Renungan Minggu Biasa XIX

YESUS ADALAH ROTI KEHIDUPAN

 

Yesus sebagai roti kehidupan tidak selalu mudah dipahami oleh lawan-lawan politik-Nya. Dalam konteks Injil lawan-lawan politik Yesus itu adalah orang-orang Yahudi. Kelompok ini tidak begitu mudah untuk menerima Yesus sebagai roti kehidupan. Mengapa? Karena mereka sungguh memahami latar belakang kehidupan Yesus. Mereka sungguh mengenal serba-serbi kehidupan Yesus. Bahwa Dia berasal dari keluarga sederhana di Nazaret yang orangtua dan keluarga-Nya mereka kenal baik. Karena latar belakang kehidupan Yesus seperti itulah yang membuat mereka bersungut-sungut dan menolak Yesus ketika Yesus mengatakan bahwa” Dia adalah roti yang telah turun dari surga.” Kalau kita melacak seluruh Injil, maka soal Yesus sebagai roti hehidupan yang telah turun dari surga menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang Yahudi terutama pemimpin-pemimpinnya menolak Yesus dan menghadapkan Yesus pada penyaliban yang berujung pada kematian-Nya.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan

Menariknya bahwa meski orang-orang Yahudi itu bersungut-sungut dan menolak Yesus sebagai pribadi yang datang dari Allah dan punya persatuan yang akrab dengan Allah itu, Yesus menegaskan bahwa apabila mereka membuka diri dan datang kepada Yesus, maka hal itu bukan karena kehebatan Yesus tetapi karena pekerjaan Allah. Allah sendirilah yang menggerakkan hati orang sehingga orang dapat datang kepada Yesus. Karena itu orang yang datang kepada Yesus adalah orang yang sudah lebih dahulu mendapat rahmat Allah. Rahmat Allah sudah lebih dahulu merasuki hidup orang sehingga orang datang kepada Yesus. Untuk orang yang datang kepada Yesus karena pekerjaan Bapa itu, Yesus memberikan jaminan bahwa orang yang digerakkan oleh rahmat Allah untuk datang kepada Yesus akan dibangkitkan oleh Yesus Kristus pada akhir zaman.

Jaminan Yesus kepada orang yang datang/percaya kepada-Nya itu amat istimewa karena berkaitan dengan keselamatannya. Yesus berkata, “Sesungguhnya siapa saja yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” Artinya orang yang percaya kepada Yesus itu tidak akan mati secara rohani, melainkan hidup untuk selama-lamanya. Dengan demikian yang mau dikatakan oleh Yesus adalah  bahwa keselamatan dari orang yang percaya kepada Yesus itu tidak hanya menyangkut sesuatu yang akan terjadi nanti yaitu pada akhir zaman melainkan terjadi juga sekarang ini selagi orang yang bersangkutan masih berada di dunia ini. Kehidupan kekal itu menyangkut kehidupan sekarang di dunia ini maupun kehidupan yang akan datang. Kunci untuk dapat mengalami keselamatan yang bersifat sekarang dan nanti itu adalah percaya kepada Yesus. Keselamatan itu ditawarkan kepada manusia hanya dengan melalui Yesus Kristus sebagai Dia yang datang dari Allah, sebagai Dia yang adalah roti hidup yang telah turun dari surga. Karena itu kita diminta untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai roti kehidupan yang telah datang dari surga/Allah kepada dunia ini, kepada kita semua supaya kita mengalami keselamatan/kehidupan kekal.  Selamat berjuang, Tuhan memberkati.

 

RP. Bertolomeus Jandu, OFM

     

 

 

 

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − 3 =