Harta Abadi

Sdr. Hedwig Oktavian Rajahali Ama Ruing

Bacaan pertama dan bacaan kedua pada hari ini, berisikan tentang ajakkan untuk hidup dalam hadirat Allah yang abadi. 

Di mana hanya dalam Allah-lah terdapat jaminan untuk hidup abadi.

Dalam bacaan pertama, dikisahkan tentang pribadi Salomo yang adalah seorang pemimpin. Salomo menunjukan teladan yang luar biasa kepada kita. 

Ketika ada kesempatan bagi Salomo untuk meminta sesuatu dari Allah, ia tidak meminta sesuatu berdasarkan keinginannya sebagai seorang manusia. Salomo meminta sesuatu yang tidak dapat habis.

Salomo meminta rahmat kebijaksanaan berkarya atasnya.  Sebagai seorang pemimpin, Salomo tidak memikirkan dirinya sendiri. Salomo juga memikirkan umat yang diserahkan kepadanya. Oleh karena itu, Allah berkenan kepada Salomo.

Sedangkan dalam bacaan kedua, kita bisa melihat bagaimana Paulus mengajak kita untuk merenungkan bahwa sejak semula Allah memanggil manusia untuk hidup bersama dan dalam hadirat-Nya. Atas panggilan ini, jawaban tergantung pada kita masing-masing. Jika kita mengiyakannya, maka janji keselamatan itu jelas akan kita rasakan, karena “… mereka yang di panggilNya, mereka itu juga dibenarkan-Nya, mereka itu dimulyakan-Nya” (bdk. Roma 8:30)

Kedua bacaan ini mengajak kita untuk pertama-tama mencari hal yang sungguh berguna dalam kehidupan kita. Kita diajak untuk mencari sesuatu yang mendatangkan keselamatan bagi kita. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang bahkan sering, kita justru jatuh dalam hal-hal yang sifatnya sementara saja.

Kita sering tergiur untuk memenuhi keinginan mausiawi semata daripada mencari hal-hal yang sungguh kita butuhkan dalam hidup ini. Kita lebih sering memilih hal-hal yang cenderung menjauhkan atau mengasingkan hidup kita dari hadirat Allah. Pada hal, dalam Allahlah kita semua dapat menemukan sesuatu yang sungguh kita butuhkan dalam kehidupan ini.

Dalam Injil Matius 13:44-52, kerajaan surga dinyatakan dengan perumpamaan “harta yang terpendam di ladang”. Harta sejati yang dimaksud adalah Kerajaan Allah dalam Kristus dan Injil-Nya. Ajakan untuk mengejar harta sejati inilah yang ditawarkan oleh Yesus. Dengan kata lain, Yesus sendiri telah menyediakan harta abadi bagi kita semua. Atas penyelenggaraan Allah itulah, kita tidak perlu cemas akan keinginan kita.

Sekarang yang bisa kita lakukan adalah mengubah pola pikir kita untuk tidak memusingkan keinganan-keinginan manusiawi semata. Kita semua harus dengan rendah hati menanggapi tawaran Allah akan harta abadi yang adalah Kerajaan Allah itu sendiri. Karena hanya dalam Dialah terdapat jaminan hidup abadi.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =