Mengenal Dan Mencintai Yesus

Sdr. Leo Meo OFM

KITA dapat mengenal kepribadian seseorang dan bahkan menyematkan satu kata khusus sebagai suatu sebutan yang merangkum seluruh kepribadian seseorang bila kita mempunyai pengalaman hidup dengannya.

Kita dapat memahami secara tepat sifat dan karakter seseorang bila kita mengalami kedekatan pergaulan dengan orang tersebut.

Syarat pengalaman hidup bersama orang lain menjadi hal yang amat penting dalam kerangka pengenalan diri tersebut.

Kisah injil yang disajikan oleh penginjil Matius hari ini kiranya menunjukkan contoh konkret mengenai hal tersebut. Di dalam kisah tersebut, ditunjukkan bahwa St Petrus dan orang-orang banyak lainnya mempunyai pendapat masing-masing yang berbeda-beda tentang diri Yesus.

Ada yang mengatakan bahwa Ia adalah Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau bahkan salah seorang dari para nabi. Hal ini mau mengatakan bahwa pengalaman perjumpaan tiap orang dengan pribadi Yesus berbeda-beda, sehingga pendapat pribadi mereka mengenai diri Yesus berbeda satu dengan yang lainnya.

Dari sekian beragamnya pendapat tentang Yesus tersebut, penginjil Matius menyorotkan suatu jawaban menarik yang diucapkan oleh St Petrus, yaitu Ia mengakui Yesus sebagai seorang Mesias (dari bahasa Ibrani yang berarti ‘yang diurapi oleh Tuhan’), putera Allah yang hidup.

Jawaban ini bukanlah tebak-tebakan belaka, melainkan sungguh lahir dari kedalaman hati berkat pengalaman kedekatannya dengan diri Yesus Kristus. Selain itu, karena imannya yang teguh, hati dan budi Petrus digerakkan oleh daya ilahi yang berasal dari ‘Bapa yang di sorga’.

Melalui kisah injil hari ini, kita diajak oleh Tuhan melalui penginjil Matius untuk juga mengenal secara lebih mendalam pribadi Kristus yang kita Imani. Untuk itu, perlulah juga terlebih dahulu kita bertanya pada diri kita, sudah sejauh manakah kita sebagai seorang Kristen mengenal dan mencintai Sang Juru Selamat yang kita imani tersebut?

Dengan berguru pada teladan St Petrus, kiranya kita dapat belajar untuk senantiasa melahirkan pengalaman-pengalaman pribadi berjumpa dan tinggal bersama dengan Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari. Lantas, hal apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut?

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan, di antaranya dengan membaca Kitab Suci, berdoa dan turut menghadiri perayaan ekaristi meski untuk saat ini kita masih harus mengikutinya secara daring saja, serta melaksanakannya dengan penuh kesetiaan dan ketulusan hati.

Semoga berkat keteladanan St Petrus, kita dapat belajar untuk selalu berupaya mengenal Yesus secara mendalam dan selanjutnya kita dapat semakin teguh dalam mengimani dan mencintai Yesus, Sang Juru Selamat dunia.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =