Page 2 - Warta Edisi 403 THN XL 20 JAN 2019
P. 2
Renungan Minggu
Keselamatan adalah Buah dari Kepercayaan
Dalam kebersamaan hidup sebagai apa pun persoalan.
manusia tentu banyak peristiwa yang kita Peristiwa yang kita hadapi dalam
alami dan hadapi. Semuanya dapat dengan keluarga tentu tidak sama, dan peran kita
mudah teratasi jika kita pikul bersama, pun pasti berbeda-beda. Dalam beragam
bahu membahu dan saling menolong. perbedaan baik peristiwa maupun peran
Walaupun harus diakui tidak semua beban itu, kita disatukan dalam satu nafas
harus dipikul bersama dan tidak semua yang sama yakni ‘percaya’. Mata rantai
masalah dapat diselesaikan bersama. ‘percaya’, ya…saling percaya ini nyata,
Peristiwa kehabisan anggur yang riil di hadapan kita. Yesus karena percaya
dialami tuan pesta yang berpotensi sangat pada kehendak Bapa maka Ia mampu
memalukan pada perkawinan di Kanna, mengubah air menjadi anggur yang kita
sangat gamblang memperlihatkan makna, kenal dengan mujizat pertama, Maria
nilai dan manfaat kebersamaan itu. Bahwa kalau tidak yakin sama Yesus yang adalah
secara eksplicit Firman Tuhan hari ini Imanuel (Allah beserta kita), tidak mungkin
menunjukkan kepada kita akan adanya ia meminta tolong Yesus untuk mengubah
kekuatan Pribadi Ilahi dalam diri Yesus air menjadi anggur, para pelayan pun jika
yang begitu berkuasa hingga mengubah tidak percaya bahwa Maria bisa mencari
air menjadi anggur; namun secara jalan keluar (sebagai perantara/mediator)
implicit mengingatkan kita akan kerja maka peristiwa menghebohkan, mujizat
sama yang begitu baik sehingga mudah pertama itu tidak mungkin terjadi.
menyelesaikan persoalan. Sebab tanpa Apakah anda dan saya masih saling
pelayan pesta mengaduh kepada Maria, percaya dengan dan dalam keluarga
dan tanpa Maria meminta Yesus untuk demi merawat kebersamaan dan kerja
membantu, dan jika para pelayan itu tidak sama? Jangan sampai hanya kekurangan
menuruti perintah untuk menyediakan dan air segelas, hebohnya seluruh tetangga.
mengisi air yang telah berubah menjadi Atau sudah mulai saling ‘menjual’ atau
anggur itu ke dalam tempayan, maka ‘menjual diri’ untuk meraih simpati
peristiwa yang memalukan itu tidak bisa demi harta, posisi dan kuasa. Jika sudah
teratasi. Meriahnya pesta ternoda, nama mengalami krisis kepercayaan separah itu,
baik keluarga tercoreng. janganlah berlari kepada minum mabok
Dari peristiwa ini, satu hal yang harus atau berserah pada mabok-mabokan
kita catat adalah Yesus memulai mujizat- lainnya, tapi pergilah kepada Yesus yang
Nya ini dalam suatu hajatan ‘keluarga’ siap mengadakan ‘mujizat’ bagi kita untuk
(perkawinan). Karena tidak bisa dibantah mencapai keselamatan yang kita harapkan.
bahwa embrio kebersamaan itu mulai dari Karena Dialah Penyelamat kita. Butuh
keluarga; dan niscaya semua persoalan pun mediator? Mungkin saja, namun harus
sering muncul dari dan dalam keluarga. slektif karena sejarah mencatat banyak
Karena itu keluarga, entah keluarga inti, kejadian yang sangat memalukan akibat
keluarga besar atau keluarga luas harus ‘saling memanfaatkan’ bahkan saling
diperkuat rasa kekeluargaannya demi berebut akibat antre panjang terhadap
melahirkan kerja sama dalam menghadapi subyek terbatas. (ber)
02 Warta Paroki St. Paulus - Depok | Edisi 403 | THN XL | 20 JANUARI 2019

