Renungan Hari Minggu Biasa XVII

Berdoa Berarti Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Hari Minggu XVII

Bacaan: Kej.18:20-32; Mzm.138:1-2a.2bc-3.6-7ab.7c.8; Kol. 2:12-14; Luk.11:1-13

Saudara-saudari yang terkasih, berdoa merupakan cara kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan berdoa kepada Tuhan itu artinya kita menjalin relasi dengan-Nya, dan tidak hanya menjalin relasi namun juga menyerahkan dan mempercayakan diri kepada Tuhan. Banyak alasan ataupun motivasi mengapa kita berdoa kepada Tuhan. Misalnya kita berdoa karena Tuhan memberikan kesehatan kepada kita. Dan sebagai ucapan syukur atas rahmat kesehatan itu, maka kita berdoa kepada-Nya. Atau ada juga yang berdoa kepada Tuhan, dengan tujuan agar Tuhan mengabulkan apa yang menjadi kerinduan hatinya. Singkatnya ia berdoa dengan tujuan memohon kepada Tuhan. Apa pun motivasi kita untuk berdoa, yang jelas kita percaya bahwa Tuhan yang kita Imani adalah adalah Tuhan yang baik, Allah yang mendengarkan segala doa-doa kita.

Hari ini Yesus mengajarkan kepada para murid sebuah doa yang kita kenal sebagai doa Bapa kami. Dan doa bapa kami adalah doa yang langsung diberikan atau diajarkan Yesus kepada para rasul. Jika kita memperhatikan rumusan doa bapa maka kita akan menemukan dua bagian. Bagian pertama ditujukan kepada Allah yang berisi pujian, syukur kepada Allah Bapa. Dan bagian kedua, yakni doa permohonan. Karena itu, doa bapa kami ini menjadi contoh bagi kita ketika kita berdoa. Artinya ketika kita berdoa hendaknya pertama-tama kita memuj dan memuliakan Tuhan, kemudian kita memohon apa yang kita harapkan dari Tuhan.

Saudara-saudari dari Tuhan, kita masing-masing memiliki pengalaman dalam hal berdoa. Ada yang dengan cepat doanya dikabulkan, dan mungkin ada yang lama. Sebagai manusia terkadang kita bosan, capek atau bahkan mengeluh karena doa-doa kita belum juga dikabulkan oleh Tuhan. Atas pengalaman itu, maka sekali lagi kita diajak oleh Yesus agar tidak mudah menyerah untuk berdoa kepadanya. Kita bisa belajar dari kisah seorang sahabat yang tengah malam pergi ke rumah sahabat dan berkata: Saudara pinjami aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya…Aku berkata kepadamu: sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pastilah ia akan bangun dan memberikan apa yang diperlukan”.

Saudara-saudari yang terkasih, apa yang mau dikatakan dari cerita itu? Yaitu supaya kita tidak menyerah untuk berdoa atau meminta kepada Tuhan. Selain itu, kisah itu juga mau mengajarkan kepada kita bahwa Allah senantisa dan dengan caranya sendiri akan mengabulkan doa-doa kita. Yesus sendiri mengatakan: mintalah,maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah,maka pintu akan dibukakan bagimu. Semoga perkataan Yesus ini, semakin menguatkan kita agar senantisa berdoa kepada-Nya, agar senantisa memiliki pengharapan. Dan semoga doa-doa dikabulkan oleh Tuhan.

 

Diakon Santono Situmorang, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + twelve =