Renungan Minggu Biasa XI

 

(Mrk 2:41-51)

Menanam biji sesawi yang kecil

 

Hari ini, untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah, Yesus menggunakan dua perumpamaan yaitu perumpamaan tentang benih yang ditabur di tanah yang kemudian bertumbuh dan perumpmaan tentang biji sesawi. Yesus menggunakan perumpamaan dari dunia yang sangat dekat atau sangat dikenal oleh para pendengarnya yaitu dunia pertanian.

Dengan perumpamaan tentang benih yang tumbuh secara diam-diam, Yesus menggambarkan bahwa Kerajaan Allah dapat tumbuh di antara kita dengan cara yang tidak sepenuhnya kita pahami, sama seperti benih yang ditabur di tanah, tumbuh sampai dipanen, dengan cara yang tidak dipahami oleh si petani. Kiranya ini bisa menjadi sumber pengharapan bagi kita yang mungkin tergoda untuk putus asa karena merasa begitu lambatnya kemajuan cara-cara Allah bekerja di dunia ini. Pewartaan Kerajaan Allah pada akhirnya adalah pekerjaan Allah dan pekerjaan itu selalu berjalan, bahkan ketika kita tidak melihatnya atau memahaminya. Bisa jadi kita baru akan dilibatkan pada saat kedatangan-Nya, sama seperti petani yang baru berperan menjelang panen. Jadi, perumpamaan pertama dalam Injil hari ini memperingatkan kita agar tidak melebih-lebihkan peran kita.

Perumpamaan kedua mengingatkan kita bahwa Allah dapat bekerja dalam situasi dan tempat yang tampaknya sangat tidak menjanjikan bagi kita. Ada perbedaan mencolok antara biji sesawi (yang terkecil dari segala jenis benih), dan sayuran yang tumbuh darinya, yang pada cabang-cabangnya burung-burung di udara dapat bersarang. Awal yang tidak penting dapat membawa hasil yang luar biasa. Kerajaan Allah seperti itu. Pada awalnya, ia sering dinyatakan dalam hal-hal kecil dan tampaknya tidak penting. Bisa saja kita merasa bahwa iman kita tidak berarti, sekecil biji sesawi. Namun, Yesus meyakinkan kita bahwa Roh bekerja di dalam dan melalui iman seperti itu. Harapan kita bisa saja mengecil menjadi seukuran biji sesawi. Perumpamaan itu mengatakan bahwa harapan kita yang kecil itu pun sudah cukup untuk dikerjakan oleh Tuhan. Segala usaha kita mungkin terlihat membuahkan hasil yang sangat kecil. Perumpamaan biji sesawi yang kecil ini meyakinkan kita bahwa Allah akan memperhatikan yang kecil ini dan Ia memastikan bahwa panen atau hasil dari yang awalnya kecil itu akan berlimpah ruah.

 

RP. Oki Dwihatmanto, OFM*

*Versi sedikit lebih singkat dari renungan ini  telah saya kirim untuk website LBI.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + 12 =