Secara Sederhana Pesta St. CHRISTOPHORUS Dirayakan

Sederhana bukan berarti gampang, meriah tidak harus mewah. Itulah sepenggal kalimat yang menjadi semacam ‘benag merah’melukiskan suasana ‘kebatinan’ umat Wilayah Christophorus dalam persiapan dan pelaksanaan perayaan hari pelindung wilayah yang telah dipilih sebagai idolahnya “St.Christophorus”.

Bermula dari pemikiran sederhana dan dengan cara sederhana merayakan pesta pelindung lewat tanggungan kor dan petugas liturgi lainnya, namun tidak semudah yang dibayangkan. Karena di selah-selah kesibukan menggunung, umat wilayah ini harus di’push’berlatih sebisanya untuk tapil sebaik mungkin saat perayaan sebagaimana tugas tanggungan wilayah lain di perayaan berbeda. Memang mengalami kesulitan tersendiri dan harus dihadapi dengan tekad perjuangan yang tangguh.Rasa satu dan kompak telah memperlihatkan hasil ketika tampil baik saat perayaan ekaristi, juga saat ‘makan-makan’ yang diawali dengan pemotomgan tumpeng syukuran atas teladan pelayanan St. Christophorus dan semangat kebersamaan umat yang bernaung di bawah lindungannya, yang oleh Ketua Wilayah, Bonefasiu Galis disebutnya perayaan sangat meriah. Meriah karena hampir semua umat wilayah terlibat dan memperlihatkan rasa sukacitanya berindung di bawah panji St. Christophorus.

Ikuti kisah singkat terbentuknya Wilayah Christophorus oleh ketua wilayah yang kemudian dilengkapi sejarah perjuangannya oleh tokoh pendiri.

Di hadapan para pastor (P. Bartolomeus Djandu, OFM dan P. Alfons Suhardi, OFM) serta segenap umat wilayah yang hadir dalam ruang lantai dasar gedung Yohanes Paulus II, Minggu (28/07/2019) Bone Galis bercerita demikian: Awal mula terbentuknya Wil St. Kristoforus. Dulu Wilayah St Kristoforus merupakan bagian Lingkungan St. Bernadeta. Lingkungan Bernadeta meliputi wilayah UI, sepanjang jalan Margondo Raya, jalan Raya Citayam, jalan Raya Bojong Gede sampai jalan Baru Bojong Gede. Ketua Wil St. Bernadeta ketika itu adalah Bapak Yakobus Kho.

Thn 1998, Lingk St.Christophorus terbentuk dengan nama Lingk St. Monika. Berhubung nama St. Monika sudah digunakan oleh Lingkungan lain maka dipilih nama St. Christophorus sebagai gantinya. Alasan pilihan jatuh pada St. Christophorus karena dia suka mengembara, akhirnya menggotong Tuhan Yesus.

Demikian juga diharapkan agar umat di wilayah ini dengan penuh perjuangan ke gereja untuk mengikuti misa atau kegiatan di lainnya. Umat Christophorus selalu dengan susah payah menghadapi kemacetan pasar dan Stasiun citayam hanya untuk menemui Tuhan Yesus, dan semoga menggotong-Nya juga.

Lingkungan St. Christophorus berawal dari wilayah pecahan air pasar Citayam, jalan raya Bojong Gede, Villa Pabuaran dan Puri Bojong Lestari, sampai ke Lipi, Citayam Raya hingga jalan Baru. Beberapa tahun kemudian lingk St. Christophorus dimekarkan jadi dua yakni ling. Christophorus dan Lingk St. Norbertus. Tokoh2 Lingk St. Christophorus Pak Yono, Pak Yohanes Wardiyo, Pak Yohanes Debrito, Pak Y. Sumadi, Pak Waluyo, dll.

Pada thn 2011 saat Rm. Tauchen H. Girsang, sebagai pastor paroki, terjadi perubahan nama dari Lingk ke Wilayah. Dan will St. Christophorus saat ini terdiri atas dua lingkungan yakni lingkungan St. Vinsensius dan lingkungan St. Paskalis. Jumlah umat saat ini mencapai Sekitar 60 kk.

Tanggal 24 Juli 2019 Wilayah Christophorus mencapai usia 21 tahun yang dirayakan secara sedrhana namun sangat meriah di tanggal 28 Juli. Pada perayaan syukuran pesta pelindung ini ketua wilayah berpesan “Semoga umat St. Christophorus tetap semangat, rukun guyub, penuh kasih dan sukacita melayani sesama. Gentonglah Yesus dengan penuh sukacita seperti St. Christophorus.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 2 =