Enam Hal yang Perlu Anda Ketahui dari Program Ayo Sekolah

PROGRAM Ayo Sekolah (ASA) di Paroki Santo Paulus Depok telah berjalan kurang lebih tiga tahun. Jatuh bangun para pengurus Seksi Pendidikan membidani lahirnya program ini. Lambat laun, program Ayo Sekolah ini mulai diterima dan mendapat tempat di hati umat Paroki Santo Paulus Depok.

Simak enam hal yang perlu Anda ketahui dari laporan Ketua Seksi Pendidikan Pasianus Daeli terkait program Ayo Sekolah di Paroki Santo Paulus:

  1. Dimulai Sejak Masa Pater Yosef Tote, OFM

Cikal bakal program Ayo Sekolah dimulai sejak masa pastor paroki dijabat Pater Yosef Tote, OFM. Seksi Pendidikan diminta berkunjung untuk melakukan studi banding ke Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih. Dari studi banding tersebut, Seksi Pendidikan mulai menggaungkan program tersebut, tetapi implementasinya menemui beberapa kendala. Implementasi program Ayo Sekolah akhirnya dilanjutkan Pater Goris Pontus, OFM dan dimulai dengan 85 siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.

  1. Menggunakan Dana Caritatif

Program Ayo Sekolah menggunakan dana caritatif. Dalam keterbatasan tersebut, DPP/DKP mengambil kebijakan untuk mendorong setiap kepanitiaan di paroki untuk menghasilkan dana tambahan (surplus). Kelebihan dana dari kepanitiaan tersebut dialokasikan untuk menggerakkan program Ayo Sekolah.

  1. Masih Kekurangan Penyantun

Seksi Pendidikan juga menggerakkan umat dan simpatisan untuk menjadi penyantun atau donatur. Pada satu kesempatan, brosur tentang program Ayo Sekolah dibagikan kepada umat yang hadir dalam perayaan ekaristi. Usaha ini masih belum membuahkan hasil, kendati sudah ada satu dua umat yang rutin memberikan sumbangan untuk program ini. Program ini masih kekurangan penyantun.

  1. Masih Kekurangan Tenaga Pendamping

Anak-anak penerima program Ayo Sekolah perlu mendapat pendampingan dan pelatihan. Jumlah anggota seksi pendidikan saat ini sekitar 5 orang. Sementara itu, anak-anak penerima program Ayo Sekolah saat ini sekitar 72 siswa, dan kemungkinan akan berkembang lagi jumlahnya. Tenaga sukarelawan untuk pendampingan sangat dibutuhkan. Anak-anak tersebut membutuhkan pengajaran pendidikan agama Katolik untuk memupuk nilai-nilai dan spirit Katolik sebagai generasi penerus gereja.

  1. Kontribusi Misdinar, Kor, Lektor, Pemazmur

Anak-anak penerima program Ayo Sekolah berkontribusi terhadap kegiatan liturgi di gereja melalui misdinar, kor, lektor, dan pemazmur. Mereka dibimbing dan didampingi untuk berlatih kor, lektor, dan pemazmur setiap hari minggu. Diharapkan dari pelatihan ini, anak-anak penerima program Ayo Sekolah kelak dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan gereja.

  1. Ayo Kuliah

Bapa Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM mendorong agar program Ayo Sekolah dilanjutkan dengan program Ayo Kuliah. Harapan Bapa Uskup ini bakal diimplementasikan DPP/DKP periode 2020 – 2022 bersama Pater Anton Widarto, OFM. Konsolidasi akan dilakukan untuk mereview kembali implementasi program Ayo Sekolah dan melakukan persiapan untuk melaksanakan program Ayo Kuliah. (AY)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − eleven =