Renungan Minggu Biasa XII

Mrk 4: 35-40

Yesus di Rumahmu

Ada seorang yang mengundang Tuhan untuk tinggal bersamanya di rumahnya yang besar. Pada saat Tuhan datang, orang ini memberikan kepada-Nya kamar yang paling bagus di rumah itu. “Yesus, kamar ini milik-Mu ya! Kay bisa tinggal disini sampai kapanpun dan Kau bebas melakukan apapun dengan kamar ini. Pokoknya kamar ini dan segala isinya adalah milik-Mu!”

Pada malam itu saat dia sudah istirahat terdengarlah suara ketokan yang amat keras di pintu utama. Dia keluar dari kamarnya dan pada saat membuka pintu, dia begitu kaget melihat iblis bersama dengan tiga setan yang lain! Mereka berusaha untuk masuk dan menyerangnya. Tetapi dia melawan mereka sampai akhirnya dia berhasil menutup píntu dan menguncinya. Capai dan lelah dia kembali ke kamarnya sambil berpikir, “Ya ampun, aku selengah mati berperang dengan setan-setan sedangkan Yesus tidur nyenyak di kamar yang paling bagus di rumahku! Ah ngga apa-apa, mungkin Dia memang ngga dengar. Kemudian ia pun tertidur. Hari kemudian pada tengah malam tiba-tiba ada bunyi yang begitu keras seperti mendobrak pintu utama! Dia segera keluar dari kamarnya dan ternyata di depan rumah sudah ada belasan setan-setan yang berusaha untuk masuk!

Dengan sekuat tenaga dia melawan dan mengusir mahkluk-mahkluk keg- elapan itu dan akhirnya setelah bergulat selama tiga jam lebih dia berhasil menutup pintu. Sekarang dia sungguh lelah habis! Ditambah lagi dengan rasa bingungnya karena sikap Tamunya yang cuek, “Mengapa Tuhan tidak mau menolong saya? Mengapa Dia membiarkan saya melawan setan-setan itu sendirian?” Karena capai tertidurlah ia di atas sofa yang ada di ruang tamu.

Pagi-pagi hari berikutnya dia datang kepada Yesus untuk membicarakan masalah y yang ariadi pada dua malam terakhir itu. Setelah dia masuk ke kamar Yesus dia langsung herkata, “Yesus, aku sungguh tidak mengerti. Dua malam terakhir ini aku harus melawan selan-setan sendirian dan berusaha mengusir mereka dari rumah sedangkan Kau tidur soia disini. Bukankah aku telah memberikan kepada-Mu kamar yang paling bagus? Aku kira saat aku mengundang Kau tinggal bersamaku di rumah ini, pasti Kau akan selalu memperhatikan aku dan melindungi aku. Aku telah memberikan yang paling bagus kepada Kau. Apalagi yang harus kulakukan?” “Hai anak-Ku,” Yesus berkata sambil menatapnya dengan penuh kasih dan perhatian, “Aku sungguh mengasihimu. Aku melindungi semua yang kamu telah serahkan pada-Ku. Saat kamu mengundang Aku untuk tinggal bersamamu, kamu memang memberikan kamar yang paling bagus tetapi kamu juga menutupi pintu ke bagian: bagian lain rumahmu! Aku telah melindungi kamar ini dan tidak ada setan satupun yang dapat masuk kesini. Sungguh Aku telah menjadi Tuan kamar ini tetapi bukan Raja rumahmu.” “Maafkan aku, Tuhan,” dia berkata kepada Yesus. “Ambillah seluruh rumahku ini.. ini adalah milik-Mu! Aku ingin supaya Engkau merajai seluruhnya!” Sambil berkata demikian, dia membuka pintu kamar lebar-lebar dan bersujud di hadapan Tuhan. Tuhan menginginkan seluruh dirimu… bukan sebagian saja! Dia akan menerima apa- pun dan semuanya yang kamu serahkan pada-Nya, dan tidak lebih dari itu. Apakah kamu sungguh rela menyerahkan segalanya kepada-Nya? “

Beriman pada Yesus dengan mendengarkan pengajaran-Nya ternyata tidak serta merta membawa kita pada situasi bebas dari godaan dan pengalaman menderita. Para rasul yang baru saja diajar Yesus dengan berbagai perumpamaan ternyata ketika menjumpai kesulitan juga masih belum sepenuhnya percaya akan Yesus. Bahkan Yesus yang ada bersama mereka dalam perahu masih belum bisa membuat mereka yakin, malahan menyangsikan kehadiran-Nya.

Semoga Yesus yang sudah ada dirumah kita, selalu kita sapa dan kita serahkan seluruh perjuangan hidup kita pada-Nya.

Ingatlah Yesus ada di rumahmu, di keluargamu dan seluruh perjalanan hidupmu.

Tuhan Yesus memberkati.

 

RP. Agustinus Anton Widarto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 14 =