Pada Suatu Hari di Daerah Orang Gerasa

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Senin, 4 Februari 2019)

“Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa Aku.”  (Mrk 5:7)

Bacaan Injil hari ini adalah satu dari 4 (empat) peristiwa pengusiran roh jahat yang dinarasikan dalam Injil Markus. Peristiwa ini terjadi di Gerasa, di seberang Danau Genesaret, di mana Yesus telah pergi untuk bermalam bersama para murid-Nya. Baru saja mereka mendarat, sambil berlari datanglah seseorang yang kerasukan roh jahat kepada Yesus.

Kita melihat bahwa roh jahat dalam diri orang itu mengenal Yesus sebagai “Anak Allah Yang Mahatinggi”, artinya di menerima dan mengakui bahwa Yesus memiliki kuat-kuasa untuk mengusir dirinya ke luar dari orang Gerasa itu. Mendengar gelar “Anak Allah Yang Mahatinggi” yang dikatakan oleh  roh jahat, Yesus tidak seperti biasanya menyuruh untuk tidak mengatakan apa-apa kepada orang lain tentang statusnya. Barangkali karena peristiwa ini terjadi di daerah kafir (non Yahudi), maka risiko/bahaya politisasi atas ke-Mesiasan-Nya kecil Roh(-roh) jahat yang bernama Legion itu memohon kepada Yesus agar Dia tidak mengusir mereka ke luar dari daerah itu, dan akhirnya mereka diperkenankan masuk ke dalam kawanan babi. Babi-babi itu akhirnya terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Apakah reaksi dari orang-orang yang menyaksikan insiden itu? Para penjaga babi itu lari dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Para penduduk keluar untuk melihat apa yang terjadi. Setelah mendengar apa yang terjadi dengan orang yang kerasukan itu dan kawanan babi itu, maka mereka pun mendesak Yesus agar Ia meninggalkan daerah mereka.  Tentunya mereka telah menyadari bahwa Yesus telah menunjukkan kuat-kuasa ilahi untuk mengusir dan memindahkan roh-roh jahat dari orang itu. Namun mereka tidak menginginkan Yesus ada di situ. Mengapa? Apakah hal itu dilakukan karena mereka telah menderita kerugian yang besar karena “habisnya” investasi mereka dalam babi-babi yang sekarang sudah terbenam di danau. Apakah mereka sungguh begitu menikmati kondisi kehidupan mereka sehingga tidak mau  ada utusan ilahi yang mengganggu atau mengkonfrontir mereka?

Orang yang telah dibersihkan oleh Yesus malah bereaksi secara normal untuk mengikuti Yesus, suatu reaksi yang dapat dimaklumi. Namun Yesus tidak memperkenankan permohonan orang itu, malah Dia memberikan kepada orang tersebut suatu misi, suatu tujuan yang baru dalam kehidupannya. Yesus bersabda kepadanya, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk 5:19).

Peristiwa pengusiran roh-roh jahat yang kemudian masuk ke dalam babi-babi ini menggambarkan dua hal penting, baik bagi Gereja Perdana maupun bagi kita semua yang hidup pada zaman NOW ini. Pertama-tama, Yesus sedang berada di wilayah orang-orang non-Yahudi (kafir). Kerajaan yang dibangun oleh Yesus tidak melulu untuk orang-orang Yahudi, melainkan bersifat universal – untuk semua orang yang hidup di dunia. Kedua, Markus sedang menjelaskan mengapa penyebaran Injil kelihatannya bertumbuh-kembang di tahun-tahun setelah peristiwa itu, di wilayah orang-orang non-Yahudi yang dikenal sebagai “Sepuluh Kota” (Decapolis). Dengan mengusir roh-roh jahat ini, Yesus sebenarnya menciptakan suatu keadaan yang kondusif bagi kegiatan pewartaan Sabda Allah walaupun pada awalnya ada keragu-raguan dari penduduk kota.

Untuk menutup permenungan kita hari ini, janganlah kita pernah melupakan kenyataan bahwa Yesus seringkali menyembuhkan kita dari pengaruh-pengaruh roh jahat dan dari ketidak-bersihan lainnya. Yesus juga menginginkan kita – seperti orang Gerasa itu – untuk pergi dan memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang lain. Kita juga harus menjadi para utusan dari belas kasih Allah.

 DOA: Tuhan Yesus, kami ingin mengenal dan mengalami damai-sejahtera-Mu. Penuhilah diri kami dengan hidup-Mu dan bebaskanlah kami dari kegelapan yang selama ini menghalangi kami untuk menerima kasih-Mu. Bebaskanlah kami, ya Tuhan. Amin.

 Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 5:1-20), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG GERASA YANG DISEMBUHKAN ITU DIUTUS OLEH YESUS SENDIRI UNTUK MEMBERITAKAN BELAS KASIH ALLAH” (bacaan tanggal 4-2-19) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 19-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2019.

 

Cilandak, 31 Januari 2019 [Peringatan S. Yohanes Bosko, Imam & Pendiri Tarekat]

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Berita dan Artikel Lainnya