Saatnya Berani Merayakan Ekaristi di Gereja

PERISTIWA  kebangkitan Yesus hendaknya menjadi teladan bagi umat Paroki St Paulus Depok untuk lebih peduli dan lebih terlibat dalam kegiatan dan pelayanan gereja.

Setelah pandemi Covid-19 mereda seharusnya aktifitas pelayanan kembali normal, bahkan harus lebih meriah lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh RP Agustinus Anton Widarto OFM dalam pesan Paskah, Minggu (17/4/2022) di Gereja St Paulus Depok.

Romo Anton menjelaskan, apa yang terjadi di dua tahun terakhir ini, sedikit menggambarkan apa yang dialami oleh murid-murid setelah Yesus wafat.

Ketika itu, saat gelapnya pagi Maria Magdalena datang ke makam Yesus dan tidak menemukan tubuh Yesus sementara pintu makam telah terbuka.

Romo Anton menggarisbawahi frasa gelapnya pagi. Menurutnya gelap pagi adalah menyambut terang, bukan menuju kegelapan yang lebih kelam.

Maria Magdalena tidak patah arang, tidak putus asa ketika melihat makam Yesus kosong. Dia yakin dan percaya pada saatnya Sang Terang akan datang.

“Sama dengan yang kita alami. Mungkin dua tahun lalu, kita masih bisa merayakan Paskah dengan orang-orang terkasih, dan kali ini mereka sudah tiada karena Covid sehingga mendahului kita.

Dua tahun lalu kita merayakan Paskah secara terbatas, dan kini sudah lebih meriah meski tetap dengan protokol kesehatan. Kita harus percaya bahwa hal yang lebih baik akan terjadi pada masa-masa mendatang,” kata Romo Anton.

Kisah kebangkitan Yesus, lanjut Romo Anton, menunjukkan kuasa Allah atas kematian, kehidupan dan manusia. Pikiran manusia tidak akan mampu mencerna peristiwa itu, tapi secara historis itulah yang terjadi. Namun Romo Anton mengajak kita bukan untuk menjadi pemuja sejarah, atau pengagum masa lalu tapi lebih percaya bahwa kuasa Allah adalah nyata.

Ketika Yesus ditangkap, dihukum, dan wafat, para rasul takut dan mengurung diri. Namun ketika Maria Magdalena mengabarkan kebangkitan Yesus, para murid teringat pada pesan Yesus bahwa Dia akan bangkit dari kematian. Sejak itu para murid berani mengabarkan kabar suka cita, bahkan jadi martir.

“Mari kita jadikan kebangkitan Yesus sebagai tonggak kebangkitan kita dalam pelayanan gereja, lebih aktif dalam kehidupan gereja. Kita harus berani mengikuti teladan para rasul yang memberikan hidupnya pada pelayanan terhadap Tuhan. Saat ini setiap kali kita misa, selalu ada bangku yang kosong.

Banyak yang mendaftar, tapi ada yang tidak hadir, bukan satu dua orang tapi bisa mencapai puluhan. Mari kita mulai berani merayakan Ekaristi di gereja, yang merupakan puncak kehidupan iman kita, sekaligus menimba kekuatan darinya,” tutur Romo Anton.


Sementara itu RP Bartolomeus Jandu OFM memberi apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya perayaan Paskah tahun ini. Secara khusus Romo Berto memuji Mitra Perempuan St Paulus Depok yang telah bekerja keras selama Pakan Suci menghias altar di Gereja St Paulus Depok dan Gedung Yohanes Paulus II.

“Terima kasih atas komitmennya, karena saya tahu ini pasti melelahkan. Terima kasih juga kepada pihak keamanan terutama dari Polri dan TNI yang membuat kami bisa merayakan Paskah dengan rasa aman dan nyaman,” kata Romo Berto.

Pada Paskah kali ini, DPP menunjuk Wilayah St Agustinus dan Wilayah St Stefanus menjadi panitia. Sebelumnya dalam dua tahun terakhir, semasa Covid, perayaan hari besar diambil alih oleh DPP.

Ketua panitia Paskah Hermanto mengaku sempat ragu ketika ditunjuk menjadi panitia pada Januari lalu. Pasalnya saat itu kasus Covid belum mereda. Dia juga khawatir dengan masalah anggaran dan partisipasi umat.
“Namun kami ditegukahkan oleh para romo, dan semakin semangat ketika bulan Maret kasus Covid menurun drastis. Terima kasih kepada seluruh umat yang telah memberikan dukungan,” kata Hermanto.

Selama Paskah panitia menggelar acara Sepedaan Bareng Romo dan mengunjungi umat berkebutuhan khusus. Bekerja sama dengan wilayah, panitia juga menggelar bakti sosial, termasuk berbagi takjil dan mengunjungi panti asuhan.


Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar berkesempatan meninjau perayaan Paskah pada Sabtu (16/4/2022). Imran mengapresiasi pelaksanaan protokol kesehatan selama perayaan Paskah. Umat diwajibkan mendaftar melalui link pendaftaran dan menggunakan aplikasi Peduli-Lindungi. erjebe

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =