Panggilan untuk Bersatu

CINTA Yesus kepada para murid-Nya tampak dalam doa-Nya kepada Bapa di surga: “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu … supaya mereka menjadi satu sama seperti kita”.

Yesus tahu persis apa yang akan dialami oleh para murid-Nya setelah Ia beralih dari dunia untuk kembali dan bersatu dengan Bapa di surga. Karena itu, Yesus berdoa untuk para murid-Nya agar mereka tetap bersatu dan tak tercerai-beraikan. Yesus menginginkan agar para murid-Nya selalu berjalan bersama dan menanggung semua derita mereka secara bersama-sama. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya agar para murid tetap kuat dan teguh  imannya dalam menghadapi persoalan dan tantangan hidup mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, perpecahan selalu kita temukan dan dekat dengan kehidupan yang sedang kita jalani. Perpecahan terjadi karena berbagai macam alasan, entah karena perbedaan kepentingan, perbedaan pandangan, perbedaan pilihan dan bahkan perbedaan dalam gaya hidup. Semua itu dapat memecahkan relasi kita dengan orang lain, baik di lingkungan keluarga, persahabatan maupun dalam lingkungan masyarakat secara umum. 

Selalu ada persoalan yang terus mewarnai kehidupan kita. Bahayanya adalah jika kita tidak mampu mencari jalan keluar, kita tidak mampu berdamai. Yang terjadi kemudian adalah permusuhan, hidup yang hanya memikirkan diri sendiri dan tidak ada rasa solidaritas terhadap sesama. Kiranya, kita tidak menginginkan hal itu terjadi dalam kehidupan kita. Pasti kita ingin berdamai, ingin selalu hidup dalam rasa solidaritas yang tinggi dan hidup bersatu dengan orang lain di sekitar kita.

 Pada dasarnya, kita di panggil untuk bersatu dengan Allah, dengan sesama dan dengan alam ciptaan. Allah menghendaki kita semua menjadi satu-kesatuan yang selalu memancarkan kasih Allah lewat perbuatan baik kita sehari-hari. Dari bacaan Injil hari ini, ada dua hal yang dapat kita pelajari pertama, sikap saling bersatu sebagai persekutuan umat Allah; kedua, sebagaimana kita hidup dalam pesekutuan, maka hendaklah kita saling mendoakan dan turut merasakan penderitaan orang lain.

Pada hari Minggu ini pun kita merayakan Hari Komunikasi Sedunia. Tujuan dan kodrat berkomunikasi adalah agar semua orang bersatu. Hari komunikasi sedunia diperkenalkan pertama kali oleh Konsili Vatikan II dengan tujuan untuk memberikan pesan tahunan Gereja kepada jemaatnya dan kepada seluruh dunia. Santo Yohanes Paulus II mengharapkan kepada setiap pribadi manusia agar bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang lain. Semua alat atau media komunikasi pun haruslah kita pakai untuk menyatukan kita dan bukan untuk memecah-belah, meyebarkan fitnah dan hoax. Semoga kita dapat menjadi komunikator yang baik. Amin. Stefanus Fanrousel Nadut 

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 13 =