Renungan Hari Raya Pentakosta

Roh Kudus Karunia dari Allah

Kis.2:1-11;Rm.8:8-17;Yoh.14:15-16.23b-26

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Yesus, hari ini Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta, Hari Raya turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan juga kepada kita. Roh Kudus merupakan karunia yang berasal dari Allah Bapa dan Allah Putra kepada umat manusia. Karena itu, Hari Raya Pentakosta mengingatkan kita bahwa Allah senantiasa mengasihi umat manusia, mengasihi semua orang yang percaya kepadanya serta melakukan segala perintah-Nya. Allah senantiasa hadir dan tinggal bersama para murid-Nya.

Saudara-saudari yang terkasih di dalam Yesus, bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan identitas kita sebagai anak Allah, sebagai murid Kristus, sebagai orang yang hidup dalam Roh Allah. Dan salah satu identias kita yang paling mendasar sebagai murid Kristus adalah mengasihi Allah dan menuruti perintah-Nya. “Jika engkau mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh.14:15). Mungkin kita bertanya, perintah yang mana? Apakah perintah yang dimaksudkan oleh Yesus itu 10 perintah Allah? ataukah hukum cinta kasih yakni mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri? Tentunya baik perintah 10 Firman Allah dan perintah untuk saling mengasihi sudah sepatutnya kita lakukan sebagai murid-murid Kristus. Akan tetapi, dalam konteks ini perintah yang dimaksudkan oleh Yesus sebagaimana diajarkan oleh Paulus kepada jemaat di Roma yakni perintah agar kita tidak hidup menurut daging, melainkan hidup dalam Roh (Rom. 8:9).

            Rasul Paulus mengajarkan bahwa hidup menurut daging akan membawa kepada kematian, sementara hidup dalam roh akan membawa kepada kehidupan kekal. Mungkin kita bertanya, apa maksudnya hidup menurut daging dan hidup menurut Roh. Hidup menurut keinginan daging dapat diartikan ketika kita memaknai hidup ini hanya didasarkan pada keinginan diri kita, keinginan kelompok kita, keinginan yang sifatnya lahiriah. Atau keinginan daging dapat juga dipahami ketika kita hanya sibuk mengurus apa yang dibutuhkan oleh kebutuhan jasmani kita dan kita lupa akan kebutuhan rohani kita. Hidup menurut daging jika kita hanya mengandalkan diri kita, mengandalkan kemampuan akal budi kita, karena kita percaya bahwa segala sesuatu dapat kita lakukan seturut kehendak dan kemaun kita. Sementara hidup dalam Roh artinya jika kita senantiasa mengandalkan Tuhan, kita bekerjasama dengan Tuhan, kita membiarkan diri kita dituntun oleh Roh Allah. Singkatnya, kita menjadikan Allah sebagai pusat hidup kita.

            Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus, peristiwa Pentakosta mengingatkan kita akan para murid berkumpul dan berdoa bersama, lalu Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api turun ke atas mereka, dan para rasul berbicara dengan banyak bahasa dan semua orang yang mendengar mereka mengerti apa yang mereka sampaikan. Karena itu, peristiwa Pentakosta membawa kekuatan bagi para rasul bahwa mereka harus bersaksi. Dan mereka sudah bersaksi melalui perkataan mereka dan banyak orang memahami apa yang mereka ajarkan. Hal yang sama diharapkan oleh Yesus kepada kita pada hari ini, agar kita melalui cara kita masing-masing untuk bersaksi. Tentu kita tidak memohon agar peristawa yang sama kita alami sebagaimana dialami oleh para rasul. Melainkan hal yang mungkin kita lakukan yakni kita bersaksi melalui tindakan kita, melalui panggilan hidup kita masing-masing. Melalui tindakan yang baik yang kita tunjukkan kepada setiap orang, melalui tutur kata yang baik, dengan kesetiaan kita pada panggilan hidup kita masing-masing, dengan cara itulah kita mengasihi Allah, dan melakukan segala perintah-Nya. Dan karena itu, sebagaimana diajarkan oleh Yesus agar kita tidak lupa untuk memohon kepada Allah Bapa supaya mengutus Roh-Nya untuk mengajari dan mengingatkan kita akan hal-hal yang sudah diajarkan oleh Yesus kepada kita. Kita memohon Allah Roh Kudus untuk membimbing kita agar tetap setia akan apa yang sudah kita janjikan.

Diakon Santono Situmorang, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + 15 =