Kedatangan Yesus Kristus yang ke dua – Bersiap-siaplah

MINGGU XXXIII, WAKTU BIASA B
Kedatangan Yesus Kristus yang ke dua
Bersiap-siaplah

Dan 12:1-3; Ibr 10:11-14.18; Mrk 13:24-32

Ceritera: Seorang kakek meninggal dunia, lalu menghadap dan protes pada Tuhan: “Kok gak beri tanda-tanda dulu, bahwa saya akan dipanggil?!!” Tuhan bilang: “Gebleg juga kamu: lihat dirimu, la wong dah ompong, pendengaran kurang, rabun, lutut gemetaran, pikun, …. Itu bukan tanda?” si Kakek: “O iya, lupa…”

Saudara/saudari terkasih.

Hari ini adalah Hari Minggu Masa Biasa XXXIII, Hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi kita. Hari Minggu depan ini sudah Hari Kristus Raja, menutup seluruh rangkaian tahun liturgi Gereja Katolik, yang merupakan perayaan seluruh karya penyelamatan. Karena itu dalam bacaan perayaan Ekaristi pada hari ini, kita diingatkan akan hari terakhir sejarah umat manusia dengan kedatangan kembali Yesus Kristus ke dunia ini. Disebut juga dengan istilah Kedatangan Yesus Kristus yang ke dua.

Dalam Injil hari ini, Markus mengajak kita merenungkan dua hal: 1. Kedatangan Anak Manusia (pada akhir zaman), yang didahului oleh suatu “zaman edan”; 2. Mengajak orang memperhatikan kapan saat itu tiba.

Di kalangan jemaat pengkut Yesus Kristus pada kurun waktu awal, zaman para Rasul, hal yang menjadi sumber kekuatan dan daya dorong kehidupan kekristenan adalah Kebangkitan Yesus Kristus. Seruan atau berita “Yesus sudah bangkit” merupakan hentakan nada pembicaraan dan pewartaan yang sentral. Kebenaran inilah yang membangunkan, menghidupkan kembali semangat para Rasul dan mendorong mereka untuk mewartakannya ke mana mereka pergi. “Yesus yang telah kau bunuh itu, sekarang sudah bangkit dan hidup di antara kita”. “Kalau Yesus tidak bangkit, sia-sialah pekerjaan kami, dan sia-sialah iman kita”, kata Paulus.

Untuk generasi berikutnya, kebenaran iman “Yesus telah bangkit” ini sudah menjadi dasar iman yang dihayati setiap hari. Tidak lagi menjadi isi dan dinamika pewartaan. Orang lebih tertarik untuk membicarakan dan mewartakan bahwa Yesus yang sudah Bangkit itu akan datang kembali pada akhir zaman.

Yesus datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya; menyuruh para malaikat-Nya mengumpulkan semua orang pilihan-Nya dari keempat penjuru dunia. Dengan kata lain, pengadilan terakhir.

Tanda-tanda yang mengawalinya adalah “suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi. Lukas 17:30-35 melukiskannya lebih seru lagi.

Hal yang ke dua yang dikemukakan Markus dalam Injil hari ini adalah bahwa kita harus waspada, bersiap-siap demi kedatangan Yesus yang ke dua ini.

Orang pasti langsung akan bertanya “Kapan semua itu akan terjadi?”

Tak seorang pun tahu. Yesus juga tidak memberi tahu. “Siap-siap saja” kata-Nya. Dan ini dikatakan-Nya berulang kali.

Perlukah kita tahu persis kapan? Apa untungnya kita tahu?

Pada kenyataannya, yang ribet menanyakan, ingin tahu, kapan hal itu tiba, adalah mereka yang tidak siap atau belum siap: karena dosa ataupun hal-hal yang lain: masih punya utang, atau mengutangkan pada seseorang, dan belum lunas. Dan sebagainya.

Bagi mereka yang sudah siap, kapan hal itu terjadi tidak menjadi persoalan. Mereka ini hidup dengan tenang dan damai, karena menikmati bahwa Kerajaan Allah memang sudah hadir di tengah-tengah kita.

Saudara-saudara terkasih,

Gereja menggambarkan Kedatangan Kristus yang ke dua itu dengan gambaran yang diberikan oleh nabi Daniel dalam bacaan pertama. Datangnya tokoh yang disebut dengan gelar “Anak Manusia”. Datang setelah Allah mengalahkan semua kekuatan jahat yang mengungkung alam semesta. Zaman yang dikuasai oleh kuasa gelap, diganti dengan zaman Anak Manusia.

Anak Manusia ini adalah Yesus Kristus, Sang Mesias. Dia membuat dunia baru dengan kemanusiaan baru: tidak ada lagi kebisuan, kebutaan, penyakit, dosa. Manusia diperbarui, dibangkitkan, sepenuhnya dalam kuasa kekuatan ilahi. Eden yang baru, Firdaus baru. Diungkapkan juga dengan “Yerusalem Baru yang turun dari surga (tempat tinggal Allah tu sendiri)

Kita semua menuju ke sana. Karena itu kita harus mempersiapkan diri selama kita hidup di dunia fana ini. Kalau kita siap, tidak penting kapan hari itu datang, karena sekarng pun Kerajaan Allah itu sudah hadir di tengah-tengah kita, kita hayati setiap hari, bila kita hidup bersama dengan Yesus.

Selamat bersiap-siap.

(Pater Alfons S. Suhardi,OFM)

Berita dan Artikel Lainnya