Renungan Minggu Prapaskah I

Binatang Liar dan Malaikat

Minggu I Masa Pra Paskah

(Mrk 1:12-15)

 

Rabu lalu kita memulai masa Pra Paskah. Ada lima minggu selama masa Pra Paskah sampai Hari Raya Paskah. Bacaan Injil untuk Minggu pertama Pra Paskah selalu tentang godaan yang dialami Yesus. Catatan Markus tentang pencobaan Yesus yang kita dengar hari ini adalah yang terpendek. Tidak ada dialog antara Yesus dan Setan; godaan tidak dijabarkan dengan cara apapun. Sebaliknya kita menemukan pernyataan yang membingungkan bahwa Yesus “berada di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia”.

Kita bisa menempatkan binatang liar dan malaikat sebagai dua kekuatan yang berlawanan. Binatang liar dipahami sebagai hamba Setan, menguji hubungan Yesus dengan Allah, membujukNya untuk menempatkan diri sebagai pusat hidup. Sebaliknya, malaikat adalah hamba Allah, mendukung Yesus dalam masa pergumulanNya, memberi kekuatan untuk berdiri teguh dalam ujian, untuk menahan serangan gencar.

Kita juga bisa menemukan diri kita terjebak di antara binatang buas dan malaikat. Ada saat-saat dimana keyakinan terbaik kita, nilai terdalam kita, sedang diuji. Nilai-nilai Injil tidak selalu sesuai dengan dunia tempat kita tinggal. Tekanan untuk berkompromi dengan nilai-nilai itu bisa sangat kuat. Kita dapat menemukan diri kita dalam suatu padang belantara moral dan rohani di mana sangat sedikit penghargaan atau pemahaman tentang pesan Injil. Memang, kita bisa merasa sangat sendirian sebagaimana Yesus juga sendirian di padang gurun.

Pada saat-saat seperti itu, ingatlah bahwa sebenarnya kita tidak sendiri. Para malaikat melayani kita. Kehadiran Tuhan yang melayani, memberdayakan dan menghibur selalu terjadi. Inilah pesan Yesus segera setelah Ia keluar dari padang gurun, “waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus telah melawan kerajaan Setan selama empat puluh hari di padang gurun. Dan pada akhir pencobaan, Yesus datang dengan mengetahui bahwa kerajaan Tuhan lebih kuat daripada kerajaan Setan, bahwa pemerintahan Tuhan hadir untuk semua.

Selama Empat puluh hari masa pantang dan puasa, mungkin kita akan menjumpai binatang liar, menghadapi godaan-godaan. Namun jangan takut, para malaikat akan melayani kita; Tuhan akan mendukung kita.

RP. Oki Dwihatmanto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − fourteen =