Renungan Minggu Biasa XXX

Hukum Cinta Kasih

Penginjil Matius menunjukkan bagaimana Yesus menganggapi pertanyaan orang Farisi tentang hukum yang utama. Yesus mengungkapkan bahwa hukum yang terutama yakni, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi. Ini artinya kasihilah Tuhan Allah dengan seluruh diri dan yang kita miliki. Tapi perlu diingat bahwa dengan mengasihi Allah tidak berarti Allah perlu dikasihani. Tetapi, mengasihi Allah mengungkapkan kesadaran dan iman kita bahwa Allah telah mengasihi manusia terlebih dahulu.

Pertanyaannya, bagaimana caranya mengasihi Allah?
Manusia memiliki hati, jiwa dan akal budi. Semua itu adalah berkat atau pemberian Tuhan, tanda kasih Tuhan kepada manusia. Hati kita diarahkan untuk menjadi seperti hati Yesus yang berbelas kasih dan memancarkan kasih kepada sesama. Jiwa kita diarahkan untuk menjadi seperti Yesus yang selalu memuliakan Allah melalui doa,meditasi dan kontemplasi. Akal budi kita diarahkan untuk semakin mengenal Allah, memikirkan dan memilih yang benar dalam hidup. Dengan kekuatan, kita melakukan yang benar dihadapan Tuhan dan sesama seturut kehendak Tuhan.
Semua itu adalah bentuk pujian dan kasih bagi Allah. Selain mengasihi Allah, Yesus juga mengingatkan dan menekankan tentang mengasihi sesama. Bagaimana kita dapat mengasihi Allah yang tak terselami bila kita tidak dapat mengasihi sesama manusia yang kelihatan?
Bila kita mengasihi Allah Bapa berarti kita juga harus mengasihi sesama manusia dan ciptaan-Nya.  Dan satu hal yang juga Tuhan sampaikan dalam Injil hari ini adalah bahwa kita diingatkan untuk mencintai diri sendiri, dengan maksud mensyukuri serta menerima diri dengan segala keterbatasan dan kelebihannya. Dengan bisa bersyukur dan menerima diri, kita juga bisa menerima orang lain dan mencintai Tuhan.
“Anda tidak bisa benar-benar mencintai orang lain kecuali Anda benar-benar mencintai diri sendiri terlebih dahulu.” – Fred Rogers

RP. Agustinus Anton Widarto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 1 =