Purisbang Lembaga Baru di Paroki St Paulus. Apa Sih Purisbang?

 

PENGURUS DPP-DKP Paroki St. Paulus Depok periode 2020-2022 sudah dikukuhkan oleh Romo Yustinus Monang (Sekretaris Keuskupan) mewakili Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, pada Minggu (12/1) lalu. Pengurus bahkan sudah langsung bekerja dan menggelar serangkaian Hari Orientasi Pastoral Evangelisasi (HOPE) dalam beberapa pekan terakhir.

Berbeda dengan pengurus periode sebelumnya, dalam struktur organisasi Paroki St Paulus Depok yang baru muncul lembaga anyar yakni Pusat Riset dan Pengembangan (Purisbang) Manajemen Pastoral dan Kaderisasi Umat. Dalam struktur organisasi, Purisbang berada di bawah komando langsung Romo Paroki yang secara  ex officio menjadi ketua Purisbang. Lembaga ini memiliki hubungan koordinatif dengan DPP-DKP.

Pembentukan Purisbang didasarkan pada ide Romo Alforinus Gregorius Pontus tentang pentingnya sebuah lembaga riset dan pengembangan di Paroki St Paulus, yang memang berkembang dengan sangat pesat. Ide ini kemudian dikomunikasikan kepada Bapa Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM dan mendapat respon sangat bagus. Apalagi dalam statuta keuskupan juga disebut adanya tim ahli berdasarkan hukum kanonik gereja.

“Jadi ide dasarnya pembentukan lembaga ini sudah ada, namun belum terimplementasi. Nah, Romo Goris kemudian menggagas adanya lembaga ini. Mgr Paskalis bahkan berharap apa yang dilakukan Paroki St Paulus bisa menjadi role model bagi paroki lain di Keuskupan Bogor,” kata Wakil Ketua Purisbang  Methodeus Eko Napitupulu.

“Purisbang tak ubahnya sebuah rumah ide, di mana usulan inovatif, opini kritis umat pada ide reksa Pastoral digodog untuk meningkatkan kualitas manajemen pastoral. Jadi secara umum, Purisbang dibagi dalam dua bidang yang utama, yaitu Bidang Riset Pengembangan Manajemen Pastoral dan Bidang Kaderisasi dan Pelatihan,” jelas Eko.

Eko menjelaskan, pihaknya sudah menyusun beberapa agenda aksi di antaranya melakukan jajak pendapat, riset, dan forum dialog umat basis yang bermuara pada terciptanya tata kelola paroki yang lebih baik. Purisbang juga akan menjadi fasilitator kaderisasi umat dan komunikasi lintas bagian/seksi untuk menemukan talenta sekaligus membentuk generasi penerus pengelola umat basis, dan pastoral paroki.

“Ada dua target jangka pendek yang diberikan Bapa Uskup dan Pastor Kepala Paroki .  Pertama penyusunan Draft ART Paroki, dan kedua membantu  penyusunan kurikulum katekese pada semester pertama 2020. Dalam usia bayi, kami bahkan diminta oleh Romo Paroki untuk menyelanggarakan Hari Orientasi Pastoral Evangelisasi bersama seluruh anggota tim DPP-DKP,” imbuh Buha Edyson, Koordinator Kaderisasi & Pelatihan Umat Purisbang.

 

(djanur buana)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − two =