Siap-Siap, Virus Ayo Kuliah Bakal Menular ke Depok

SEKSI  Pendidikan menjadi salah satu tulang punggung paroki dalam mempersiapkan lahirnya generasi penerus gereja Katolik di masa depan. Melalui bantuan finansial bertajuk ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah), Seksi Pendidikan dapat menginisiasi pembinaan dan pendampingan berjenjang dari anak-anak sekolah tingkat TK, SD, SMP, hingga kuliah menjadi generasi muda Katolik yang tangguh dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan menggereja di lingkungan paroki dan masyarakat secara luas.

Demikian benang merah yang dapat dipetik dari Diskusi dan Pembelajaran terkait Program ASAK KAJ bersama Bapak Hendra dan Ibu Grace dari Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih. Hadir dalam pertemuan ini Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Paulus Depok Pater Anton Widarto, OFM, Pastor Vikaris Pater Berto Jandu, OFM, Pengurus Harian DPP/DKP, Seksi Pendidikan, dan Seksi PSE Paroki Santo Paulus Depok, di Ruang Tarsus, Gedung Yohanes Paulus II pada Minggu (23/02/2020) kemarin.

Hendra mengungkapkan, pada awalnya ASAK bertujuan untuk mempertemukan umat paroki yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan anak dengan umat yang bersedia membantu (penyantun). Namun, ASAK kemudian berkembang menjadi orang tua kedua bagi anak-anak penerima program ASAK. Sebagai orang tua kedua, ASAK menjadi forum pendampingan, pembinaan, dan pelatihan bagi anak-anak ASAK dalam menempa dirinya menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia. ASAK pada akhirnya menjadi forum kaderisasi bagi generasi muda Katolik yang tangguh dan beriman.

“Awalnya ASAK memanfaatkan alokasi dana PSE dan berada di bawah lingkup seksi pendidikan. Karena sudah berkembang, ASAK di KAJ akhirnya mandiri, dikelola oleh seksi dan kepengurusan yang terpisah dari Seksi Pendidikan dan PSE. Jumlah pengurus ASAK di KAJ saat ini mencapai 700 sukarelawan,” kata Hendra.

Grace menambahkan, jika hanya bertumpu pada kegiatan memberikan bantuan finansial, ASAK tidak berdampak menyelesaikan persoalan substansial yang dialami anak-anak ASAK. Mayoritas anak-anak ASAK berasal dari keluarga tidak beruntung yang memiliki permasalahan yang kompleks. Anak-anak tersebut mewarisi luka batin yang berkolerasi langsung dengan perilaku dan kebiasaan.

“Pengurus ASAK harus terjun mendampingi dan mengisiasi pola pembinaan berjenjang sehingga anak-anak ASAK sekaligus keluarganya bertumbuh menjadi keluarga yang beriman, yang tidak jauh dari gereja, bahkan menjadi tulang punggung generasi gereja selanjutnya. ASAK juga harus berkolaborasi dengan seksi-seksi lain untuk menghadirkan katekese yang hidup bagi anak-anak ASAK dan keluarganya,” tegasnya.

 

Hendra meyakinkan, untuk sektor pendidikan, banyak penyantun yang ingin berkontribusi. Dana kasih tersebut akan mengalir dengan sendirinya jika ASAK dikelola secara profesional. Melalui ASAK, kerja sama beasiswa baik untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi dapat dilakukan. Anak-anak ASAK memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan yang berkualitas dan karier yang baik di masa mendatang.

“ASAK itu kumpulan orang gila, karena ngurusin anak orang lain. Motto kami adalah hanya memberi tak harap kembali,” katanya.

Seperti diketahui, program ASAK di KAJ saat ini sudah diimplementasikan di 64 paroki dan 2 stasi. Nilai santunan Ayo Sekolah sebesar Rp 250.000 per bulan dan Ayo Kuliah Rp 500.000 per bulan. Sekitar 6.100 anak yang sudah menerima program Ayo Sekolah dan 900 anak tercatat sebagai penerima Ayo Kuliah. Alumni program ini mencapai 300 anak, 54 di antaranya adalah siswa seminari. Sementara itu, ASAK juga terkoneksi dengan 3.400 penyantun dan 19 perguruan tinggi. Hingga saat ini, dana cadangan ASAK KAJ mencapai Rp 25 – 30 miliar.

Pater Anton mengatakan, sharing pengalaman dari ASAK KAJ ini mempertegas komitmen kolaborasi “berjalan bersama” yang sudah diikrarkan pengurus DPP/DKP pada acara HOPE sebelumnya. ASAK memiliki irisan kegiatan terkait pembinaan dan pendampingan generasi penerus gereja dengan seksi-seksi lain seperti Katekese, Pendidikan, PSE, Kepemudaan, Keluarga.

“Kami akan melakukan konsolidasi internal berkaca dari sharing pengalaman hari ini.  Ayo Sekolah sudah on the track. Tentu saja, implementasi program ini akan disesuaikan dengan kondisi kami. Pembelajaran ini memperkuat kami untuk siap mewujudkan Ayo Kuliah sesuai dengan harapan Bapa Uskup Bogor di paroki ini,” tegasnya.  (AY)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − six =