Natal 2019 – Terang Itu Telah Ada di Dalam Dunia

Saudara dan saudariku yang terkasih dalam Yesus.

Terang itu telah ada di dalam dunia…. Demikianlan kesaksian Santo Yohanes Penginjil tentang Sang Terang itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yesus sendiri, Sang Emmanuel.

Selama kurang lebih sebulan kita mempersiapkan diri kita dalam masa advent dengan berbagai kegiatan mulai dari renungan dan sharring AAP, kegiatan-kegiatan social, latihan koor dan lain sebagainya adalah sebagian dari usaha kita untuk mempersiapkan diri menyambut terang itu. Mengapa? Karena Terang itu ternyata terang yang membawa sukacita dan kegembiraan, damai dan bahagia. Sukacita dan damai diunkapkan oleh Nabi Yesaya: segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Sukacita dan damai itu muncul dari hati kita yang penuh cinta kasih. Ungkapan cinta kasih yang paling sederhana dan nyata tapi sulit dilakukan adalah pengampunan atau mengampuni. Damai dan sukacita akan hadir di hati kita, di dalam keluarga kita, di lingkungan, wilayah dan paroki kalau kita bisa saling memaafkan dan mengapuni. Pengampunan adalah obat yang paling mujarab untuk menyembukan ‘sakit’ yang mengakibatkan kita tidak bisa bersuka cita dan merasakan damai dari Sang Terang itu.

Setelah merasakan sukacita dan damai dalam masa Natal kita memulai Tahun yang baru. Damai dan sukacita itu menjadi bekal bagi kita  menjalani panggilan kenabian kita di dunia yang kita hidupi ini. Menyambut tahun 2019 saya ingin menyoroti 3 event besar yang harus kita lewati, jalani dan melibatkan kita untuk ambil bagian di dalamnya sebagai umat paroki Paulus; dan satu permintaan dari saya sebagai romo paroki sebagai hadiah natal bagi Yesus jaman ini.

Yang pertama adalah PILEG dan PILPRES April 2019. Ini adalah kesempatan penting bagi bangsa kita untuk menentukan arah dan tujuan hidup berbangga yang lebih baik yang dalam bahasa Yesaya tadi: ‘keselamatan’. Sebuah peristiwa penting karena akan ada pemilihan anggota-anggota dewan bersamaan dengan pemilihan persiden. Pilihan kita akan ikut menentukan masa depan Indonsia yang damai dan sejahtera. Karena itu gunakanlah hak pilih anda dengan sebaik-baiknya dengan memilih wakil-wakil yang berkualitas, yang mempunyai visi dan misi kebangsaan yang mempersatukan, yang peka terhadap kesejahteraan bersama dan juga memilih pemimpin yang benar-benar peduli pada penderitaan, jeritan dan harapan rakyat banyak.

Kedua, tahun 2019 Keuskupan Bogor akan merayakan ulang tahunnya yang ke 70, tepatnya 09 Desember 2019. Perayaan ini ditandai dengan Sinode II keuskupan Bogor. Dalam kurun waktu hampir setahun mulai dari Februari 2019 akan diadakan serangkain kegiatan di tingkat paroki, dekenat dan keuskupan. Partisipasi aktif semua umat sangat penting karena akan ikut menentukan arah hidup menggereja keuskupan Bogor untuk beberapa tahun ke depan.

Ketiga, OFM Indonesia juga tahun 2019 akan merayakan kehadirannya di bumi Nusantara ini yang ke-90 tepatnya tanggal 21 Desember 2019. Sebagai paroki yang dilayani oleh para fransikan kami juga mengharapkan partisipasi umat dalam mengenang dan merayakan moment yang berharga dan bermakna ini. Akan ada pemasangan banner di paroki mulai Desember 2019 ini sebagai bagian dari menceriterakan kenangan yang perlu diingat dan memotivasi kita untuk melangkah lebih di masa sekarang dan menatap masa depan berdasarkan pengalaman itu.

Keempat, kita bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh umat atas dukungan doa dan sumbangannya sehingga pada akhirnya gedung pastoral kita bisa terwujud. Ini adalah hadiah natal terbaik untuk kita semua terutama bagi anak-anak kita. Pada kesempatan yang penuh suka cita dan kegembiraan ini maka saya sekali lagi mengajak kita untuk memperhatikan mereka yang berkebutuhan khusus. Selain sumber daya manusia (para pendamping) khususnya keluarga yang harus kita persiapkan tentu saja dari pihak kita adalah menyiapkan fasilitas yang mendukung untuk mereka misalnya lift dan toilet. Mereka ini sering disebut disabilitas (dis: tidak dan ability: mampu, kemampuan). Banyak dari mereka justru sudah menjadi abilitas karena mereka sudah bisa berdamai dengan diri mereka sendiri, dapat menerima diri mereka. Inilah saatnya kita mengubah paradigma berpikir kita karena sering kita yang membuat diri mereka disable karena cara berpikir dan prilaku kita kepada mereka. Apa yang bisa kita lakukan adalah menyediakan fasilitas pendukung bagi mereka agar dapat mengekspresikan diri mereka dengan baik dan bebas. Akan menjadi sebuah hadiah Natal terindah kalau kita bisa menyediakan lift dan toilet khusus bagi mereka yang berkebutuhan khusus di gedung pastoral kita.

Kepada seluruh umat Paulus dan umat yang merayakan Natal di gereja ini saya, bersama semua romo, bruder dan frater di paroki dan Novisiat Transitus, mengucapkan Salam Damai dan Sukacita Natal bagimu sekalian dan Bahagia Tahun Baru 2019. Semoga TerangNya menerangi jalan keselamatan yang sedang kita tuju dan perjuangkan.

Alf. Gregorius Pontus OFM
Pastor Paroki.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − eleven =