Karena Pembina Iman Juga Butuh Asupan

BERTEMPAT di Ruang Galatia Gedung Yohanes Paulus II, Minggu (23/2/2020), pembina Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIR)  bersama dengan frater dari Novisiat Transitus Depok sudah berkumpul sejak jam 07.30 pagi.  Bukan untuk melakukan kegiatan Bina Iman dengan anak-anak, melainkan para pembina dan frater lah yang hari itu belajar.

Menjadi pembina bagi anak-anak bukanlah hal yang mudah. Meski terlihat gampang, hal itu  membutuhkan pengetahuan dan pelatihan agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

Rangkaian acara dimulai dengan doa pembuka oleh Frater Juan. Selanjutnya Ibu Paulin dan tim mulai memberikan materi, dari gerak-lagu BIA-BIR, cara membuat materi belajar, menyampaikan materi, membuat kreativitas (art & craft) sesuai materi, dan juga tips dan trik menghadapi anak-anak yang tentulah memiliki berbagai macam karakter.

Bagi para frater Novisiat ini merupakan pertama kalinya mereka mengikuti kegiatan pelatihan untuk menjadi Pembina BIA-BIR.

“Pelatihan ini sangat seru, asyik, bermanfaat, dan tentunya menjadi pengalaman pertama bagi kami para Novis. Kami sangat berkesan bisa belajar bagaimana menyampaikan firman Tuhan pada anak-anak dengan cara dan bahasa yang sederhana” ungkap Fr Radit.

 

Pelatihan ini merupakan asupan bagi para Pembina BIA-BIR dan para frater Novisiat, karena semakin berkembangnya teknologi, kita juga dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan materi pelajaran untuk anak-anak.  Mendapatkan asupan berupa pelatihan ini sangatlah berharga bagi pembina agar mereka lebih kreatif dan mampu menarik perhatian anak-anak untuk mendengarkan firman Tuhan membuat anak-anak menjadi lebih mudah memahami firman Tuhan.  

Anak diibaratkan tanah yang subur, pembina adalah sang petani yang menabur, dan merawat benih pada tanah tersebut. Semoga Pembina BIA-BIR dapat menjadi petani yang menabur benih baik, dan merawatnya dengan baik sehingga pada akhirnya menuai hasil panen yang baik bagi para generasi penerus paroki yang kita cintai ini. (Sisca Meydiana)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 2 =