Percayakah Engkau pada Anak Manusia?

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan selalu melihat hati. Hal ini sama dengan peristiwa yang diceritakan dalam Injil Yohanes pada hari ini. Yesus memilih seorang yang buta sejak lahir, yang secara fisik jelas tidak diunggulkan. Yesus tidak melihat keadaan fisik orang, Ia melihat hati orang buta itu.

Orang buta dalam kisah Injil hari ini terlihat jelas memiliki iman yang besar. Iman yang besar itu terwujud ketika ia menunjukkan sikap yang setia kepada Tuhan. Walau pun diusir oleh orang-orang Farisi, ia tetap berusaha keras untuk bertemu dengan Yesus.

Ketika Yesus bertanya kepadanya, “percayakah engkau kepada Anak Manusia?”, orang buta itu menjawab, “Aku percaya Tuhan!”

Orang boleh saja buta, tetapi hati, telinga, mulutnya tak terhalangi untuk berfungsi dengan baik sekali. Ada 3 hal besar yang kita pelajari dari orang buta ini. Pertama adalah keputusan mengikuti Yesus; yang kedua adalah percaya akan kehadiran, kerahiman dan kasih sayang dari Tuhan; dan yang ketiga adalah kesetiaan dalam mengikuti Yesus.

Kita adalah orang-orang yang percaya dan mengikuti Yesus. Kita yakin bahwa Ia memelihara hidup kita. Segala yang kita peroleh di dunia ini, kepandaian, wajah yang tampan dan yang cantik, segala usaha dan pekerjaan kita, keberhasilan, kegagalan, tantangan dan godaan, itu semua merupakan pemberian Tuhan.

Itu semua juga bisa menjadi ujian, apakah kita selalu setia dan tetap teguh mengikuti Tuhan. Atau, kita malah jadi terlena dengan segala hal duniawi itu sampai kemudian lupa dan tidak setia lagi kepada Tuhan.

Sebagai pengikut Kristus perlulah kita terus menerus membangun hubungan intim dengan-Nya melalui hidup doa, sikap setia dan percaya kepada-Nya. Kita juga diajak untuk selalu hidup sebagai anak-anak terang yang berbuah kebaikan, keadilan dan kebenaran. Maka dari itu masa prapaskah adalah saat yang tepat untuk bertobat dan meninggalkan kegelapan dosa dan penuh setia dan percaya diri beralih kepada Terang yang sesungguhnya yakni Kristus, Tuhan kita. Amin. (Sdr. Yohanes Dela Salle B. Leu OFM)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 1 =