Paroki St Paulus Menjawab

BANYAK umat yang telah merindukan perjumpaan langsung dengan Yesus Kristus melalui perayaan Ekaristi setelah sejak pertengahan Maret hanya menerima Komuni Batin. Dengan kelonggaran pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gereja Santo Paulus akan kembali mempersembahkan Perayaan Ekaristi di masa tatanan atau kenormalan baru. Tentu saja dengan protocol kesehatan yang sangat ketat.

Ketaatan terhadap petugas gereja dan kedisiplinan umat menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan misa. Jangan sampai gereja kita menjadi klaster baru Covid-19 yang tentu akan berakibat pada ditutupnya gereja kita.

Berikut penjelasan atas sejumlah pertanyaan dari umat terkait Perayaan Ekaristi pada masa New Normal.

  1. Apakah Gereja Katolik Santo Paulus (GKSP) Depok sudah mengantongi izin melaksanakan perayaan ekaristi?

GKSP sudah mengantongi izin melaksanaan perayaan ekaristi dari gugus tugas kecamatan Pancoran Mas, diketahui oleh pihak kelurahan dan RT/RW setempat

  1. Apakah izin tersebut sesewaktu bisa dicabut?

Ya, dengan beberapa kondisi, seperti: pelaksanaan perayaan ekaristi tidak sesuai dengan protokol Covid-19, umat dan petugas liturgi tidak patuh pada protokol Covid-19, ada kasus Covid-19 yang memunculkan cluster baru di lingkungan GKSP, dan peningkatan kasus positif Covid-19 di RT/RW dan Kelurahan Pancoran Mas (zona merah)

  1. Apa yang dibutuhkan dari umat agar izin melaksanakan perayaan ekaristi dapat terus berlangsung?

Dibutuhkan kejujuran, kerjasama, kepatuhan, dan kedisiplinan dari umat paroki Santo Paulus Depok terhadap protokol Covid-19 yang sudah diatur di lingkungan GKSP. Jujur bahwa umat tidak sakit, tidak memiliki penyakit bawaan, usia yang belum diperkenankan, dan bekerja sama untuh patuh dan disiplin dengan aturan perayaan ekaristi di masa tatanan baru (New Normal).

  1. Mengapa hanya menggunakan gedung gereja dan tidak gedung lain untuk menambah kapasitas?

Sebagaimana peraturan yang ditetapkan pemerintah pada masa transisi, jumlah umat yang diperbolehkan menghadiri perayaan ekaristi adalah 50% dari kapasitas gereja di masa normal

  1. Mengapa anak usia 12 tahun dan orang tua usia 60 tahun ke atas belum boleh menghadiri misa di gereja?

Ketetapan pembatasan usia ini sesuai dengan protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah Kota Depok

  1. Apakah akan ada kunjungan prodiakon ke wilayah untuk komuni bagi yang tidak dapat menghadiri misa di gereja?

Untuk menghindari terjadinya kerumunan yang tidak sesuai dengan protokol Covid-19 dan risiko dicabutnya izin melaksanakan perayaan ekaristi, untuk sementara pelayanan komuni di wilayah oleh prodiakon belum dapat dilaksanakan, kecuali yang sifatnya darurat dan tidak bisa ditunda.

Umat berusia 12 tahun dan 60 tahun ke atas dimohon pengertiannya untuk dapat bersabar dan mengikuti secara live streaming perayaan ekaristi dari rumah seperti biasa pada pukul 10.00 WIB dalam minggu

  1. Mengapa harus datang 1 jam sebelum jadwal perayaan ekaristi dimulai?

Umat yang datang harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan mematuhi perilaku PHBS sebagaimana dianjurkan dalam protokol Covid-19, seperti pemeriksaan suhu, cuci tangan, dan mendengarkan sosialisasi terkait perayaan ekaristi di masa tatanan baru (New Normal)

  1. Apakah setelah pengecekan suhu dan cuci tangan, umat bisa berdiri di luar lingkungan GKSP?

Umat yang sudah melakukan rangkaian pengecekan dan PHBS langsung masuk ke gedung gereja sesuai dengan nomor yang tertera pada kartu pas. Tidak diperbolehkan menimbulkan kerumunan, perkumpulan di sekitar lingkungan GKSP

  1. Bagaimana dengan umat yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajad saat diukur?

Dengan dasar ketertiban dan kepatuhan terhadap protokol Covid-19 untuk kebaikan kita bersama, mohon pengertiannya bagi umat yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajad tidak diperkenankan mengikuti perayaan ekaristi

  1. Mengapa 10 menit sebelum perayaan ekaristi, gerbang dan pintu gereja sudah ditutup?

10 menit sebelum perayaan ekaristi akan digunakan petugas liturgi untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan perayaan ekaristi di masa tatanan baru (New Normal) sebagai salah satu persyaratan dalam protokol Covid-19

  1. Apakah selama perayaan ekaristi umat mengenakan masker dan apakah GKSP menyediakan masker untuk umat?

Masker disediakan oleh setiap umat dan petugas gereja. GKSP tidak menyediakan masker. Selama perayaan ekaristi, umat wajib mengenakan masker.

  1. Apakah GKSP menyediakan pengering tangan atau tissue?

Sama halnya dengan masker, GKSP tidak menyediakan tissue atau pengering tangan. Umat diharapkan membawa tissue atau kain lap tangan masing-masing

  1. Apakah GKSP selalu didesinfektan?

Lingkungan GKSP didesinfektan dua kali seminggu, yakni Sabtu sebelum perayaan ekaristi dan sesudah perayaan ekaristi minggu sore

  1. Apakah kartu pas aman sebagai medium penularan?

Kartu pas kehadiran umat dirancang dengan pertimbangan: dapat dicuci dan didesinfektan. Wilayah/umat yang menerima kartu pas, dimohon dapat melakukan desinfektan mandiri setelah menerima kartu pas tersebut

  1. Apakah umat akan ikut menyanyikan lagu dalam perayaan ekaristi?

Untuk sementara waktu, lagu-lagu akan dinyanyikan oleh kor. Umat ikut menyanyi di dalam hati.

  1. Apakah akan ada penyerahan kolekte di gereja?

Ya, kolekte dapat dikumpulkan melalui kotak kolekte setelah misa yang diletakkan di depan gereja atau melalui transfer dan scan QR ke rekening paroki

  1. Apakah kantin sudah dibuka?

Mempertimbangkan physical distancing, kantin untuk sementara belum dibuka. Para pedagang di depan gereja juga akan ditertibkan. Umat diharapkan langsung pulang setelah perayaan ekaristi selesai dan menghindari kerumunan di lingkungan GKSP

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 17 =