Keselamatan

Karya keselamatan Allah memang berlaku bagi semua bangsa. Karya keselamatan itu menjadi nyata dengan kedatangan Yesus. Melalui kesaksian hidup Yesus menjadi nyata bahwa benar keselamatan Allah tidak hanya diperuntukkan bagi segelintir orang. Keyakinan ini menjadi tugas pewartaan umat beriman.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”, (ay.9). Yesus adalah pintu keselamatan. Keselamatan melalui Yesus adalah keselamatan yang paling sempurna. Karya Yesus yang paling agung dan sempurna telah membuka pintu keselamatan bagi semua orang.

Allah yang mengutus Yesus adalah Allah yang Mahakasih. Oleh karena kasih-Nya yang berlimpah Ia hendak menyelamatkan kita. Melalui Putra-Nya kita dibawa kepada rahmat Ilahi, keselamatan dan kehidupan kekal.

Bagi kita umat Allah, keselamatan tidak terlepas dari perjuangan Yesus Kristus. “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan”, (ay.10). Keselamatan Allah turun kepada manusia bukan semata-mata karena dosa manusia melainkan karena cinta-Nya pada kita. Melalui Putra-Nya kita semua dipersatukan, diselamatkan dan  menikmati hidup yang berkelimpahan. Dengan itu, hendaknya kita menghargai dan meneruskan perjuangan Yesus Kristus.

Kita semua sesungguhnya bagian dari pintu keselamatan Allah untuk orang-orang yang berada di sekitar. Dengan itu kita hendaknya menjadi pintu yang baik bagi sesama. Perbuatan, perkatan dan pikiran  yang berkenan di hati orang lain dapat menjadi pintu bagi sesama. Dalam artian bahwa sikap peduli kita pada kekurangan, kepedihan, ketakutan ataupun juga kekecewaan orang lain hendaknya terus diperjuangkan.

Keterbukaan ini dapat diaplikasikan melalui peran dan tugas kita dalam hidup berkeluarga dan di tengah masyarakat. Semisal dengan mengikis perihal “golonganisme” di dalam diri kita dan kehidupan bersama.

Di tengah situasi pandemi covid-19 kita diajak untuk terbuka akan kekhawatiran dunia, Gereja dan negara. Dalam seluruh keterbatasan ruang gerak kita, barang kali kita tidak diminta melakukan hal-hal yang besar. Maka marilah kita dengan cara yang sederhana mulai saling membagi penghiburan, kegembiraan dan sukacita bagi mereka yang sedang merasa takut, cemas akan pandemi ini.

Inilah warta keselamatan yang hendaknya selalu kita gemakan bersama di masa Paskah. Semoga kebangkitan Kristus mengobarkan semangat kita untuk terus menjadi pintu keselamatan bagi semua orang tanpa pandang bulu. Amin.  Azevedo Tarling

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − seventeen =