Jalan Yesus

 

JEMBATAN Youtefa membentang di atas teluk Youtefa, kota Jayapura Papua. Jembatan ini menghubungkan kota Jayapura dengan Distrik Muara Tani. Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tani yang sebelumnya terpisah karena jarak, kini sudah menyatu. Jembatan ini sangat kokoh karena terbuat dari lengkungan baja. Masyarakat di sanapun dengan leluasa melewati jembatan ini untuk bertemu dengan sesama mereka. Dan pastinya mereka dipermudah untuk membangun hubungan dalam berbagai bidang kehidupan.

            Jembatan ini dibangun oleh Pak Jokowi yang dimulai pada tahun 2015 dan diresmikan pada tahun 2019 kemarin. Satu tujuan Pak Jokowi membangun jembatan ini ialah untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

            Allah mengutus Putera-Nya ke dunia untuk menjadi jembatan atau jalan supaya kita  mengalami kesejahteraan yang melimpah. Allah membangun Jalan Nya supaya kita berada dalam satu rumpun di Rumah-Nya. Allah ingin  supaya kita bersatu kembali dengan-Nya. Dan melalui jalan ini perpisahan antara Allah dengan manusia tidak ada lagi. Dan kehidupan baru mulai tertata dengan baik.

            Besar harapannya kita dapat memanfaatkan jalan Yesus dengan baik. Apalagi jalan Yesus tidak berlubang, tidak berbatu, dan tidak akan pernah rusak karena erosi atau dimakan usia sehingga kita tidak perlu cemas kalau-kalau mengalami kecelakaan. Kita dapat dengan leluasa menggunakan kendaraan kita, kapanpun waktunya. Artinya kita dapat dengan leluasa meminta kepada Yesus. Sebab Yesus akan pergi kepada Bapa, dan apapun yang kita minta, Dia melakukannya. Yesus sendirilah yang hadir di tengah-tengah  kita dan Dia akan berkarya di dalam diri kita. Dan karena Yesus berkarya di dalam diri kita, maka kita pun akan dibebaskan dari kecelakaan maut.

            Jalan Yesus memiliki rambu-rambunya yaitu percaya. Percaya bahwa Yesus adalah Jalan yang sangat kokoh melebihi lengkungan baja dan jalan keselamatan. Apakah contoh konkretnya kita percaya bahwa Yesus adalah jalan keselamatan? Khusus dalam situasi saat ini bentuk konkretnya adalah, mendukung pemerintah, para medis, dan yang paling penting adalah mendoakan mereka dalam usaha mengatasi Covid-19. Di dalam diri merekalah Tuhan berkarya. Dan menjadi kesempatan yang baik di bulan Rosario ini untuk menyelipkan doa-doa kita bagi mereka. Heribertus Setiawan

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 2 =