Perayaan Kembar Jumat Agung dan Vigili Paskah Paroki Paulus, Sejarah Baru Keuskupan Bogor

Bukan karena bersaing, bukan pula ingin memisahkan ‘kambing dari domba’, paroki St. Paulus Depok mengadakan perayaan kembar pada Ibadat Jumat Agung mengenang Wafat Kristus dan Perayaan Vigili Paskah mengenang Terang Cahaya Kristus yang menghalau kegelapan dosa. Perayaan kembar, selain tidak melanggar aturan Gereja, juga semata karena alasan praktis yang bersifat situasional dan konstitusional karena melalui persetujuan Bapak Uskup Keuskupan Bogor, MGR. Paskalis Bruno Syukur, OFM selaku Kepala Gereja Lokal.

Kebetulan karena paroki Paulus memiliki sebuah aula baru yang mumpuni untuk mengadakan perayaan serupa, kebetulan pula musim hujan yang biasanya sudah kurang intensitas hujannya tapi malah semakin hebat di hari-hari Pekan Suci tahun ini. Tentu ada alasan mendasarnya yakni gereja Paulus selalu tidak bisa menampung antusiasme umat yang hadir hingga berhamburan sampai ke jalan dan lorong seputar gereja. Suatu kondisi memprihatinkan yang dialami lebih kurang 10 tahun belakangan ini di paroki Paulus.

Dengan mengadakan perayaan di dua lokasi, diharapkan umat tidak lagi  menempati lorong dan jalanan, namun tujuan itu pun belum semuanya terpenuhi. Kecuali jalanan, lorong dan ruang-ruang kecil aula dan teras serta balkon pastoran masih dipadati umat karena terus ada peningkatan minat dan jumlah seiring berjalannya waktu dan nyamannya areal tempat perayaan.

Panitia nampak sangat kewalahan dan kelelahan karena harus membagi perhatian ke dua lokasi dengan jumlah anggota yang juga terbatas lantaran ada pembagian tegas antara panitia liurgi dan panitia aksi. Namun berkat kerja sama yang solid antara semua pihak sehingga mulai persiapan hingga perayaan berjalan aman dan nyaman tanpa gangguan apapun dibawa pengawasan pihak keamanan baik Polri pun TNI dari Pancoran Mas dan Polres Depok.

Perayaan Ibadat Jumat Agung mengenang wafat Kristus selalu over capacity di paroki yang sangat strategis ini. Kondisi demikian terjadi lantaran upacara penyembahan salib selalu menjadi fokus perhatian umat karena tanpa kecuali semua umat berhak mencium salib Yesus sebagai ungkapan rasa duka atas pengorbanan Yesus mulai dari siksa cambuk dan cemeti hingga digantung dan ditombaki di tiang gantungan hanya karena mau menebus dosa manusia.

Di gereja lain tentu mengalami kondisi yang sama namun akibat strategisnya gereja Paulus yang bisa dijangkau dengan mudah entah berkendaraan pribadi atau umum sehingga tidak saja umat Paulus yang menghadiri perayaan di sana melainkan banyak umat seputar Depok dan Bojong Gede terlihat ber-’napas’ di Paulus. Tidak heran kalau Ibadat Jumat Agung di gereja Paulus pada pukul 15.00 kehadiran umat mencapai lebih dari 3000 sementara pada ibadat kedua pukul 20.00 mencapai 50% dari ibadat pertama. Perayaan Malam Paskah atau Vigili Paskah pun kehadiran umat tidak jauh beda dengan jumlah kehadiran pada ibadat Jumat Agung.

Melalui sambutan-sambutan baik dari panitia, DPP pun pastor paroki semuanya menyatakan rasa terimakasih yang tak terhingga atas kerja sama semua pihak sehingga perayaan pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah sebagai puncaknya tidak mengalami kendala apapun kecuali cuaca hujan yang tidak bisa dilawan dengan kekuatan manusia raksasa macam apapun.

Pastor paroki, Pater Alforinus Gregorius Pontus, OFM tidak sekedar menyampaikan terima kasih dalam konteks keamanan perayaan pekan suci tetapi juga berterima kasih karena pekan suci yang diselah dengan pesta Demokrasi Pilpres dan Pileg yang berjalan tertib, aman dan mudah-mudahan juga jujur dan adil. Karena dalam kejujuran dan keadilan itu kita memperlihatkan identitas kita yang 100 % Katolik dan 100 % Indonesia. NKRI harga mati. (ber)

Upacara Cahaya-tampak pastor mengajak seluruh umat menghadap cahaya sang penghalau kegelapan dosa sambil bersiap kor OMK mengiringi perayaan Agung ini.
Suasana Jumat Agung–Umat masih berjubel di parkiran motor aula hingga ke lorong, teras dan balkon pastoran lama.
Suasana Jumat Agung–Umat masih berjubel di parkiran motor aula hingga ke lorong, teras dan balkon pastoran lama.

Suasana Penyembahan Salib di Aula Yohanes Paulus 2

Minggu Palma–Perarakan daun palma dari gedung Yohanes Paulus 2 menuju gereja Paulus mengenang Yesus diarak masuk kota Yerusalem.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seventeen =