Pengorbanan Sejati di Masa Kini

MANUSIA di dunia  pasti pernah merasakan pengalaman berkorban untuk orang lain. Bagi sebagian orang, tindakan ini mungkin merupakan hal yang berat untuk dilakukan. Lebih-lebih jika ini merupakan pengalaman pertama. Sebagai manusia biasa, perasaan berat dalam berkorban merupakan hal yang wajar.

Proses untuk berkorban demi orang lain, seringkali tidaklah mudah, apalagi dalam situasi sekarang dimana dunia tengah dilanda oleh virus corona. Situasi ini membuat semua berubah, memaksakan setiap orang untuk bisa bertahan dalam hidupnya masing-masing. Bacaan Injil di Minggu Palma ini, dapat memberikan suatu dorongan dan petunjuk mengenai hidup kita di tengah-tengah virus corona ini.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang awal dari pengorbanan Yesus Kristus. Ia akan berkorban untuk menebus dosa-dosa kita. Perjamuan malam terakhir merupakan simbol yang sangat kongkret untuk memperjelas awal mula pengorbanan Yesus. Ia sudah tahu bahwa akan dikhianati (lihat ayat 21). Walau begitu, Ia tidak lari. Justru Ia berbuat kasih kepada para murid-Nya. Jelas, inilah pengorbanan sejati.

Yesus sudah menunjukkan teladan tentang pengorbanan. Sebagai pengikuti-Nya, kita pun bisa melakukan pengorbanan sederhana di tengah pandemi COVID 19 ini. Pertama, tidak menimbun barang-barang yang dibutuhkan oleh setiap orang. Kedua, menghemat penggunaan barang-barang (toiletries, makanan dan lain-lain, yang biasa kita gunakan). Ketiga, meluangkan waktu pribadi atau bersama untuk mendoakan kondisi masyarakat di dunia yang sedang dilanda pademi virus corona. Ketiga hal ini merupakan bentuk berkorban yang sederhana tetapi pasti berdampak bagi orang lain. Tuhan memberkati. (Patrick Mario Juan Ghawa OFM)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =