Renungan Hari Minggu Paskah V

                               RUMAH BAPA (Yoh. 14:1-12)    

                 “AKULAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP”  

Bacaan Injil hari ini mengundang kita untuk merefleksikan apa arti dari Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup. Salah satu cara untuk merefleksikannya adalah, kita sendiri perlu menimbulkan pertanyaan sebagai berikut: ke mana saya mau pergi? Di mana tempat saya mau tiba? Dan yang terakhir, di mana saya ingin tinggal?

Namun, ketika melihat pada pertanyaan-pertanyaan ini kita tidak perlu merasa bimbang dan ragu tentang bagaimana cara untuk mencapainya, karena Yesus sendiri telah menunjukkan kepada kita bahwa: “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Jadi, jalan yang harus kita lalui untuk mencapai tujuan kita yakni, datang kepada Bapa, adalah, melalui Yesus sendiri. Melalui Dia yang harus kita pergi. Ketika Yesus berkata bahwa Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup, Ia sedang mengkonfirmasikan ke kita tempat bahwa, ke mana kita mau pergi? Dia adalah Jalan. Sampai di mana kita mau tiba? Dia adalah Kebenaran. Dan, di tempat mana yang kita memilih untuk tinggal? Dia adalah Hidup.

Dari bagian kita hanya perlu berjalan, karena, yang menjaga kita dalam perjalanan ini adalah Yesus sendiri. Hal ini memberi kita suatu pengetahuan bahwa, siapa yang berjalan dalam cahaya tahu di mana harus meletakan kaki dan dirinya. Dan, siapa yang berjalan dalam kegelapan tidak tahu di mana dia harus menempatkan kaki, apalagi dirinya. Yesus adalah jalan, maka berjalan melalui Dia kita merasa aman, karena di tengah jalan musuh tidak berani menyerang, tetapi, berjalan meleset dan keluar dari Dia maka kita akan terkena jebakan.

Jalan kita adalah Kristus dalam kerendahan hati-Nya; Kristus adalah kebenaran dan hidup adalah Kristus dalam kebesaran-Nya, dalam keilahian-Nya. Jadi, hidup mengikuti jalan kerendahan hati akan membawa kita ke yang Maha tinggi.

Marilah kita hidup dengan meniru Yesus Kristus, anak Allah, yang adalah jalannya, bukan hanya melalui teladan dan ajarannya, tetapi juga karena Ia mengidentifikasi diri-Nya dengan kebenaran dan kehidupan. Dia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia, atau  secara singkat, Dia ada di dalam Dia, menjadikan Satu. Itulah sebabnya Dia berkata bahwa “siapa pun yang melihat saya, dia sedang melihat Bapa”. Inilah faktanya bahwa Yesus bukan hanya jalan, tetapi satu-satunya jalan bagi Bapa yang adalah kebenaran dan kehidupan tertinggi.

Fr. Ameta Xavier

 

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + eight =