Hari Raya Pentakosta

Bersama dengan Gereja sejagat pada hari ini kita merayakan hari raya Roh Kudus. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perayaan ini dirayakan oleh Gereja 50 hari sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati. Inti perayaannya adalah peristiwa turun-Nya Roh Kudus kepada para Murid di Yerusalem. Tempat yang oleh Yesus Kristus diberitahukan kepada para murid agar mereka tidak boleh meninggalkan Yesusalem sampai dengan perayaan Pentakosta tiba. Di kota Yerusalem itulah para murid menyambut dan menerima Roh Kudus. Para murid menyambut hadir-Nya Roh Kudus di antara mereka sebagai tanda lahirnya Gereja dan dimulainya tugas perutusan para murid yaitu: mewartakan kabar gembira kepada segala bangsa dan kepada banyak suku, ras dan budaya.

Saudara/saudari yang dikasihi dan mengasihi Tuhan

Turunnya Roh Kudus ke atas para murid dikisahkan secara dramatis dalam bacaan pertama. Aspek itu diperlihatkan melalui ungkapan-ungkapan berikut ini yaitu: “turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras, yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk, tampakklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing”. Dalam peristiwa itu semua murid dipenuhi dengan Roh Kudus dan memungkinkan mereka berbicara dalam bahasa-bahasa baru. Hal itu diamini oleh orang kebanyakan dari berbagai daerah sekitar Yerusalem yang juga turut hadir di tempat itu dan mengesankan bahwa para murid berbicara dalam bahasa yang mereka pahami. Fakta atau kejadian seperti itu kalo saya membandingkannya dengan kehadiran Roh Kudus, nampaknya seaktual dan sekonkret dialami oleh saudara-saudari yang punya kharisma dalam berbahasa Roh seperti ketika PDPKK mengadakan kebaktian kharismatik,  di mana saya ikut menyaksikannya di Paroki St. Paulus beberapa waktu yang lalu.

Bacaan kedua menggambarkan peran Roh Kudus itu dalam kehidupan sehari hari. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan menghayati hidupnya secara bijaksana. Artinya orang akan hidup mengikuti tuntunan Roh Kudus dan menghasilkan buah-buah kebaikan. Sedangkan orang yang tidak bijaksana adalah mereka yang menghayati hidupnya menurut naluri kedagingan yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan dan pesta pora. Sebaliknya orang yang mengikuti tuntunan Roh Kudus akan menghayati kehidupannya berdasarkan buah-buah Roh yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri.

Orang Katolik mempunyai akses untuk memenangkan Surga apabila menghayati hidupnya sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Sebaliknya orang Katolik yang lebih tunduk kepada nafsu kedagingannya tidak dapat memenangkan Surga. Surga hanya tersedia bagi mereka yang hidupnya baik, berkenan kepada sesama dan Allah yang diimaninya.

Saudara/saudari yang terkasih

Bacaan Injil lebih menekankan peran Roh Kudus dalam tugas perutusan para Murid Kristus. Bahwa Roh Kudus yang tidak lain adalah Roh Yesus Kristus yang bangkit memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran. Kebenaran yang dimaksudkan di sini adalah Kristus sendiri. Sebagaimana Yesus sendiri mengatakannya dalam Injil Yohanes bab 14 ayat 6 yang berbunyi, “Aku adalah kebenaran”. Roh Kudus membantu para murid agar mereka mengenal kebenaran. Kristuslah kebenaran sejati dan satu-satunya. Karena itu kendati ada orang lain yang mempropagandakan kebenaran lain selain kebenaran Kristus di dunia ini para murid tidak akan terombang-ambing dan terpengaruh akan tetapi dengan konsisten memegang dan menerima kebenaran Yesus Kristus sendiri. Roh Kudus akan menolong para murid untuk hanya bersandar kepada Yesus Kristus karena dengan bersandar kepada-Nya mereka tidak akan tersandung dan jatuh melainkan dengan kebenaran Kristus mereka dimerdekakan. Roh Kudus juga membantu para murid agar mereka tidak kehilangan arah dan hanya tentang Kristuslah mereka bersaksi. Itulah sebabnya para murid dalam pemberitaanya selalu menyangkut aspek-aspek penting yang telah Yesus Kristus perkenalkan kepada mereka yaitu suasana di mana Allah hadir lewat keberpihakan Yesus kepada orang-orang sakit yang disembuhkan-Nya, orang buta yang dicelikan-Nya, orang haus dan lapar yang diberi-Nya minum dan makan, orang telanjang yang diberi-Nya pakaian, orang di penjara yang dikunjungi-Nya serta orang mati yang dikembalikan-Nya kepada kehidupan. Singkatnya Roh Kudus membantu para murid agar mereka dapat melaksanakan tugas perutusannya dengan baik dan sukses dan dikala mengalami tantangan mereka hanya boleh bersandar kepada sang kebenaran sejati yaitu Kristus Yesus.

Saudara/saudari yang dikasihi dan mengasihi Tuhan

Sebagai persekutuan dan paguyupan umat beriman, marilah kita pada hari ini membuka diri dan menerima Roh Kudus yang senantiasa membantu kita untuk menghayati kekatolikan kita di zaman now agar kita konsisten dan setia dengan iman kita kendati banyaknya tantangan yang kita hadapi. Kita pun pada hari ini menerima karunia-karunia Roh Kudus yang selama novena sembilan hari berturut-turut kita telah meminta-Nya. Semoga kehadiran Roh Kudus di dalam hati kita memampukan kita untuk mengupayakan pelayanan yang berkualitas demi karya penyelamatan Allah dalam Krtistus Yesus Tuhan kita. Melalui pelayanan yang berkualitas dan dalam tuntunan Roh Kudus kita mampu bersaksi dan melaluinya kita memperbaharui wajah Gereja sekarang dan di sini ( hic et nunc) dan di masa-masa yang akan datang.

Selamat berjuang, Tuhan memberkati

Pastoran St Paulus 19 Mei 2018

Berita dan Artikel Lainnya