Page 38 - WP-Edisi-Khusus-Natal-XXXVIII-25-Des-2017
P. 38

Serba - Serbi


              KARISMATIK,  BENARKAH KATOLIK ?


































            Secara umum, dimanapun,  apabila  tercipta   demi  menjawab  pertanyaan  yang  muncul  dari
        inovasi  yang dianggap  “baru”, hampir  dapat   berbagai penjuru.
        dipastikan timbul pro dan kontra. Demikian halnya
        dengan  gerakan  karismatik  Katolik.  Sejak  muncul   Apakah   Pengertian   Pembaharuan/
        dan  berkembang  pesatnya  gerakan  karismatik   Pembaruan Karismatik Katolik (PKK)?
        Katolik  di  dunia  dan  di  Indonesia,  ada  banyak   Secara umum, Kamus Teologi mendefinisikan
        pertanyaan dari umat Katolik tentang Persekuatuan   “Karismatik”  sebagai  berikut  :  “Semua  umat
        Doa Pembaharuan Karismatik Katolik (PDPKK) dan   Kristiani yang dipanggil dan menerima rahmat Allah
        karismatik Katolik pada umumnya. Bahkan ada pula   disebut  karismatis.  Secara  lebih  khusus,  sebutan
        yang  kritis  bertanya,  “mengapa  kita  ikut-ikutan   ini  dipakai  untuk orang-orang yang  menerima
        seperti Gereja Kristen lain yang beraliran karismatik   karunia khusus Roh Kudus.” Dalam PKK, umumnya,
        seperti  GBI  dan  sebagainya?  Apakah  karismatik   karunia yang dimaksud adalah karunia (charisma)
        itu  diperbolehkan  dalam  Gereja Katolik?  Apakah   yang  adi-kodrati  sebagaimana  disebutkan  dalam
        Karismatik  Katolik  itu  sesat?”    Selaksa  tanya  itu   1  Kor  12:8-10.      Romo  Yohanes  Indrakusuma,
        sebenarnya bermuara pada satu pertanyaan besar,   O.Carm  menyatakan  bahwa  PKK  adalah  sebuah
        “apakah karismatik itu benar Katolik?”  gerakan pembaharuan rohani dalam tubuh Gereja,
            “Tak kenal maka tak sayang”, itulah ungkapan   “suatu aliran rahmat baru” yang diberikan Tuhan
        klasik yang pas untuk persekutuan doa ini. Maka   bagi Gereja-Nya untuk  menanggapi kebutuhan
        secara singkat kami perkenalkan apa itu  PDPKK   jaman.  (Romo  Yohanes  Indrakusuma,  O.Carm,
         38   Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi KHUSUS NATAL | THN XXXVIII | 25 Desember 2017
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43