Renungan Minggu Biasa III

Terbuka untuk Berubah

Mrk 1:14-20

 

Kita terbiasa hidup dalam keteraturan. Ada irama hidup yang rutin. Bangun, berdoa, mandi, menyiapkan dan sarapan, berangkat kerja atau beraktivitas, kembali ke rumah, mandi, nonton sinetron di televisi, bercengkerama bersama keluarga, tidur. Begitu terus setiap hari. Mungkin ketika kita mengubah salah satu rutinitas itu, kita merasa agak terganggu. Kita hidup dalam rutinitas dan rutinitas itu membuat kita nyaman. Tapi terkadang kita perlu perubahan-perubahan. Kita juga perlu melihat orang-orang yang berperan membawa perubahan pada diri kita, memperkaya pengalaman hidup kita dan membantu kita semakin bertumbuh dan berkembang.

Yesus adalah orang yang membawa perubahan bagi dua bersaudara dalam Injil hari ini. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes hidup di dunia terbatas, yaitu seputaran Danau Galilea. Mereka adalah nelayan. Alat usaha mereka adalah perahu dan jala. Hasil usaha mereka adalah ikan yang mereka tangkap dan uang yang mereka terima dari menjual ikan. Itulah dunia mereka. Itulah irama hidup mereka yang mungkin akan mereka jalani sampai tua kelak.

Suatu hari, Yesus memasuki hidup mereka. Dan pengaruhNya terhadap mereka sedemikian besar sehingga mereka meninggalkan perahu dan jalanya. Bahkan mereka tidak ragu meninggalkan keluarga untuk mengikuti Yesus dan berbagi dalam misiNya. “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”, kataNya kepada mereka. Alih-alih mengumpulkan ikan ke dalam jala, mereka sekarang mengambil bagian dalam pekerjaan Yesus yaitu mengumpulkan orang-orang kepada Tuhan. Lihatlah perubahan besar yang ditunjukkan oleh Injil hari ini.

Panggilan Tuhan untuk mengikuti-Nya ditujukan kepada kita setiap hari. Tidak berarti bahwa setiap hari kita mengubah ritme atau rutinitas hidup kita. Kita diajak untuk terbuka pada cakrawala baru, pada cara pandang baru yaitu cara pandang Tuhan. Rutinitas harian jika tidak disertai dengan keterbukaan pada panggilan Tuhan bisa membuat kita hanya terpaku pada cara pandang kita sendiri yang terkadang sempit.

Hari ini adalah Hari Minggu Sabda Allah. Marilah kita membuka diri terhadap Sabda Allah. Marilah kita membiarkan diri Sabda Allah mengubah diri kita dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari rutinitas dan cara pandang diri sendiri menjadi cara pandang Tuhan yang melihat sesama dalam cinta.

 

RP. Oki Dwihatmanto, OFM

 

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =