Demam Mukjizat

Minggu Biasa IV Tahun C:

Bacaan I: Yer 1:4-5.17-19;

Bacaan II: 1 Kor 12:31-13,13;

Bacaan Injil: Luk 4:21-30

Saudara-saudari yang terkasih. Bacaan Lukas 4 minggu ini adalah sambungan dari bacaan sebelumnya. Yesus mengajar dan penuh kuasa dan membuat banyak mujikzat. Mereka mulai mempertanyakan tentang siapa Yesus, tentang asal usul Yesus bukan dengan maksud mau mengolok-olok Yesus tetapi sebaliknya mau menunjukkan kepada kita bahwa begitu banyak orang demam dan mabuk mujikzat.

Mengambil contoh Elia dan Elisa, Yesus mengingatkan orang-orang bahwa seorang nabi tidak dihargai di tempat asalnya sendiri. Yesus mau mengatakan bahwa begitu banyak orang yang demam dan mabuk mujikzat dan lupa dengan Sang Mujikzat itu sendiri. Mereka berbondong-bondong datang mencari dan mengharapkan mujikzat tapi lupa kepada Sang Ilahi sendiri.

Lukas mengajak kita untuk mewaspadai sikap beragama dan perilakunya. Demam mujikzat bisa berakhir dengan hilangnya sumber mukjizat itu seperti yang terjadi di Nazareth.

Saudara saudari terkasih. Seringkali kita demam atau mabuk mujikzat dapat menjadi praktek beragama yang kurang sehat misalnya kita mencari jampi-jampi, guna-guna dan lain-lain. Karena itu Santo Paulus mengingatkan kita akan pentingnya kasih yang terungkap dalam sikap sabar, baik hati, tidak cemburu, tidak sombong, tidak egois, bukan pemarah, bukan pendendam, memihak kebenaran, telaten bisa mempercayai, penuh harap, tahan uji dan lainnya. Bahasa sekarang adalah integritas dan sikap apa adanya. Paulus mengajak kita untuk tidak demam mujikzat dan mabuk Roh.

Gregorius Pontus OFM.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − ten =