Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Renungan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

(3 Juni 2018)

Alforinus Gregorius Pontus OFM

 

Saudara dan saudari yang terkasih, terutama anak-anak yang hari ini akan menyambut Yesus dalam rupa Tubuh dan DarahNya dan orang tua sekalian.

Suatu hari seorang anak datang kepada bapanya dan bertanya, “Bapa… bisakah kita sehari saja tidak berbuat dosa”? Bapaknya menjawab, “mungin tidak bisa”. Anaknya melanjutkan, “Bagaimana kalau sejam saja?” “Mungkin juga tidak bisa”, jawab ayahnya. “Bagaimana kalau semenit atau mungkin sedetik?”. “Mungkin bisa, anakku”, jawab ayahnya. Ayahnya kemudian menjelaskan, “anakku, marilah kita bebuat baik setiap detik dan setiap menit maka kita akan lupa untuk berbuat jahat atau berbuat dosa. Ketika dari detik ke detik kita berbuat baik maka sejam bahkan sehari hidup kita akan dihiasi dengan kebaikan. Dan dengan demikian kita tidak memberi peluang kepada Setan untuk untuk mengganggu kita”.

Hari ini 115 anak-anak kita, termasuk juga anak-anak yang mendapat berkat dari kebaikan kita yaitu mereka yang mendapatkan program Ayo Sekolah, setelah hampir setahun belajar dan memendam kerinduan mereka untuk ikut merasakan kehadiran Tuhan Yesus dalam hidup mereka,  menyatakan kesiapan mereka untuk menerima Tuhun dan Darah Kristus. Betapa bahagianya mereka bisa menerima darah perjanjian yang mengikat mereka dengan Sang Penebus mereka. Inilah Tubuh dan Darah yang menyucikan hati nurani mereka dari perbuatan yang sia-sia. Inilah Tubuh Yesus sendiri, Inilah Darah Yesus sendiri yang ditumpahkan banyak orang termasuk kita semua dan terutama anak-anak kita ini. Inilah hari yang special. Inilah momentum yang takkan dilupakan. Inilah momentum dimana mereka membuka hati mereka, menyiapkan diri mereka untuk boleh menyambut sang penyelamat mereka. Inilah momentum dimana mereka membiarkan darah penebus mereka meresapi relung-relung hati mereka. Inilah momentum Sacra Comercium, pertukaran suci dan ilahi yang telah mereka nanti-nantikan.  Inilah juga momentum yang akan menjadi kekuatan dan pegangan bagi mereka untuk melangkah di hari-hari mereka selanjutnya.

One day at a time Sweet Jesus. That’s all I’am asking of you. Just give me the strength. To do every day. What I have to do.

Yesterday’s gone Sweet Jesus. And tomorrow may never be night. Lord help me today. Show me the way. One day at a time.

(Satu hari sekali kali, Jesus yang manis. Itulah semua yang saya minta dariMu. Berilah saya kekuatan. Untuk melakukan setiap hari. Apa yang harus saya lakukan.

Hari kemarin sudah lewat, Yesus yang manis. Dan hari esok tidak pernah menjadi gelap. Tuhan bantulah saya hari ini. Tunjukkanlah saya jalan. Sehari sekali). (mari kita dengarkan permintaan dan permohonan mereka lewat lagu ini: One day at a time).

Saudara dan saudari sekalian yang terkasih. Itulah permintaan dan pemohonan  mereka pada Yesus, Tuhan mereka. Permintaan yang tidak berat tapi juga tidak mudah untuk dilaksanakan kalau tidak didukung oleh kita semua terutama oleh para orang tua. Semoga Tubuh dan Darah Kristus yang akan mereka sambut hari ini menjadi kekuatan mereka untuk melangkah ke depan, menjadi perlindungan bagi mereka di saat-saat mereka lengah dan benteng perkasa di saat-saat mereka mengalami kekeringan di dalam hidup rohani mereka. Amin

Berita dan Artikel Lainnya