Memaknai dan Mengambil Inspirasi dari Tukang Periuk

WILAYAH  St Gregorius melakukan renungan Aksi Puasa Pembangunan (APP) pekan pertama masa pra-paskah, Minggu (8/3/2020). Dalam renungan tersebut umat Wilayah St Gregorius berdiskusi mengenai dampak sampah plastik dan bagaimana cara mengurungi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini sesuai dengan tema APP Keuskupan Bogor tentang bagaimana umat di Keuskupan Bogor berkiprah menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Kami ingin melakukan hal tersebut dengan cara sederhana, misalnya tidak lagi menggunakan minuman mineral kemasan plastik dalam setiap kegiatan di wilayah dan lingkungan,” kata Ketua Lingkungan Maria Immaculata, Madona, yang menjadi tuan rumah.

Diskusi semakin hangat ketika umat merenungkan kutipan Alkitab yang ambil dari Kitab Yeremia 18:1-7. Dalam kitab tersebut dikisahkan Nabi Yeremia diutus Allah untuk datang ke tukang periuk atau pengrajin alat-alat rumah tangga dari tanah liat.  Dalam kitab tersebut tertulis “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya”.

“Ini menarik. Produk gagal atau rusak tidak boleh dibuang begitu saja, tapi bisa dimanfaatkan lagi. Demikian juga halnya dengan sampah plastik di sekitar kita, mestinya jangan dibuang sembarangan karena bisa didaur ulang, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan hidup,” kata Antonius Setyajati yang memandu diskusi.

Umat St Gregorius bersepakat, dalam konteks masa kini pesan Alkitab itu harus dimaknai untuk  mengurangi sampah plastik. Artinya umat harus bijak saat menggunakan  plastik dalam kehidupan sehari-hari.  Manusia diajak untuk bertanggung jawab atas produk-produk yang dihasilkan sekaligus bijaksana dalam mengelola limbah sampah yang dihasilkannya.

Sebelumnya, pada Kamis (5/3)  Lingkungan Santa Agnes wilayah Santa Elisabeth  juga melakukan renungan APP. Pertemuan yang dipandu oleh ketua Lingkungan Agustinus Jumiran itu dihadiri 25 umat.

“Tukang periuk itu memberi inspirasi karena selalu ingin menghasilkan periuk yang terbaik. Tuhan adalah yang punya kuasa untuk membentuk kita manusia sesuai harapanNya yaitu menjadi lebih baik, terutama dalam menyikapi kehidupan yg penuh dengan tantangan. Sehingga apa yang Tuhan kehendaki bisa terwujud,” kata Philipus Suramto, warga Lingkungan St Agnes.

Kegiatan serupa dilakukan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah St Agustinus di Lingkungan St Monica. Renungan tersebut dihadiri oleh Frater Ameta OFM, pendamping OMK Wahyu, Ketua Wilayah St Agustinus, Martinus Catur, dan OMK dari wilayah lain. (pius wisnu/erjebe)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − six =