Renungan Hari Raya Penampakan Tuhan

“Hari Raya Penampakan Tuhan”

Hari ini kita, Gereja Katolik Indonesia merayakan Epifani. Epifani berasal dari kata Yunani Epiphaino, yang berarti menampakkan diri. Dalam iman kita, Tuhan yang kita imani tidak hanya mencipta namun juga menyertai dan menyelamatkan. Tuhan tidak hanya menciptakan dan kemudian membiarkan manusia begitu saja.

Penyertaan Tuhan kepada manusia nampak dalam berbagai cara dan bentuk. Dalam sejarah keselamatan bangsa Israel, Allah menyertai dengan memberikan raja-raja, hakim, nabi dan utusan-utusannya untuk menemani perjalanan iman mereka.

Dalam perayaan Epifani ini, ada 2 hal yang menarik perhatian iman kita. Pertama, kita diajak melihat bahwa selain melalui para raja, hakim dan nabi utusan-Nya,Tuhan juga menuntun dan menampakkan diri dalam cara yang lain, melalui terang bintang. Dengan terang bintang, para majus pada akhirnya menemukan Tuhan.

Kedua, bahwa janji keselamatan tidak hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel. Hal ini nampak dalam kehadiran 3 orang majus dari Timur, Melkior, Baltazar dan Kaspar. Janji keselamatan diperuntukkan bagi mereka yang membuka diri untuk dituntun dan diarahkan kepada Tuhan.

Dari sini kita bisa menarik permenungan pertama, Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif yang tidak merasa cukup dengan satu atau dua cara dalam meneruskan cinta-Nya kepada kita. Tuhan tidak hanya menuntun ketika kita sedang di Gereja. Melalui kesibukan dan pekerjaan serta kehidupan kita sehari-haripun Tuhan juga mau hadir menuntun dan menyinari kita dengan cinta-Nya. Tuhan tidak dibatasi oleh apapun dalam meneruskan Cinta-Nya. Kedua,  Tuhan hanya meminta kita membuka diri,mau belajar dan tidak merasa paling benar. Tuhan yang sudah sangat terbuka dalam menyatakan cinta-Nya juga setia menunggu kita membuka diri utk menerima penampakan-Nya. Ketiga setelah berjumpa dengan Bayi Yesus, para majus kembali melalui jalan lain. Hal ini menyimbilkan bahwa perjumpaan dengan Bayi Yesus membawa  perubahan arah hidup, pertobatan. Semoga demikian juga dengan kita. Amin.

 

RP. Agustinus Anton Widarto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + seven =