Nobar- Mabar Biar Semangat Terus Berkobar

RATUSAN anak-anak memenuhi Lantai III Gedung Yohanes Paulus II Paroki St Paulus Depok, Minggu (8/3/2020). Mereka seolah tak sabar saat antri mengambil tiket dan ingin segera masuk ke gedung kebanggan umat Paroki St Paulus itu. Ya, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan nonton bareng film Fransiskus Asisi.

Acara nonton bareng ini diselenggarakan oleh panitia komuni pertama (Komper) dalam upaya pencarian dana rekoleksi komuni pertama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para orangtua peserta Komper mencari dana untuk kelancaran kegiatan belajar, rekoleksi, hingga penerimaan komuni pertama anak-anak

Tahun ini, panitia Komper mengadakan nonton bersama dan  hasil penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai kegiatan komper. Menurut sekretaris panitia Kompers Chris Pramono, tiket seharga Rp 15.000 itu terjual lebih dari 400 tiket.

Secara terpisah, Pembina Komper Christina Andis Adianty menjelaskan, film yang mengisahkan Fransiskus Asissi ini diharapkan mampu menginspirasi anak-anak, mulai dari  kisah hidupnya, kesederhanaan, kebaikan, kesabaran, bahkan penyayang segala makhluk hidup.

“Film ini bisa juga menjadi promosi panggilan bagi anak-anak di paroki kita. Mudah-mudahan setelah menyaksikan film ini ada yang merasa terpanggil,” kata Andis.

Antri ambil tiket nobar

 

Di sesi awal dan pertengahan acara diadakan Mabar alias main bareng dengan kuis mengenai info tentang paroki, dan juga seputar kehidupan Fransiskus Asisi. Game berupa kuis ini didukung penuh oleh tim  Purisbang Paroki St Paulus Depok. Antusias anak-anak bermain game ini sangatlah terlihat terlebih games ini dilakukan secara online. Mereka merasa ini adalah game yang kekinian dan seru.

Romo Paroki Agustinus Anton Widarto OFM turut hadir dalam acara Nobar tersebut. Romo Anton bahkan menceritakan secara singkat bagaimana Ordo Fransiskan masuk ke Indonesia.

“Nonton bareng ini patut mendapat apresiasi. Ini salah satu bentuk pencarian dana yang dilakukan secara kreatif. Semoga tahun-tahun berikutnya lebih kreatif lagi guna memberikan yang terbaik bagi anak-anak,” kata Romo Anton.

Romo Anton sempat memberikan sebuah pertanyaaan. Yang bisa menjawab mendapat hadiah istimewa yaitu  kalung lambang Fransiskan yang biasa dipakai Romo Anton.

Penjual makanan untuk teman nobar

Semoga keseruan nobar dan mabar ini mampu meningkatkan semangat anak-anak komuni pertama dalam proses belajarnya mempersiapkan diri menerima komuni. Bagi para pembina menjadi lebih semangat membimbing adik-adik komper, demikian juga halnya dengan semangat orangtua dalam mendampingi anaknya terus berkobar.Seperti semangat melayani Fransiskus Asisi yang terus berkobar hingga kini melalui banyak karya para Fransiskan. Semoga. (Sisca Meydiana)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 1 =