We Believe in Love, We Believe in Life

ORANG Katolik bukan percaya pada teori atau gagasan tentang mengasihi sesama dan mengasihi kehidupan. Orang katolik percaya pada Yesus Kristus, pribadi yang adalah kasih itu sendiri dan jalan kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM dalam misa perayaaan Pesta Nama Santo Pelindung Paroki St Paulus Depok, Minggu (3/7/2022). Uskup Paskalis dalam homilinya juga mengatakan, menjadi orang katolik harus selalu bersuka cita. Bukan kerena semua kebutuhan hidup telah terpenuhi, tetapi bersuka cita karena sebagai pengikut Kristus.

“Seperti dalam lagu pembukaan tadi, ‘We believe in love, we believe in life’. Kita percaya ada kasih, kita percaya ada kehidupan, bukan dari gagasan atau teori. Tapi kita percaya pada Yesus yang adalah kasih, jalan kebenaran dan hidup. Yesus adalah kasih sekaligus kehidupan yang selalu kita andalkan,” kata Uskup Paskalis.

“Semua yang diajarkan Yesus membuat kita hidup dan mampu mencintai sesama. Selama kita mengandalkan Yesus, kita bisa menjadi rasul-rasul-Nya untuk mewartakan kasih dan cinta, seperti yang dilakukan Rasul Agung Santo Paulus, yang peringatannya kita rayakan pada hari ini,” tutur Uskup Paskalis.

 

Uskup Paskalis juga mengajak umat Paroki St Paulus Depok menggunakan peringatan Pesta Nama Santo Pelindung sebagai momentum meneguhkan kepercayaan kita kepada Yesus yang secara faktual adalah kasih itu sendiri, bukan sekadar teori. Uskup Paskalis juga mengajak agar momentum perayaan Pesta Nama Santo Pelindung untuk mengingat dan memperbarui tugas perutusan, menyampaikan warta kasih, merasa bangga dengan pilihan kita sebagai orang katolik pengikut yesus.

Misa diawali dengan perarakan tarian “Penyambutan Tamu Agung,” yang dipersembahkan oleh komunitas Flobamora. Usai memimpin misa, Uskup Paskalis menyapa umat Paulus dengan mengunjungi stan-stan Pasar Rakyat yang digelar di halaman Gedung Yohanes Paulus II.

Uskup Paskalis menyempatkan diri berdialog dan memberi berkat kepada umat. Beberapa kali Uskup Paskalis terlihat mencicipi jajanan yang disajikan di stan-stan wilayah dan berfoto bersama umat.

Romo Agustinus Anton Widarto OFM memotong tumpeng

Didampingi RP Alfons S Suhardi OFM dan RP Bartolemus Jandu OFM, Romo Paroki Agustinus Anton Widarto OFM memotong tumpeng sebagai ucapan syukur Peringatan ke-62 Pesta Nama Santo Pelindung. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Uskup Paskalis.

“Bersamaan dengan peringatan Santo Pelindung, tanpa kita sadari gereja yang kita tempati sekarang ini diresmikan oleh Uskup Suharsono, tepat pada 3 Juli 34 tahun lalu. Mari kita terus bertumbuh dengan kasih dan penuh suka cita. Terima kasih kepada Wilayah Caecilia dan Wilayah Thomas Aquinas yang menjadi panitia dan telah menyelenggarakannya dengan baik,” kata Romo Anton.

“Pilihan tema ‘Pulih, Bangkit dan Tahan Uji’, sangat menggambarkan situasi yang kita alami dalam dua tahun terakhir hingga sampai saat ini. Setelah diterpa pandemi Covid-19, ketika berlahan mulai pulih dan bangkit. Kita juga sudah terbukti tahan uji, dan ini semua karena kita selalu berjalan bersama,” tutur Romo Anton.

Uskup Paskalis mengunjungi stan Wilayah Gregorius

Sementara itu ketua panitia Krisantos Tomiko mengucapkan terima kasih atas dukungan DPP-DKP, Romo Paroki, para donator dan khususnya umat Paroki St Paulus yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Selain kegiatan liturgi, panitia juga menggelar berbagai lomba di antaranya bola voli, mazmur, vocal grup, dan stan bazar di pesta rakyat.

“Ada juga berbagai lomba untuk anak-anak kita yang masuk dalam kategori BIA/BIR dan penyandang disabilitas,” kata Tomiko.

 

Pada perayaan pesta nama kali ini, Wilayah Ignatius Loyola keluar sebagai juara umum. Selamat! Erjebe.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + nine =