Paroki St Paulus Depok Melawan Corona

MESKI tidak terlatih, Lambert dengan cekatan memasukkan cairan hand sanitizer ke botol-botol kecil berukuran 60 ml. Dibutuhkan kesabaran, karena cairan disinfektan itu harus disedot menggunakan injeksi dari jeriken ukuran 5 liter sebelum dimasukkan ke botol-botol tadi.

Setelah terisi penuh botol-botol kecil itu ditata rapi dalam kardus. Ratusan botol-botol itupun siap didistribusikan kepada umat yang membutuhkan.

Lambert tidak sendiri. Dia dibantu Welly, Anton Nu, Harun, Marjono, Hendrikus, Buha dan beberapa orang lainnya. Mereka adalah relawan Satgas Covid-19 milik Paroki Santi Paulus Depok. Tanpa diminta, tanpa banyak cerita mereka menyempatkan diri membantu melakukan semua hal yang bisa dikerjakan.

Pembagian cairan hand sanitizer adalah satu dari beberapa kegiatan Satgas Covid-19. Dalam beberapa hari terakhir, satgas yang bergerak auto-pilot ini sedang menyiapkan paket sembako. Paket berisi beras, gula pasir, mie instan, dan telor bahkan sudah mulai didistribusikan kepada umat yang berhak mendapatkannya.

 

Tidak terlalu rumit untuk mendapatkan paket bantuan  sembako atau hand sanitizer. Ketua wilayah atau ketua lingkungan bisa mengajukan bantuan untuk warga masing-masing dan selanjut disampaikan ke Satgas Covid-19 yang biasa stand by di gereja. Umat juga menghubungi Nomor WA 081218281271 dengan format nama/lingkungan/wilayah. Yang mendapat prioritas adalah umat yang rentan terkena dampak langsung Covid-19, mereka yang mulai kehilangan nafkah.

Romo Oki menerima hand sanitizer untuk Novisiat Transitus

Aksi solidaritas ini awalnya muncul di sebuah grup percakapan. Banyak ide yang tercurah dan semangat yang meletup. Tidak butuh waktu lama untuk melakukan sebuah aksi nyata terkait pandemic Corona. Banyak yang melibatkan diri sebagai relawan, tak kalah banyak yang memilih menjadi donatur. Ada keinginan yang sangat kuat untuk membantu sesama, ada Invisible Hand yang tengah berkarya. Nama Satgas Convid-19 pun muncul begitu saja, tanpa ketua, tanpa koordinator. Semua dari umat untuk umat.

Mereka yang telah menerima bantuan sembako

Saat ini Satgas Convid-19 tengah berupaya menyediakan masker dan face protector. Face protector hanya diberikan kepada umat katolik, tidak sebatas di Paroki St Paulus, yang bekerja sebagai tenaga medis. Bukan hanya itu, Satgas juga rajin berkampanye melalui media sosial tentang perlunya menjaga kesehatan dan tips terhindar virus mematikan tersebut. Semangat! (erjebe)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + eighteen =