Peringatan Hari Kakek Nenek & Lansia Sedunia Yang Ke-6

Sabtu, 25 Juli 2026 Gedung Yohanes Paulus II
Hari Kakek-Nenek dan Lansia se-dunia merupakan peristiwa yang indah, sebuah momen istimewa dalam rangkaian pelayanan pastoral Gereja yang lebih luas dan berkelanjutan bagi saudara-saudari kita yang lebih tua, namun bukan berarti kita hanya peduli pada mereka di hari perayaan itu saja. Perhatian, bantuan, dan kehadiran kita untuk para lansia harus tetap berjalan dihidupi oleh komunitas-komunitas kristiani sepanjang tahun. Semangat sejati dari pesan kenabian perlu diwujudkan dalam rutinitas harian kita yang biasa melalui — kunjungan mingguan, mendengarkan dengan sabar, dan doa bersama.

Dalam semangat kasih, sukacita, dan kebersamaan, Seksi Keluarga Paroki St. Paulus Depok menyelenggarakan peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia yang ke-6. Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk merayakan kehadiran, menghargai perjalanan hidup, serta meneguhkan para kakek, nenek, dan lansia sebagai pribadi-pribadi yang senantiasa memiliki tempat istimewa dalam kehidupan keluarga dan Gereja.

Untuk mewujudkan kegiatan ini, Seksi Keluarga St. Paulus menggandeng para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan untuk mengajak dan mengumpulkan para kakek, nenk, dan lansia. Kurang lebih 90 orang kakek dan nene hadir dan berkumpul bersama di area selasar. Suasana hangat dan penuh sukacita terasa sejak awal. Mereka saling bertegur sapa, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan dalam suasana penuh keakraban.

Acara yang dipandu oleh Bu Vero dan Pak Johnson ini diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Diakon Ando, OFM. Sembari menikmati snack yang telah disediakan, para kakek, nenek, dan lansia mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Salah satu bagian utama dalam kegiatan ini adalah talkshow bersama Bapak Albertus Ryan dan Diakon Ando, OFM. Dalam kesempatan tersebut, Pak Ryan mengajak para kakek, nenek, dan lansia untuk tetap menjalani masa senja dengan penuh sukacita. Usia senja bukanlah alasan untuk larut dalam kesedihan maupun merasa kesepian. Justru di setiap tahap kehidupan, Tuhan senantiasa hadir dan menyapa umat-Nya, bahkan melalui doa-doa sederhana yang dipanjatkan dengan penuh iman dan ketulusan.

Pesan tersebut menjadi penguatan bahwa setiap pribadi, berapa pun usianya, tetap berharga dan dikasihi Tuhan. Kehadiran para kakek, nenek, dan lansia menjadi berkat bagi keluarga, komunitas, dan Gereja. Pengalaman hidup, kebijaksanaan, serta doa-doa mereka merupakan kekayaan yang tidak ternilai.
Kemeriahan semakin terasa dengan berbagai kegiatan yang menghibur dan membangun kebersamaan. Para peserta disuguhi penampilan angklung dari Kelompok Simeon Hana, dilanjutkan dengan karaoke bersama para kakek dan nenek yang menghadirkan tawa serta sukacita. Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk semakin dekat dan menikmati indahnya persaudaraan.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Aline dan Bu Grace juga turut memberikan sapaan dan sambutan selaku Koordinator Seksi Keluarga. Kehadiran dan dukungan berbagai pihak, khususnya para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.
Rangkaian Peringatan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia ke-6 kemudian ditutup dengan mengikutiMisa Sore. Setelah perayaan Ekaristi, seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama Romo Daniel Klau Nahak, OFM.
Hari itu menjadi sebuah pengingat bahwa kebersamaan adalah salah satu bentuk kasih yang sederhana namun begitu berarti. Melalui perjumpaan, sapaan, tawa, doa, dan kebersamaan, para kakek, nenek, dan lansia kembali merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Mereka adalah bagian penting dari keluarga besar Gereja yang terus dikasihi, dihargai, dan dirangkul.
Semoga sukacita senantiasa hadir di antara para kakek, nenek, dan lansia. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan damai dalam setiap langkah kehidupan mereka. Dan semoga melalui doa-doa sederhana yang mereka panjatkan, semakin banyak keluarga dan generasi muda yang merasakan kasih serta berkat Tuhan.

Selamat Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia ke-6.
Terima kasih telah menjadi sumber kasih, doa, kebijaksanaan, dan inspirasi bagi keluarga serta Gereja.
Hari Kakek-Nenek dan Lansia se-dunia merupakan peristiwa yang indah, sebuah momen istimewa dalam rangkaian pelayanan pastoral Gereja yang lebih luas dan berkelanjutan bagi saudara-saudari kita yang lebih tua, namun bukan berarti kita hanya peduli pada mereka di hari perayaan itu saja. Perhatian, bantuan, dan kehadiran kita untuk para lansia harus tetap berjalan dihidupi oleh komunitas-komunitas kristiani sepanjang tahun. Semangat sejati dari pesan kenabian perlu diwujudkan dalam rutinitas harian kita yang biasa melalui — kunjungan mingguan, mendengarkan dengan sabar, dan doa bersama. -Sisca-

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top