
Paroki Santo Paulus Depok – 5 September 2026
“Terima kasih atas kasih, kepedulian & kemurahan hati.”
Dengan penuh syukur dan sukacita, Panitia Pembangunan Paroki Santo Paulus Depok menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat dan para donatur yang telah mengambil bagian dalam karya pembangunan Gereja Santo Paulus Depok.
Ungkapan syukur tersebut diwujudkan dalam Malam Kenduri Kasih yang diselenggarakan pada 5 September 2026 di halaman Gedung Pastoral Yohanes Paulus II. Kegiatan ini menjadi momentum untuk bersama-sama melihat kembali perjalanan karya pembangunan gereja sekaligus mensyukuri dukungan, kepedulian, doa, tenaga, serta kemurahan hati umat dan para donatur.
Pembangunan gereja bukan hanya tentang mendirikan sebuah bangunan secara fisik. Lebih dari itu, pembangunan gereja merupakan karya bersama seluruh umat untuk menghadirkan sebuah rumah Tuhan sebagai tempat bersekutu, berdoa, merayakan Ekaristi, melayani, serta bertumbuh dalam iman.
Berkat Kasih dan Kepedulian Bersama
Dalam perjalanan penggalangan dana pembangunan Gereja Santo Paulus Depok, umat menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa.
Berbagai bentuk dukungan diberikan, baik melalui donasi uang maupun bantuan material.
Hingga pelaksanaan Malam Kenduri Kasih, tercatat:
Donasi QRIS: Rp68.883.027
Donasi Transfer Rekening: Rp52.234.001
Donasi Tunai: Rp40.180.000
Donasi Material: 100 sak semen dan 10 ember cat @ 20 kg
Dengan demikian, total donasi uang yang terkumpul mencapai Rp161.297.028.
Angka tersebut bukan sekadar jumlah rupiah. Di balik setiap rupiah terdapat kasih, pengorbanan, kepedulian dan kerinduan umat untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan Rumah Tuhan.
Ada umat yang memberikan dari kelimpahan yang dimiliki. Ada pula yang mungkin memberikan dalam jumlah sederhana, tetapi diberikan dengan penuh ketulusan.
Semuanya memiliki makna yang sama: kasih yang diberikan untuk membangun Gereja.
Pesan Gembala: Gereja Dibangun Bersama
Dalam semangat pembangunan Gereja Santo Paulus Depok, Romo Daniel mengajak seluruh umat untuk melihat pembangunan gereja bukan semata-mata sebagai proyek pembangunan fisik, melainkan sebagai gerakan iman dan kebersamaan seluruh umat.
Rumah Tuhan yang sedang dibangun hendaknya menjadi gambaran dari Gereja yang hidup—Gereja yang dibangun oleh umat yang saling mengasihi, peduli, berbagi dan bergotong royong.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian.
Ada yang memberikan dana, ada yang memberikan material, ada yang memberikan tenaga dan keahlian, ada yang membantu melalui pelayanan, dan ada pula yang secara tekun mendukung melalui doa.
Semuanya adalah bagian dari pembangunan Gereja.
Pembangunan fisik Gereja akan menjadi semakin bermakna apabila sekaligus disertai dengan pembangunan iman umat. Sebab, Gereja bukan hanya gedung yang indah, tetapi terutama persekutuan umat beriman yang menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.
Karena itu, semangat pembangunan hendaknya tidak berhenti ketika bangunan gereja selesai. Justru setelahnya, seluruh umat dipanggil untuk terus membangun kehidupan menggereja: membangun persaudaraan, membangun kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, membangun keluarga-keluarga Katolik yang kuat dalam iman, serta membangun semangat pelayanan.
Dalam semangat Santo Fransiskus Assisi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan iman Paroki Santo Paulus Depok pada Tahun Yubileum 800 Tahun, umat diajak untuk terus menghadirkan damai, persaudaraan dan kasih kepada sesama. Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam perayaan Yubileum di Paroki Santo Paulus Depok: umat dipanggil untuk membangun jembatan, bukan tembok, serta menemukan kehadiran Kristus dalam diri mereka yang membutuhkan.
Bukan Hanya Membangun Gedung, tetapi Membangun Persekutuan
Gereja yang baru kelak bukan hanya milik panitia pembangunan atau mereka yang memberikan donasi terbesar.
Gereja adalah rumah kita bersama.
Di dalamnya anak-anak akan belajar mengenal Tuhan.
Kaum muda akan menemukan ruang untuk bertumbuh dan melayani.
Keluarga-keluarga akan merayakan iman.
Para lansia akan menemukan tempat untuk berdoa dan berbagi.
Dan seluruh umat akan datang untuk merayakan Ekaristi serta mengalami kasih Allah.
Karena itu, setiap kontribusi yang diberikan hari ini merupakan bagian dari sejarah perjalanan Paroki Santo Paulus Depok.
Setiap sak semen yang disumbangkan.
Setiap rupiah yang diberikan.
Setiap tenaga yang dicurahkan.
Setiap doa yang dipanjatkan.
Semuanya menjadi bagian dari karya kasih untuk membangun Rumah Tuhan.
Terima Kasih untuk Seluruh Donatur dan Umat
Panitia Pembangunan Paroki Santo Paulus Depok menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh umat, keluarga, wilayah, lingkungan, komunitas, kelompok kategorial, serta para donatur yang telah memberikan dukungan.
Terima kasih kepada mereka yang telah hadir dan memberikan dukungan secara langsung maupun kepada mereka yang tidak dapat hadir tetapi tetap mengambil bagian melalui doa dan donasi.
Kiranya setiap kebaikan yang telah diberikan menjadi berkat bagi para donatur, keluarga, komunitas, dan seluruh umat.
Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, rezeki, kekuatan dan sukacita kepada setiap pribadi yang telah mengambil bagian dalam karya pembangunan ini.
“Bersatu Membangun Rumah Tuhan.”
Semoga semangat ini terus menjadi kekuatan bagi seluruh umat Paroki Santo Paulus Depok untuk berjalan bersama, bekerja bersama dan melayani bersama.
Karena ketika kita bersatu dalam kasih, kita tidak hanya membangun sebuah gedung gereja. Kita sedang membangun rumah bagi persekutuan umat, tempat Kristus hadir dan menyatukan kita.
Tuhan memberkati setiap karya kasih kita.
Saksikan Rekaman Malam Kenduri Kasih
Bagi umat yang ingin menyaksikan kembali rangkaian Malam Kenduri Kasih 5 September 2026, rekaman kegiatan dapat disaksikan melalui:
▶️ Saksikan Rekaman Malam Kenduri Kasih di YouTube
Bersama Membangun Gereja Santo Paulus Depok
Terima kasih atas kasih, kepedulian dan kemurahan hati.
Bersatu Membangun Rumah Tuhan.
Tuhan memberkati.




