Etis Yuridis

Dalam sebuah dalil “In Dubio Pro Reo” menyatakan bahwa dalam hal kesalahan seorang tersangka tidak dapat dibuktikan, sehingga timbul keragu-raguan apakah benar ia pelaku dari tindak pidana yang bersangkutan, atau bukan, maka hal ini merupakan keuntungan baginya (untuk dilepaskan dari sangkaan bahwa ia adalah pelakunya).

Selaku advokat/penasihat hukum, bantuan pembelaan hukum pada dasarnya ialah suatu jasa yang diberikan oleh seseorang/beberapa orang/sekelompok pakar hukum berbentuk pembelaan dari sudut hukum kepada orang atau pihak yang sedang berpekara hukum untuk sedapat dan secepat mungkin menyudahkan perkara tersebut, di dalam atau di luar sidang pengadilan di bidang hukumnya masing-masing.

Adapun bantuan pembelaan hukum itu bersumbu di faktor-faktor antara lain:

  1. Alat bukti yuridis (Pasal 1866 BW/ KUHPer dan 184 ayat (1) KUHP;
  2. Dalil-dalil pembuktian yuridis (Unus testis, nullus testis, pacta sun servanda, expertise atau pembuktian oleh “expert” atau pakar serta keterangan saksi ahli, affirmanti incumbit probato);
  3. Prosedur dan semua tata cara hukum yang mesti dipenuhi, baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Kepada rekan-rekan penegak hukum (polisi dan kejaksaan) dengan segala hormat atas nama konstitusi dan Hak Asasi Manusia agar bebaskan manusia yang dijadikan tersangka oleh kewenanganmu.

Lebih baik melepaskan sepuluh penjahat daripada menghukum satu yang tidak bersalah.

Kontributor: Adv. Darius Leka, S.H., M.H.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × one =