Renungan Hari Minggu Paskah VI

“Kita mengenal kehadiran-Nya sebab Ia menyertai dan diam di dalam kita”

(Yoh 14:15-21)

Dalam bacaan-bacaan harian Injil selama seminggu yang lalu, kita disuguhi percakapan Yesus dan para murid selama Perjamuan Terakhir. Hari ini juga, kita diajak untuk membaca dan merenungkan percakapan Yesus dengan para murid berkaitan dengan Roh Kudus, Roh Kebenaran. Roh Kudus senantiasa menyertai dan menolong kita dalam menghadapi lika-liku hidup kita sehari-hari. Dan kalau memperhatikan bacaan Injil, Roh Kudus itu hadir, menyertai dan menolong kita karena Ia diutus Bapa dalam nama Yesus. Ia diutus Bapa untuk menolong kita dan menjamin kita supaya tetap selamat kendati menghadapi berbagai macam tantangan dan kesulitan hidup, sebagaimana dialami oleh para rasul dan para murid perdana.

Setidaknya ada 3 ciri pokok orang yang hidupnya dibimbing oleh Roh Kudus. Pertama, karena Roh Kudus itu menguduskan, maka orang yang hidup dalam Roh Kudus selalu memelihara dan mengupayakan kekudusan. Selalu mencintai dan mewujudkan apa yang baik, benar dan suci, seperti berdoa, matiraga, beramal, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dll. Menghindari hal-hal yang negatif yang mengotori pikiran, perkataan, sikap dan tindakan, seperti prasangka buruk, curiga, iri hati, benci dan dendam, bergosip, dll.

Kedua, Roh Kudus adalah Penolong kita dalam keadaan apa pun dan menyertai kita selama-lamanya (Yoh 14:16). Maka, kita hendaknya selalu merasa yakin akan pertolongan dan penyertaan Roh Kudus. Kita tidak pernah dibiarkan sendiri untuk menggapai keselamatan kita dan melintasi padang gurun kehidupan di dunia ini. Keyakinan ini akan membuat kita teguh dalam iman dan kokoh dalam pengharapan. Kita juga tidak akan tergoda untuk mengandalkan diri pada penolong-penolong yang lain, entah itu harta duniawi, dukun, pusaka, dll. Kita hanya pengandalkan pertolongan kita pada Roh Kudus yang diutus Tuhan untuk selalu siap sedia menolong kita.

Ketiga, Roh Kudus adalah Penghibur (Yoh 14:16). Maka, kita yang hidup dalam Roh Kudus akan mengalami sukacita dan kebahagiaan sejati. Di mana pun berada, kehadiran kita juga selalu membawa kegembiraan dan sukacita. Kita hadir dengan senyuman tulus, kata-kata yang memuji, meneguhkan dan menghibur, serta pertolongan-pertolongan yang tulus dan tepat. Seperti yang dialami para rasul, mereka ( = kita) tidak menjadi atau membuat beban bagi orang lain (Kis 15:28).

Dengan bekal dan inspirasi Sabda Tuhan hari ini, marilah kita semakin membuka diri pada kehadiran, bimbingan dan pertolongan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Di antara doa-doa syukur kita, jangan lupa untuk menyelipkan syukur atas bimbingan dan pertolongan Roh Kudus. Demikian pula, dari sekian banyak doa permohonan kita, jangan lupa mohon kepada Tuhan agar selalu mengutus Roh Kudus-Nya bagi kita untuk menyertai, menolong, menghibur, membela, dan menasihati kita.

RP. Agustinus Anton Widarto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 16 =