah dari Uskup
yang telah diutus resmi oleh BPKPKK atau Pendoa, atau imam yang diberi kuasa oleh Uskup. Yang
melainkan berasal dari Tuhan melalui kemurahan terakhir, soal Bahasa Roh. PKK melihat hal ini sebagai
hati-Nya. Tentang penumpangan tangan, dalam suatu karunia yang penting ditumbuhkembangkan
www.katolisitas.org dijelaskan, bahwa harus untuk kemuliaan Tuhan sebagai bentuk hubungan
dibedakan makna penumpangan tangan oleh para yang sangat pribadi antara seseorang dengan
klerus/ terbaptis dan para awam. Romo Boli SVD, Tuhan dalam doa pribadinya maupun pelayanan
pakar Liturgi menjelaskan bahwa penumpangan doa kepada orang lain. “.... Kepada yang seorang
tangan dalam semua perayaan liturgi memang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan
hanya boleh dilakukan oleh para tertahbis, seperti bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan
dalam sakramen- sakramen, seperti Ekaristi, karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1
Krisma, Pengakuan dosa, Tahbisan dan Pengurapan Kor 12:10). Semua di atas sejalan dan tidak
Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi KHUSUS NATAL | THN XXXVIII | 25 Desember 2017 41

