Renungan Minggu Biasa XXIX

Berdoa Berarti Berjumpa dengan Tuhan

Hari Minggu Biasa XXIX

Bacaan I: Kel. 17:8-13; Mzm. 121;1-2.3-4.5-6.7-8; Bacaan II: 2Tim. 3:14-4:2: Bacaan Injil: Luk. 18:1-8

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan, berdoa merupakan cara atau sarana bagi kita untuk berjumpa dengan Tuhan. Dengan berdoa, kita berkomunikasi kepada Tuhan. Dan isi komunikasi yang kita sampaikan misalnya ucapan syukur atas segala rahmat yang kita terima dari Tuhan, atau juga berbagai permohonan-permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan. Ketika kita menyampaikan permohonan-permohonan, pada dasarnya ada sesuatu di balik permohonan itu yakni kepercayaan ataupun keyakinan kita bahwa Tuhan akan mengabulkannya.

Hari ini, terkhusus di dalam Injil, Yesus mengajari para murid agar berdoa dengan tidak jemu-jemu atau tidak cepat-cepat, tidak terburu-terburu. Mengapa Yesus mengajari para murid agar tidak berdoa dengan cepat-cepat? Kiranya ada beberapa alasan: Pertama, berdoa pada dasarnya membiarkan Tuhan yang lebih dulu berbicara kepada kita. Membiarkan Tuhan yang berbicara itu artinya kita percaya bahwa Tuhan pada dasarnya sudah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Kedua, berdoa dengan tidak buru-buru memberikan makna kepada kita bahwa kita berbicara kepada Allah, bukan kepada sesama kita manusia. Karena itu, dengan berdoa yang tidak jemu-jemu maka kita menyadari diri kita yang pada dasarnya orang yang memohon kepada Tuhan.

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus, doa yang kita panjatkan kepada Tuhan didasarkan oleh iman kita kepada-Nya. Dan Allah yang kita Imani tidaklah seperti Tuan yang digambarkan di dalam Injil. Tuan yang diceritakan di dalam Injil adalah tuan yang mengabulkan permohonan seorang janda bukan karena ia mengasihi si janda itu, namun karena ia merasa direpotkan oleh si janda itu.

Sebaliknya, Allah yang kita imani adalah yang senantisa peduli kepada kita. Allah yang kita imani adalah Allah yang sungguh-sungguh mengenal  hati setiap orang. Karena itu, ketika kita berdoa kepada Tuhan, janganlah ragu karena Allah akan mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Berdolah dengan sepenuh hati, tidak jemu-jemu, tidak cepat-cepat, namun berbicara kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan murni. Marilah kita tekun di dalam doa, agar kita pun semakin mengetahui kehendak Tuhan di dalam hidup kita.

Diakon Santono Situmorang OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + twelve =